Antusias Millenial Dalam Pentas Ketoprak Solo Bersimfoni

Ketoprak 1

Ketoprak 1Satu Persatu remaja memasuki pelataran Radio Republik Indonesia mereka langsung mengisi presensi dan tidak meninggalkan untuk berfoto bersama kerabatnya di photoboot yang disediakan oleh panitia. Tidak lama kemudia pelataran RRI mulai dipenuhi oleh generasi millennial yang terlihat asik bercengkrama dengan teman sebayanya dan menikmati hidangan yang disajikan stand-stand angkringan secara gratis.  Sabtu, 24 November 2018 Solo Bersimfoni mengadakan pentas Ketoprak dengan Lakon Cempoko Mulyo. Dalam Lakonnya pementasan Ketoprak tersebut menampilkan pesan damai dengan nilai Hastha Laku yang mewarnai setiap alur cerita. Pementasan Ketoprak tersebut memang secara khusus ditujukan untuk generasi Millenial dengan maksudu untuk mendorong perilaku toleransi di kalangan remaja dan merawat perdamaian yang selama ini menjadi kebanggaan Kota Surakarta. 165 siswa Sekolah Menengah yang ada di Surakarta dan kelompok remaja lain memang sengaja diundang untuk mencapai tujuan tersebut.

Antusiasme pemuda dalam kegiatan tersebut pasti bisa dirasakan setiap orang yang hadir disana. Lebih dari seribu orang memenuhi halaman RRI tempat pentas ketoprak disiarkan. Bahkan ketika pintu utama dibuka seluruh hadirin ingin segera untuk bisa masuk ke dalam. Sayangnya memang auditorium tempat dilaksanakannya pementasan tidak sanggup untuk menampung banyaknya peserta yang hadir, akhirnya yang tidak mendapat tempat harus puas dengan menonton di depan layar yang memang sudah disediakan oleh panitia.

Di tempat yang sama juga terdapat festival wedangan yang memeriahkan acara tersebut. Ada delapan gerobak wedangan yang menjajakan hidangannya secara gratis. Selain untuk menyuguhi tamu undangan adanya gerobak wedangan ini juga sebagai media untuk mengkampanyekan nilai-nilai Hastha Laku yang selama ini ingin dipopulerkan oleh Solo Bersimfoni. Gerobak-gerobak tersebut dinamai dengan nilai-nilai yang terdapat dalam delapan nilai Hastha Laku.

Pementasan tersebut tidak hanya dihadiri oleh anak muda saja. Pun juga dihadiri oleh orang dewasa yang tertarik dengan pementasan ketoprak selain itu Solo Bersimfoni juga mengundang para Guru dan Kepala Sekolah baik SMP dan SMA, Stake Holder Kota Surakarta, dan para aktivis kepemudaan juga para pengusaha muda. Wakil Walikota Surakarta Bapak Ahmad Purnomo dan Ketua KADIN Surakarta Bapak Haryanto Gareng juga menyempatkan menghadiri acara ini.

Acara yang dilangsungkan pada malam minggu ini juga menjadi hiburan tersendiri bagi warga Surakarta, bukan hanya menghibur tapi juga mempunyai sisi edukatif bagi masyarakat. Sebagai Ketua Perkumpulan Solo Bersimfoni Bapak Farid Sunarto dalam sambutannya mengatakan bahwa Solo Bersimfoni memang fokus dalam mendorong terwujudnya rasa toleransi untuk masyarakat dan yang mejadi gerakannya adalah mewujudkan Kesalehan Sosial dengan pendekatan budaya menggunakan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa yang dirangkum dalam Hastha Laku. Solo Bersimfoni berkomitmen dalam mendorong dan merawat perdamaian yang ada di Kota Surakarta dan Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *