Profil

Gambar Pendekatan Aktifitas Solo Bersimfoni

Profil Solo Bersimfoni

Pendahuluan

Perkumpulan Solo Bersimfoni dibentuk sebagai suatu organisasi yang memiliki tujuan untuk meningkatkan perdamaian (raise of peace) untuk menjaga reputasi Solo Raya sebagai wilayah yang toleran dan anti kekerasan.

Perkumpulan ini bersifat terbuka, didirikan dengan akta Notaris Drajad Uripno SH di Surakarta Nomor 5 Tanggal 8 Agustus 2017 dan telah terdaftar di Kemenkumham RI No. Kemenkumham RI No. AHU-0002529.AH.01.07 Tahun 2018.

Berdirinya perkumpulan dilatarbelakangi terjadinya perilaku atau aksi-aksi intoleran, radikal, ekstrim dan aksi teroris yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu di wilayah Soloraya. Kami mencatat bahwa konflik antar kelompok yang mempunyai paham radikalisme di wilayah Soloraya disebabkan karena beberapa hal diantaranya adalah 1) sejarah radikalisme, 2) dinamika konflik, 3) konstelasi politik, 4) konstelasi keagamaan, dan 5) aktifitas terorisme. Kelima penyebab ini menyumbangkan perannya di dalam konflik antar kelompok.

Berangkat dari titik ini, Solo Bersimfoni menyadari makin signifikan upaya untuk mencegah aksi radikal, kekerasan dan ekstrimisme yang berkembang dari inisiatif masyarakat. Tindakan pencegahan terpadu selain penegakan hukum dan tindakan berdasarkan pendekatan militer atau keamanan tidaklah cukup. Sebagai konsekuensinya, masyarakat harus terlibat aktif untuk mendeteksi, melawan atau menginvestigasi ekstremisme berbasis kekerasan atau terorisme untuk tindakan pencegahan yang lebih dini.

Dalam hal ini, Solo Bersimfoni memiliki tujuan untuk membangun ketahanan dan kohesi sosial masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi tindakan kekerasan dan radikal khususnya di kalangan remaja melalui pendekatan laku budaya lokal dan perubahan perilaku (cultural and behavior approach activity)

 

Pendekatan Aktifitas Solo Bersimfoni

Implementasi dari pendekatan budaya dan perilaku yang dikembangkan Solo Bersimfoni yaitu menjadikan aspek budaya jawa (Solo) menjadi instrument utama dan sebuah model untuk merubah perilaku intoleran / radikal menjadi perilaku yang toleran dan bersahabat. Solo Bersimfoni menyebutnya sebagai “HasthaLaku Solo” atau Delapan Perilaku yang dikembangkan yaitu : (1) Tepa Slira (tenggang rasa – Solidarity), (2) Lembah Manah (rendah hati – Humble), (3) Andhap Ashor (berbudi luhur – Virtuous), (4) Grapyak Semanak (ramah tamah – Friendly), (5) Gotong Royong (Saling membantu – Helpfulness), (6) Guyub Rukun (kerukunan – Harmony), (7) Ewuh pekewuh (saling menghormati – Mutual Respect), dan (8) Pangerten (saling menghargai – Compassionate). Delapan nilai tersebut berkaitan erat terhadap nilai-nilai dalam kehidupan yang harmonis.

Harapan Solo Bersimfoni,  masyarakat semakin sadar, mau peduli dan berpatisipasi untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan secara dini tindakan intoleran dan radikal yang tepat sasaran untuk memperoleh hasil yang maksimal.

 

Program Solo Bersimfoni

  1. Pengembangan Modul HasthaLaku

Modul HasthaLaku. Modul ini sebagai intrumen  Training of Trainer (ToT) : Mencetak relawan kesalehan social yang mandiri dan bersinergi untuk mendorong perilaku toleran dan anti kekerasan ;

  1. Launching Solo Bersimfoni

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2018 di Car Free Day Solo. Untuk mendeklarasikan dan memperkenalkan program dan kegiatan solo bersimfoni kepada pemerintah dan masyarakat luas ;

  1. Declaration of Peaceful and Tolerance

Declaration of Peaceful and Tolerance dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2018 di Taman Balekambang Surakarta. Dilaksanakan untuk menggali potensi agent of tolerance di Solo Raya. Tema kegiatan ini adalah “1000 Remaja Soloraya Tolak Phubbing, Bullying dan Persekusi”. Kegiatan diisi orasi Prof Dr H. Jamal Wiwoho SH, MHum selaku Irjen Kemenristek Dikti dan  Fx Hadi Rudyatmo selaku Walikota Surakarta ;

  1. Training of Trainers (TOT)

Training of Trainer (TOT) untuk mencetak relawan kesalehan sosial yang mandiri dan bersinergi untuk mendorong perilaku yang toleran dan anti kekerasan di kalangan remaja dan anak anak ; ToT diikuti oleh perwakilan organisasi kepemudaan, pelajar, pengajar, mahasiswa dan tokoh masyarkat.

