surakarta

Gambar Belajar Hastha Laku di Urban Social Forum 6th

Belajar Hastha Laku di Urban Social Forum 6th

Solobersimfoni.org.- Surakarta, Berpartisipasi dalam kegiatan Urban Socal Forum yang diselenggarakan Yayasan Kota Kita, Solo Bersimfoni hadir dan menyampaikan materi untuk menjaga dan mendorong toleransi dalam berkehidupan di tengah kota. Bertempat di Halaman Studio Lokananta, Solo Bersimfoni Hadir dalam panel 09, pada hari Sabtu 15 Desember 2018 dengan dengan materi bertemakan “Hastha Laku Penjaga Toleransi”. Ketua Solo Bersimfoni M. Farid Sunarto, S. Pd, M. Si dalam materinya mengenalkan dan mengkampanyekan nilai-nilai luhur Hastha Laku yang selama ini konsisten dikampanyekan oleh Solo Bersimfoni kepada peserta. Dalam kesempatan materi yang diberikan Solo Bersimfoni peserta terlihat antusias dalam mengenal lebih jauh tentang Hastha Laku. Terlihat dari banyaknya antusias dalam sesi diskusi, bahkan ada yang menyampaikan ketertarikannya untuk bergabung menjadi volunteer Solo Bersimfoni. Memang selain membawakan materi tentang Hastha Laku Ketua Solo Bersimfoni M. Farid Sunarto, S. Pd, M. Pd. Juga menyampaikan terkait tiga pilar yang digunakan oleh Solo Bersimfoni yaitu Riset yang menghasilkan Modul Hastha Laku, Training of Trainer Solo Bersimfoni yang akan menghasilkan Volunter yang biasa disebut Sahabat Simfoni dan Branding and Campaign. Urban Social Forum kali ini adalah yang ke 6 yang diselenggarakan oleh Yayasan Kota Kita dengan mengusung tema “Another City is Posible”. “Urban Social Forum diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan akses informasi untuk seluruh elemen masyarakat dalam mencari jawaban bersama tentang strategi pembangunan kota yang lebih inklusif. Mengusung slogan “Another City is Possnblet’. USF 6 meyakini bahwa kota di Indonesia yang diidam-idamkan, kota yang lebuh manusiawi adalah mungkin,” kata Ahmad Rifai sebagai penyelenggara yang merupakan direktur Yayasan Kota Kita. Setelah hadir di berbagai Kota di Indonesa Urban Social Forum yang ke 6 ini kembali diselenggarakan di Kota Surakarta yang merupakan Kota Pertama diselenggarakannya Urban Social Forum. Acara ini berpusat di duaa tempat di Surakarta yaitu di Halaman Studio Lokananta dan di Sanggar Rumah Banjarsari. Tidak hanya Solo Bersimfoni yang berpartisipasi dalam kegiatan ini tapi juga banyak organisasi khususnya yang menjalankan kegiatannya di Kota  Surakarta turut meramaikan acara dalam 16 panel diskusi dan 3 loka karya. Setidaknya ada 800 perkiraan peserta yang hadir yang terdiri dari perwakilan organisasi, pelajar, pemuda, dan mahasiswa yang ada di Surakarta.

Belajar Hastha Laku di Urban Social Forum 6th Read More »

Gambar Jambore Pemuda

Solo Bersimfoni ajak Pemuda Kampanyekan Hastha Laku di Sekolah-Sekolah Dalam Acara Jambore Pemuda

Surakarta, Solobersimfoni.org – Menjadi Fasilitator dalam acara Jambore Pemuda, Solo Bersimfoni usung tema Hastha Laku On The Move bagi kalangan remaja khususnya anak sekolah. Hastha Laku akan diajarkan disekolah-sekolah oleh Sahabat Simfoni yang berkolaborasi dengan peserta Jambore Pemuda. Jambore Pemuda merupakan salah satu kegiatan  untuk memperingati hari Sumpah Pemuda. Kali ini Jambore Pemuda mengusung tema Membentuk Sikap Kesalehan Sosial, Kemandirian dan Berbudaya.  Pembukaan Jambore Pemuda dilaksanakan di Tekhnopark hari Kamis pada tanggal 25 Oktober 2018. Kesempatan menyampaikan materi di pembukaan Jambore Pemuda Direktur Operasional Solo Bersimfoni Didik Prasetyanto memperkenalkan apa itu Hastha Laku kepada peserta Jambore Pemuda. Hastha Laku yang merupakan delapan perilaku yang mencerminkan sifat Kesalehan Sosial yang sesuai dengan tema Jambore Pemuda Kali ini dan Visi dari Solo Bersimfoni. Delapan perilaku yang ada dalam hastha laku adalah Guyub Rukun (Kerukunan), Gotong Royong, Tepa Selira (Tenggang Rasa), Ewuh Pekewuh (Saling Menghormati), Pangerten (Saling Menghargai), Grapyak Semanak (Ramah Tamah), Lembah Manah (Rendah Hati), dan Andhap Ansor (Berbudi Luhur). Hastha laku merupakan serapan nilai-nilai budi luhur yang berkembang dalam masyarakat jawa yang ingin dikampanyekan kembali untuk mendorong perilku toleran dan anti kekerasan ini berkaitan erat terhadap nilai-nilai yang bersifat harmonis. Mayoritas Peserta Jambore Pemuda tertarik untuk menjadi tim bersama Solo Bersimfoni untuk mengajarkan Hastha Laku di sekolah-sekolah. Peserta Jambore merupakan perwakilan dari organisasi kepemudaan di Surakarta seperti Pramuka, HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), JCI (Junior Chamber Indonesia) OSIS SMA, dan organisasi kepemudaan lain. Kemudia selama tiga hari  30 dari 150 peserta yang tergabung dalam tim Solo Bersimfoni akan melaksanakan Hastha Laku On The Move  ke SMAN 4 Surakarta, SMKN 1 Surakarta dan,  SMKN 3 Surakarta. Direktur Operasional Solo Bersimfoni Didik Prasetyanto juga mengatakan mengajak pemuda mengajarkan Hastha Laku di sekolah-sekolah merupakan agenda Solo Bersimfoni yang menjadi pijakan awal untuk membangun toleransi di generasi muda khususnya remaja di usia sekolah. Harapannya pemuda yang menjadi peserta dalam acara Jambore Pemuda tidak hanya mengajarkan Hastha Laku dalam acara kali ini saja, namun juga bisa menjadi relawan dan terus menanamkan nilai-nilai Hastha Laku kepada masyarakat yang lebih luas. Tim Media Solo Bersimfoni

Solo Bersimfoni ajak Pemuda Kampanyekan Hastha Laku di Sekolah-Sekolah Dalam Acara Jambore Pemuda Read More »

Gambar Temu Inklusi

Berpartisipasi dalam Temu Inklusi Nasional, Solo Bersimfoni Kenalkan Kesalehan Sosial Kepada Masyarakat Difabel

Surakarta, Solobersimfoni.org – Solo Bersimfoni mengghadiri acara Temu Inklusi 2018 yang dilaksanakan pada 22-25 Oktober di Desa Plembutan, Playen, Gunung Kidul. Temu Inklusi ini merupakan ketiga kalinya, pertama kali dilaksanakan di tahun 2014 dan kedua di tahun 2016. Temu Inklusi merupakan kegiatan pertemuan antara aktivis difabel yang dilaksanakan dua tahun sekali dalam rangka mewujudkan cita-cita Indonesia Inklusif 2030. Kegiatan ini diselenggarakan oleh (Sasana Inklusi dan Gerakan Difabel) dengan bantuan aktivis difabel lain dan masyarakat setempat untuk menjadi panitia. Suharto yang menjadi ketua panitia dalam kegiatan tersebut berharap dengan diselenggarakannya acara ini pemerintan mempunyai rumusan arah kebijakan yang lebih strategis untuk kalangan difabel yang sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan Selain untuk cita-cita Indonesia Inklusif 2030 kegiatan Temu Inklusi ini juga memiliki tujuan lain yaitu Merangkai gagasan untuk perubahan, membangun kepercayaan diri aktivis difabel, dan agar bekerja lebih semangat untuk difabel. Kegiatan diisi oleh beberapa rangkaian acara. Ada Sarasehan, Seminar, Pameran aktifis difabel dan komunitas difabel, dan seni pertunjukan oleh siswa difabel. Kegiatan juga diisi oleh penandatanganan MOU (Master Of Undertranding) antara lembaga Komisi Yudisial dan Sigab (Sasana Inklusi dan Gerakan Difabel) untuk kemudahan akses masyarakat difabel. Solo Bersimfoni turut berpartisipasi dalam pameran para aktivis difabel, bersama dengan AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice) Solo Bersimfoni meamerkan dan membagikan merchandise dan modul yang berkaitan dengan kesalehan social yang merupakan visi dari Solo Bersimfoni. Kru Solo Bersimfoni juga turut aktif dalam memperkenalkan “Kesalehan Sosial” kepada setiap orang yang mengunjungi stand dari Solo Bersimfoni. Harapannya merchandise dan modul yang dibagikan bisa untuk mengkampanyekan apa yang menjadi visi dari Solo Bersimfoni ke masyarakat luas untuk mendorong perilaku toleran dan anti kekerasan. Selain Solo Bersimfoni yang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice), Kompak (kompak kolaborasi masyarakat dan pelayanan untuk kesejahteraan), Sigab (Sasana Inklusi dan Gerakan Difabel), Sapda ( Sentra Advokasi Perempuan,  Difabel dan, Anak, Komisi Yudisial, Dinas Sosial, Dinas Sosial setempat, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Bupati Gunung Kidul dan Komunitas difabel lain.

Berpartisipasi dalam Temu Inklusi Nasional, Solo Bersimfoni Kenalkan Kesalehan Sosial Kepada Masyarakat Difabel Read More »

Gambar Solo Bersimfoni Ajak ibu-ibu Pengajian Bahas  Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

Solo Bersimfoni Ajak ibu-ibu Pengajian Bahas Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

Gunung Kidul, solobersimfoni.org – Bertempat di Rumah Dinas Wakil Walikota Surakarta, Solo Bersimfoni mengundang komunitas pengajian ibu-ibu di lingkungan Surakarta dalam pertemuan rutin Solo Bersimfoni untuk mendiskusikan tema “Peran Perempuan dalam Membentuk Pribadi Kesalehan Sosial di Keluarga dan Masyarakat.” Pada tanggal 16 Oktober 2018. Diskusi ini merupakan bagian dari pertemuan rutin yang diselenggarakan Solo Bersimfoni dalam rangka mengajak elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam membangun kesalehan sosial. Lebih khusus Khresna Bayu Sangka sebagai perwakilan dari Solo Bersimfoni menyampaikan bila diskusi ini menjadi penting untuk dilakukan karena peran keluarga dalam pendidikan sangatlah penting terlebih peran ibu yang semestinya menghabiskan banyak waktu bersama anaknya. Diskusi berjalan mernarik dan peserta terlihat antusias dalam diskusi tersebut. Menyambut perbincangan dalam diskusi Ibu Sinta yang merupakan perwakilan dari Majelis Ta’lim Askadina Karanganyar mengakatan bahwa apa yang dilakukan Solo Bersimfoni merupakan sebuah gebrakan luar biasa. Bisa mengajak ibu-ibu dari berbagai forum pengajian untuk saling bertukan pendapat dan berbagi pengalaman dalam perannya sebagai ibu rumah tangga. Beliau juga menambahkan bahwa asumsi jika pendidikan. Harapannya diskusi ini bisa menjadi awal bagaimana peran ibu-ibu pengajian bisa terus dilibatkan dalam ikut membuat perubahan bagi masyarakat terutama untuk sekedar berbagi ilmu dan tukar pengalaman dalam mendidik anak. Diskusi ini merupakan kali ke tujuh yang telah dilaksanakan oleh Solo Bersimfoni. Bukan hanya mengajak ibu-ibu pengajian, dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya Solo Bersimfoni juga mengajak komunitas-komunitas lain yang ada di Surakarta seperti kalangan difabel, anak-anak muda dan yang lainnya. Selain mengadakan diskusi, Solo Bersimfoni juga turut mengajak elemen masyarakat untuk menjadi Sahabat Simfoni yang akan menjadi duta Solo Bersimfoni untuk turut menyebarkan visinya dalam membentuk masyarakat berkesalehan sosial. Semoga diskusi  ini terus menjadi ikhtiar Solo Bersimfoni dalam mewujudkan misi serta maksud dan tujuannya untuk Membangun ketahanan dan kohesi sosial masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi tindakan kekerasan dan radikal khususnya di kalangan remaja dan anak anak ; dan Mencetak relawan kesalahen sosial yang mandiri dan bersinergi untuk mendorong perilaku toleran dan anti kekerasan. Tim Media Solo Bersimfoni

Solo Bersimfoni Ajak ibu-ibu Pengajian Bahas Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak Read More »

Gambar

Pengembangan Modul Hastha Laku

Dalam rangka melaksanakan misi serta maksud dan tujuan perkumpulan Solo Bersimfoni yaitu (1) Membangun ketahanan dan kohesi sosial masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi tindakan kekerasan dan radikal khususnya di kalangan remaja dan anak anak ; dan (2) Mencetak relawan kesalahen sosial yang mandiri dan bersinergi untuk mendorong perilaku toleran dan anti kekerasan, maka Solo Bersimfoni melaksanakan program dengan strategi Cultural & Behavior Approach Activity dimulai dengan penyusunan Modul Pelatihan dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Modul Pelatihan disusun dengan menggali berbagai informasi yang menyangkut perilaku menyimpang di remaja dan anak-anak yang menimbulkan resistensi konflik dan kekerasan, baik kekerasan secara simbolik maupun kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan sekolah dan kehidupan bermasyarakat. Selaku informan dan nara sumber adalah para guru / pengajar, pengurus OSIS, orang tua siswa, tokoh organisasi kepemudaan, organisasi wanita, budayawan, para pakar pendidikan dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Penyusunan Modul Solo Bersimfoni bekerjasama dengan Pustapako UNS dengan menghasilkan Modul Hastha Laku. Hastha Laku adalah 8 (hastha) laku (Perilaku) budaya jawa terpilih yang kemudian akan diturunkan menjadi RPP tematik berdasarkan atas kejadian yang berkembang di lingkungan tertentu untuk menjadi instrumen pembelajaran selanjutnya ke kelompok / instansi target. Dengan tersusunnya Modul Pelatihan Hastha Laku dan RPP tematik ini, kami berharap dapat menjadi instrumen penting bagi para pengajar / relawan solo bersimfoni untuk memberikan pembelajaran ke kelompok/instansi target dalam hal ini kalangan remaja dan anak-anak khususnya di instansi sekolah SMA / SMK di Soloraya. Modul dan RPP akan terus dikembangkan sehingga memiliki adaptasi dan implementasi untuk dilakukan pembelajaran di tingkat SMP dan SD serta masyarakat luas. Kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Penyusun Modul, juga tim Pustapako UNS dan para pihak yang telah berkontribusi secara aktif dalam penyusunan Modul Hastha Laku. Secara khusus kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Khresna Bayu Sangka, SE, MM, PhD., yang telah memimpin tim secara baik. Kami menyadari bahwa modul Hastha Laku ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami mohon maaf, sekaligus mohon dapat diberikan masukan dan saran yang membangun. Surakarta, Agustus 2018 Perkumpulan Solo Bersimfoni   M. Farid Sunarto Ketua

Pengembangan Modul Hastha Laku Read More »