Close

Menumbuhkan Sekolah Aman dan Menggembirakan melalui Gerakan Ramah Sama Teman Berbasis Hasthalaku

Banyudono, 6 Januari 2026 — Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar akademik, tetapi juga sebagai ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan menggembirakan bagi seluruh warga sekolah. Kesadaran inilah yang mendorong SMAN 1 Banyudono menyelenggarakan In House Training (IHT) dengan tema Sosialisasi Gerakan Ramah Sama Teman melalui Hasthalaku, sebuah upaya kolektif untuk memperkuat nilai karakter, relasi sehat, dan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dua kali, pada Selasa, 6 Januari 2026 untuk siswa kelas X dan XI, dan Senin, 12 Januari 2026 untuk siswa kelas XII.

 

Kegiatan sosialisasi menghadirkan M. Farid Sunarto, S.Pd., M.Si., Direktur Eksekutif Solo Bersimfoni, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Farid mengajak peserta didik untuk memaknai sekolah sebagai ruang bersama yang perlu dijaga secara kolektif. Ia menekankan bahwa tantangan di dunia pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga bagaimana sekolah mampu mencegah perundungan, kekerasan verbal, dan praktik eksklusi sosial yang kerap terjadi tanpa disadari. Kegiatan sosialisasi menghadirkan M. Farid Sunarto, S.Pd., M.Si., Direktur Eksekutif Solo Bersimfoni, sebagai narasumber utama pada kegiatan pertama, dan didampingi oleh Ridwan Rivaldi Sukma, Program Officer Solo Bersimfoni, pada kegiatan kedua. Dalam pemaparannya, Farid mengajak peserta didik untuk memaknai sekolah sebagai ruang bersama yang perlu dijaga secara kolektif. Ia menekankan bahwa tantangan di dunia pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga bagaimana sekolah mampu mencegah perundungan, kekerasan verbal, dan praktik eksklusi sosial yang kerap terjadi tanpa disadari.

Farid memperkenalkan hasthalaku sebagai nilai kearifan lokal yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut. Hasthalaku terdiri dari delapan perilaku luhur, yaitu Gotong Royong, Guyub Rukun, Grapyak Semanak, Lembah Manah, Ewuh Pekewuh, Pangerten, Andhap Asor, dan Tepa Selira. Nilai-nilai ini menekankan pentingnya empati, kerendahan hati, saling memahami, serta kepedulian terhadap sesama. Jika dihidupkan dalam keseharian sekolah, hasthalaku diyakini mampu membentuk budaya sekolah yang inklusif, humanis, dan ramah bagi semua.

 

 

“Sekolah yang aman dan menggembirakan tidak cukup dibangun melalui tata tertib dan sanksi. Ia tumbuh dari kebiasaan baik yang dilakukan bersama, dari cara kita menyapa teman, menghargai perbedaan, hingga berani menolak perundungan,” ungkap Farid. Menurutnya, peserta didik memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menciptakan iklim sekolah yang sehat dan berkarakter.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Banyudono, Tri Andari Setyaningrum, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun iklim belajar yang kondusif dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik. “Gerakan Ramah Sama Teman melalui Hasthalaku selaras dengan visi sekolah kami untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan emosional,” ujarnya.

 

 

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh warga SMA Negeri 1 Banyudono, yaitu peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan, dapat mengimplementasikan nilai-nilai hasthalaku dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sekolah dapat benar-benar menjadi ruang aman, nyaman, dan menggembirakan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara utuh, serta melahirkan generasi yang berkarakter, berempati, dan siap hidup berdampingan dalam keberagaman.