Kegiatan ini diimplementasikan dengan aktivitas-aktivitas yang mencerminkan nilai Hasta Laku Solo. Sistematika ToT tahun 2018 dilaksanakan 4x dimana tiap ToT diikuti 30 peserta. Segemen ToT angkatan 1  pada pemuda dan pelajar; ToT angkatan 2 pada pendidik, TNI dan POLRI; ToT angkatan 3 pada tokoh agama dan masyarakat; dan ToT angkatan 4  diikuti perwakilan potensial tiap angkatan untuk pengembangan modul.

  1. Pengajaran HasthaLaku di seluruh SMA / SMK di wilayah Surakarta

Training of Trainers (ToT) menghasilkan relawan kesalahen sosial Solo Bersimfoni yang mandiri dan bersinergi untuk mendorong perilaku toleran dan anti kekerasan. Mereka para relawan telah dibekali kompetensi meliputi : (1) Kesadaran mendalam setiap relawan tentang pentingnya tindakan prefentif untuk mereduksi perilaku intoleran dan anti kekerasan di kalangan remaja dan anak-anak, (2) Kemampuan menguasai modul hasthalaku dan penguasaan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), serta (3) Menguasai strategi praktis komunikasi yang baik dan menarik.

Para relawan Solo Bersimfoni akan memberikan training / workshop praktis di sekolah SMA / SMK di wilayah Surakarta dengan target pengajaran tahun 2018 sejumlah 50 SMA / SMK.

  1. Campaign & Branding

Melalui kegiatan kampanye dan branding ini untuk mengkampanyekan nilai-nilai dan perilaku kesalehan sosial untuk mereduksi perilaku intoleran dan tindakan kekerasan di kalangan remaja dan anak anak.

Kegiatan audiensi dan kunjungan ke pemangku pemerintah yaitu : beraudiensi dengan Walikota dan wakil walikota Surakarta, Komandan Korem Warastratama Surakarta, Kapolresta Surakarta, Ketua Kadin Kota Surakarta, para pemangku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yaitu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kesbangpol Kota Surakarta. Solo bersimfoni juga bekerjasama dengan BP2MK Wilayah 3 Jawa Tengah untuk pembinaan remaja sekolah SMA/SMK.

Kegiatan kampanye dan branding juga kami lakukan antara lain : Pembuatan website, pembuatan video teaser, Jinggle Lagu Solo Bersimfoni, Promosi Radio on Air, karnaval dan melalui media sosial pada umumnya (Facebook, Twitter, Instagram).

  1. Outdoor Promotion

Guna memperkenalkan kepada masyarakat luas, umumnya masyarakat Soloraya, kami juga mengusung media promosi nilai-nilai toleransi melalui media visual yaitu berupa Baliho, Spanduk, Miniboard, dll. Hal ini bertujuan agar setiap masyarakat yang melintas dan melihat setiap harinya akan dapat tertanam nilai-nilai yang kita sebarkan.

  1. Pertemuan Rutin

Pertemuan rutin setiap bulan.  Bertujuan agar agen-agen of tolerance saling berembug bersama serta menentukan aktifitas apa dalam mengembangkan program secara mandiri dan bersinergi.

  1. Event Entertaint

Pada tahun 2018 Perkumpulan Solo Bersimfoni akan mengadakan :  Pementasan Ketoprak Gabungan tema toleransi dan anti radikalisme di kalangan remaja dan anak anak, Pembuatan Film mereduksi perilaku intoleran dan radikal di kalangan remaja SMK/SMU,  Lomba Poster, pembuatan komik solo bersimfoni dan Festival Wedang Solo Bersimfoni.

  1. Event Kolaburasi / Kerjasama

Solo Bersimfoni selalu mengembangkan kolaburasi / kerjasama dengan instansi lain baik organisasi pemerintah maupun swasta. Kemitraan kerjasama ini akan terus digalakkan agar model kampanye kesalehan sosial solo bersimfoni dapat menyebar luas dan menjadi inspirasi merubah perulaku yang lebih baik.