Close

Tentang Solo Bersimfoni

 

Perkumpulan Solo Bersimfoni adalah sebuah organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan perdamaian (raise of peace) guna menjaga reputasi Soloraya sebagai wilayah yang toleran dan damai. Perkumpulan ini bersifat terbuka, didirikan dengan akta Notaris Drajad Uripno, S.H. Nomor 5 Tanggal 8 Agustus 2017 di Surakarta dan telah terdaftar di Kemenkumham RI No. Kemenkumham RI No. AHU-0002529.AH.01.07 Tahun 2018.

 

Berdirinya perkumpulan dilatarbelakangi terjadinya perilaku atau aksi-aksi intoleran, radikal, ekstrim dan aksi terorisme yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu di wilayah Soloraya.Berangkat dari titik ini, Solo Bersimfoni menyadari bahwa pencegahan perilaku negatif di atas perlu hadir dari inisiatif masyarakat. Masyarakat harus terlibat aktif untuk menyebarkan nilai-nilai berperilaku yang baik sehingga pada akhirnya dapat mendeteksi dan meminimalkan tindak kekerasan dalam bentuk paling sederhana sekalipun.

 

Dalam hal ini, Solo Bersimfoni memiliki tujuan untuk membangun ketahanan dan kohesi sosial masyarakat untuk mencegah dan mengurangi tindakan intoleransi khususnya di kalangan remaja melalui pendekatan laku budaya lokal dan perubahan perilaku (cultural and behavioral approach activity)


M. Farid Sunarto
Direktur Eksekutif

@faridsunarto.id

Bambang Nugroho
Direktur Program

@bambanggage

Agung Nur Prabuhudono
Direktur Program

 @agungprobohudono

Didik Prasetyanto
Direktur Operasional

@didikprasetyanto

Khresna Bayu Sangka
Direktur Program

@denmase.bayu

Tia Brizantiana
Program Officer

@brizantiana

Ridwan Rivaldi Sukma
Program Officer

@ridwanrivaldi.s

Risca DJ
Financial and Contract Treasure

@rriissccaa

Jodik Hartanto
Design and Creative Officer

@jodi_andalan

Burhanudin Fajri
Design and Creative Officer

@burhanudinfajri

Visi

 

Menjaga toleransi untuk negeri dengan meningkatkan perdamaian.

 

Misi

Mereduksi intoleransi dengan menggunakan pendekatan budaya yaitu dengan hasthalaku, terdiri dari gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, pangerten, andhap asor dan tepa selira.