Solo Bersimfoni Kenalkan Hasthalaku Melalui Model Sekolah Adipangastuti

Solo Bersimfoni

Surakarta, 5 Agustus 2019. Solo Bersimfoni melakukan pertemuan dengan Kepala Cabang VII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah guna menindaklanjuti pertemuan dengan Walikota Surakarta F.X Hadi Rudyatmo di Balaikota Surakarta pada 23 Juli 2019 lalu. Pertemuan dengan Walikota Surakarta tersebut memutuskan dua sekolah, yaitu SMAN 1 Surakarta dan SMAN 6 Surakarta, untuk menerapkan model Sekolah Adipangastuti. Model sekolah ini bertujuan untuk menerapkan perilaku dan sikap yang berbudaya sesuai nilai-nilai Hasthalaku dari warga sekolah, khususnya siswa-siswi selaku remaja / kelompok milenial. Parameter model Sekolah Adipangastuti diharapkan dapat memberikan panduan pelaksanaan agar lebih terukur dan sistematis, sekaligus dapat dilakukan monitoring dan evaluasi. Ditambah dengan adanya buku panduan dan juga modul Hasthalaku diharapkan dapat memberikan arahan dan penjelasan model Sekolah Adipangastuti.

Model sekolah Adipangastuti adalah sebuah model untuk mengintervensi implementasi Hasthalaku atau delapan nilai-nilai budaya Jawa terpilih yaitu : Gotong Royong, Guyub Rukun, Grapyak Semanak, Lembah Manah, Ewuh Pekewuh, Pangerten, Andhap Ashor dan Tepo Seliro di lingkungan sekolah melalui kebijakan pemerintah, dinas terkait dan pemangku sekolah, khususnya sekolah setingkat SMA/SMK.

Walikota Surakarta sangat mendukung adanya model Sekolah Adipangastuti ini. Beliau menaruh harapan agar warga Surakarta lebih mengenal gotong royong dan persatuan sebagai Bangsa Indonesia yang tidak pernah memandang suku, ras dan agama dikarenakan adanya model Sekolah Adipangastuti ini. Cabang VII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan SMAN 1 Surakarta SMAN 6 Surakarta untuk menerapkan model sekolah Adipangastuti sekaligus menyambut baik adanya rencana model sekolah Adipangastuti ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *