Solo Bersimfoni mengegelar deklarasi bersama remaja tolak phubbing, bullying dan persekusi

Gambar Solo Bersimfoni mengegelar deklarasi bersama remaja tolak phubbing, bullying dan persekusi

Gambar Solo Bersimfoni mengegelar deklarasi bersama remaja tolak phubbing, bullying dan persekusiPerkumpulan Solo Bersimfoni merupakan organisasi perkumpulan pemuda yang memiliki misi khusus untuk mengembangkan perilaku kesalehan sosial khususnya toleransi dan perilaku anti kekerasan. Problematika perilaku yang kini banyak terjadi di para remaja umumnya terjadi yaitu Phubbing, Bulliying dan Persekusi. Perilaku-perilaku tersebut merupakan perilaku negatif yang menjadi benih-benih sikap intoleran, radikal dan teror, sehingga hal inilah yang menjadi dasar/landasan Perkumpulan Solo Bersimfoni untuk berbuat merubah perilaku tersebut dengan pendekatan khusus.

Pendekatan yang digalakan oleh Solo Bersimfoni berupa Cultural Approach dengan membuat kurikulum/modul pelatihan, seminar, ceramah, diskusi dan kampanye untuk menolak phubbing, bullying, persekusi, intoleransi, dan radikal lainnya di kalangan remaja dan anak anak, agar menjadi perilaku yang memiliki kesalehan sosial yang ‘njawani’ warisan budaya leluhur para orang tua, yang disebut “Hastha Laku” atau 8 laku terpilih.

“”Hastha Laku Solo” atau delapan laku yang dipilih Solo Bersimfoni adalah: 1.) Tepa Slira (tenggang rasa); 2.) Lembah Manah (rendah hati); 3.) Andhap Ashor (berbudi luhur); 4.) Grapyak Semanak (ramah tamah); 5.) Gotong Royong; 6.) Guyub Rukun (kerukunan); 7.) Ewuh pekewuh (saling menghormati); dan 8.) Pangerten (saling menghargai). Delapan laku tersebut berkaitan erat terhadap nilai-nilai kehidupan yang harmonis, namun sayangnya saat ini nilai tersebut sudah jarang diajarkan dan ditinggalkan.

Pendekatan budaya ini diimplementasikan dalam kegiatan Deklarasi Bersama, dengan mengangkat tema Remaja Tolak Phubbing, Bulliying dan Persekusi. Kegitan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Juli 2018 Jam 08.00 – 11.00 WIB di Taman Balekambang. Jumlah peserta 1000 orang yang terdiri dari Pelajar, OKP, agent of tolerance, muspida dan tokoh masyarakat. Undangan bersifat terbuka. Bentuk aktivitas dalam kegiatan deklarasi ini yakni Deklarasi Bersama “Remaja Tolak Phubbing, Bulliying dan Persekusi, Arahan Walikota Surakarta, Fragmentasi Remaja, Sahabatsimfonivaganza (aksi expo, edukasi, konsultasi dan kampanye) dan Hiburan berupa bazzar dan fun games.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *