Launching Sekolah Adipangastuti SMAN 1 Banyudono: Meneguhkan Budaya Sekolah yang Aman, Berintegritas, dan Berkarakter

Banyudono, 17 Juni 2026 — SMAN 1 Banyudono secara resmi meluncurkan Program Sekolah Adipangastuti pada Rabu (17/6/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, berintegritas, dan berkarakter melalui pengembangan nilai-nilai Hasthalaku sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.

 

Acara dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah, Bapak Basikun, S.Pd., M.M.; Kasi SMA/SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah, Bapak Bagus Adiroso, S.H.; Pengawas SMAN 1 Banyudono, Ibu Endri Prih Handayani, S.Psi.; Camat Banyudono, Bapak Drs. Sabarudin, S.H., M.M.; Koramil 08 Banyudono yang diwakili Serda Rusdi; perwakilan Polsek Banyudono Bripka Anton; Kepala SMAN 1 Banyudono, Ibu Tri Andari Setyaningrum, S.Pd., M.Pd.; serta Ketua Komite Sekolah Bapak Dwi Tanto.

Dalam sambutannya, Bapak Basikun menyampaikan apresiasi atas komitmen SMAN 1 Banyudono dalam menerapkan Program Sekolah Adipangastuti. Menurutnya, program ini sejalan dengan semangat Gerakan Ayo Rukun yang telah berkembang menjadi gerakan berskala nasional dan mendukung upaya Jawa Tengah dalam mendorong sekolah-sekolah negeri menjadi sekolah berintegritas pada tahun 2026.

 

Ia menjelaskan bahwa Sekolah Adipangastuti dapat menjadi sarana untuk memperkuat budaya integritas melalui pembiasaan nilai-nilai kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, keberanian, kesederhanaan, kepedulian, kedisiplinan, dan kerja keras. Nilai-nilai tersebut selaras dengan Hasthalaku yang menjadi bagian penting dari kearifan lokal Jawa.

 

“Kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas harus menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sekolah,” pesannya kepada seluruh warga sekolah.

Mewakili Solo Bersimfoni, Tia Brizantiana menyampaikan salam hangat dari Direktur Eksekutif Solo Bersimfoni, Bapak M. Farid Sunarto, S.Pd., M.Si., dan Direktur Operasional Solo Bersimfoni, Dr. Didik Prasetyanto, S.E., M.H., yang berhalangan hadir. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SMAN 1 Banyudono dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah yang telah menjadi bagian dari pengembangan Program Sekolah Adipangastuti.

 

Dalam sambutannya, Tia menegaskan bahwa Adipangastuti bukan sekadar sebuah program, melainkan sebuah upaya menghadirkan budaya sekolah yang memuliakan manusia.

 

“Sekolah Adipangastuti adalah sekolah yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mengasuh. Tidak hanya menuntut prestasi, tetapi juga menumbuhkan karakter. Tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas, tetapi juga pribadi yang beradab dan peduli pada sesama,” ujarnya.

 

Menurut Tia, semangat tersebut sangat selaras dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital bagi seluruh warga sekolah. Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berpendapat, berkembang, dan menjadi dirinya sendiri.

Hasthalaku sebagai pengembangan karakter peserta didik. Delapan nilai tersebut meliputi gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, pangerten, andhap asor, dan tepa selira.

 

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Banyudono, Ibu Tri Andari Setyaningrum, menjelaskan bahwa launching Sekolah Adipangastuti diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Ko Kurikuler bertema kearifan lokal. Langkah ini dipilih agar peserta didik dapat memahami bahwa nilai-nilai karakter yang dikembangkan memiliki keterkaitan erat dengan budaya yang hidup di masyarakat.

 

Mengusung tema “Hamemayu Hayuning Budaya, Hamangun Karya Utama”, kegiatan ini bertujuan untuk memelihara sekaligus mengembangkan nilai-nilai budaya lokal agar tetap relevan dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

 

 

“Harapannya, Adipangastuti tidak hanya menjadi nama, tulisan, atau branding. Nilai-nilai Hasthalaku harus benar-benar hidup dan menjadi budaya yang dijalankan oleh seluruh siswa dan guru,” ungkap Kepala Sekolah.

Sebagai puncak acara, dilakukan penganugerahan Duta Adipangastuti, Duta Sekolah Ramah Anak, Duta Sekolah Berintegritas, dan Duta Adiwiyata. Pembentukan para duta tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga melahirkan agen-agen perubahan yang mampu menginspirasi teman sebaya untuk menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sekolah. Melalui peluncuran Sekolah Adipangastuti, SMAN 1 Banyudono meneguhkan komitmennya untuk membangun ekosistem pendidikan yang aman, berintegritas, dan berkarakter, sekaligus melahirkan generasi muda yang cerdas, beradab, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *