ToT 4 : Intermediete Training Sahabat Simfoni

Gambar TOT 4

Gambar TOT 4Karanganyar, Solobersimfoni.org –  Solo Bersimfoni kembali mengadakan Training of Trainer yang ke empat. Training ini berbeda dengan ToT yang sebelummnya dilaksanakan. Training kali ini yang menjadi peserta adalah seluruh Sahabat Simfoni dari ToT 1 – ToT 3. Dengan mengumpulkan seluruh Sahabat Simfoni diharapkan agar para Sahabat bisa saling mengenal dan lebih mengakrabkan diri sebagai keluarga. Karena nantinya Sahabat Simfoni akan terus bekerjasama dalam membuat program dan menjalankannya tanpa memandang dia dari ToT berapa. Ketua Solo Bersimfoni M Farid Sunarto dalam sambutannya mengatakan bahwa akan terus mengajak dan memfasilitasi Sahabat Simfoni dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan Solo Bersimfoni dan Solo Bersimfoni sangat membutuhkan masukan dari Sahabat untuk kegiatan yang akan dilaksanakan kedepannya agar apa yang Solo Bersimfoni lakukan bisa tepat pada sasaran.

Training dilaksanakan di Hotel Indah Palace, Tawangmangu, Karanganyar pada tanggal 9-11 November 2018. ToT kali ini mengusung tema “Menjadi Relawan Kesalehan Sosial yang Mandiri dan Bersinergi untuk Mendorong Perilaku Toleran”. Selain dengan tujuan untuk mengakrabkan Sahabat Simfoni lebih jauh Solo Bersimfoni ingin mengajak Sahabat untuk mendiskusikan berbagai hal terutama media pembelajaran dalam rangka menanamkan nilai Hastha Laku kepada sasaran Solo Bersimfoni yaitu remaja usia 15-18 tahun.

Sebelum mendiskusikan strategi lanjutan para peserta diberika beberapa materi untuk pembekalan agar lebih mantap dalam membuat media pembelajaran di hari pertama, materi tersebut seperti Strategi pembelajaran, Strategi Komunikasi Visual, dan Hastha Laku dalam kehidupan sehari-hari. Direktur Beranding Solo Bersimfoni Agung Nur Probohudono mengibaratkan ToT 4 kali ini adalah sebagai Intermediete Training dan ToT 1 – ToT 3adalah Basic Training karena dalam ToT 4 merupakan mater lanjutan dari ToT sebelumnya, dan beliau mengatakan bahwa bisa jadi di kemudian hari akan ada Advance Training bagi Sahabat Simfoni.

Dihari berikutnya peserta lebih banyak berdiskusi tentang cara taktis dalam menanamkan nilai Hastha Laku bagi remaja. Banyak ide-ide yang muncul dari peserta seperti membuat games yang mengandung nilai-nilai Hastha Laku, membuat kampanye-kampanye dalam bentuk visual dan kegiatan-kegiatan apa yang akan mereka jalankan. Salah satu peserta Fadillah Wahyu Nursep Pradana atau biasa dipanggil Afandi mengatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi dirinya karna banyak materi yang ia dapat, harapannya adalah banyak ide-ide yang muncul dapat segera terealisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *