Close

December 19, 2025

Seminar Sekolah Adipangastuti di SMAN 2 Ungaran: Menanamkan Nilai Hasthalaku Bersama Siswa

SMAN 2 Ungaran menyelenggarakan Seminar Sekolah Adipangastuti pada Senin, 8 Desember 2025 sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis budaya dan toleransi di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMAN 2 Ungaran sebagai peserta, dengan menghadirkan Ketua Solo Bersimfoni, M. Farid Sunarto, S.Pd., M.Si., sebagai narasumber.

Seminar ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam mengimplementasikan nilai-nilai Sekolah Adipangastuti, sebuah model sekolah toleran berbasis budaya Jawa yang menekankan pembentukan karakter peserta didik sebagai agen perubahan. Kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan dari Kepala Sekolah, Wiwin Sri Winarni, S.S., serta doa bersama sebagai bentuk penguatan nilai spiritual dan kebersamaan di lingkungan sekolah.

Dalam sesi utama, M. Farid Sunarto menyampaikan materi tentang penguatan nilai hasthalaku yang menjadi fondasi Sekolah Adipangastuti. Delapan nilai budaya Jawa, yaitu hasthalaku, dijelaskan secara kontekstual dan relevan dengan kehidupan remaja masa kini. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar siswa tidak hanya memahami secara konsep, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah.

Para siswa diajak untuk merefleksikan peran mereka sebagai generasi muda dalam menjaga harmoni, menghargai perbedaan, serta mencegah segala bentuk kekerasan dan intoleransi di lingkungan pendidikan. Melalui diskusi dan contoh konkret, narasumber menekankan bahwa nilai hasthalaku bukan sekadar warisan budaya, tetapi pedoman sikap yang dapat membentuk karakter kepemimpinan, empati sosial, dan tanggung jawab moral siswa.

Setelah istirahat, materi dilanjutkan dengan simulasi dan diskusi kelompok untuk merancang penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sekolah. Mulai dari cara membangun komunikasi yang saling menghargai, menyelesaikan konflik secara damai, hingga menciptakan budaya sekolah yang ramah dan inklusif. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan oleh perwakilan siswa sebagai bentuk pembelajaran kolaboratif.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan siswa dalam bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan. Seminar ini tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan kesadaran dan komitmen siswa untuk menjadi pelaku utama dalam membangun budaya positif di sekolah.

Melalui Seminar Sekolah Adipangastuti ini, SMAN 2 Ungaran berharap siswa mampu menginternalisasi nilai-nilai hasthalaku dan menerapkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran siswa sebagai agen toleransi dan duta budaya positif, sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, harmonis, dan berkarakter.

Penutupan kegiatan ditandai dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen bersama seluruh warga sekolah dalam mendukung keberlanjutan Program Sekolah Adipangastuti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *