The history of Solo is closely entwined with the history of the Surakarta Sultanate, which followed the Mataram Sultanate. Solo is well-known as a centre of ancient Javanese culture because it has traditionally served as a political hub and centre for development of Javanese traditions. (more…)
Category: Inside
-

Ulama Besar Internasional Kunjungi Kantor Solo Bersimfoni
Solobersimfoni.org- Surakarta, Rabu 26 Desember tepatnya pada pagi hari Ulama Besar Baitul Maqdis Dr. Muraweh Mousa Nassar datang mengunjungi kantor Solo Bersimfoni. Kedatangan Dr. Muraweh Mousa Nassar adalah dalam rangka bersilaturahmi dan ingin mengenal Perkumpulan Solo Bersimfoni yang merupakan organisasi sosial kemanusiaan di Surakarta.Menyambut baik kunjungannya tim Solo Bersimfoni yaitu Ketua Perkumpulan Solo Bersimfoni M. Farid Sunarto, S.Pd, M.Si dan Direktur Branding Solo Bersimfoni Agung Nur Probohudono S.E., Ak., M.Si., Ph.D menjelaskan beberapa program yang selama ini dilakukan Solo Bersimfoni dan di dalam program Solo Bersimfoni selalu menjunjung tinggi kemanusiaan, membuat keharmonisan bagi masyarakat dan membangun apa yang disebut dengan kesalehan sosial. Kesalehan sosial merupakan ciri dari perilaku yang menerapkan nilai-nilai luhur Hastha Laku yang juga sudah lekat dengan Solo Bersimfoni yang merupakan salah satu cara dalam menciptakan kesalehan sosial menggunakan pendekatan budaya.
Dr. Muraweh Mousa Nassar sangat bersimpati dengan apa yang sudah dilakukan oleh Solo Bersimfoni terutama terkait kemanusiaan. Beliau berharap program-program yang sudah dilaksanakan tidak hanya berhenti di tingkat lokal namun bisa dibawa ke arah nasional bahkan global karena hal-hal seperti ini lah yang sesungguhnya sedang dibutuhkan oleh banyak orang.
-

Ketua Solo Bersimfoni: Selamat atas Terselenggaranya Upacara Serah Terima Jabatan Komandan Paspamres
Solobersimfoni.org- Jakarta, Rabu 19 Desember 2018 telah berlangsung upacara serah terima jabatan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dari Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) kepada Brigjen TNI Maruli Sumanjuntak, M.Sc di lapangan Setia Waspada Markas Komando Paspamres.Sertijab Danpaspampres ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan dan penandatanganan naskah serah terima jabatan yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tongkat komando dan pataka pasukan pengamanan presiden.
Ketua Solo Bersimfoni M. Farid Sunarto turut hadir dalam acara ini. Dalam Kesempatannya berdiskusi dengan Brigjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc yang telah resmi menjabat sebagai Komandan Paspamres Ketua Solo Bersimfoni turut menyampaikan selamat atas amanah baru yang diemban dan menyampaikan juga komitmen dari Perkumpulan Solo Bersimfoni untuk menjaga perdamaian dan keharmonisan Bangsa Indonesia.
Selain itu Ketua Solo Bersimfoni juga sedikit mempresentasikan kegiatan yang selama ini dilakukan oleh Solo Bersimfoni. Ketua Solo Bersimfoni menjelaskan mulai niatan awal dibentuknya perkumpulan Solo Bersimfoni untuk turut menjaga keharmonisan Bangsa Indonesia dan tujuan Solo Bersimfoni yang berusaha membentuk sikap kesalehan sosial dikalangan pemuda dengan berbagai kegiatan yang selama ini dilakukan yang menggunakan pendekatan kultural.
Turut Hadir dalam acara ini sejumlah petinggi TNI, di antaranya KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAU Marsekal Yuyu Sutisna, KSAL Laksamana Siwi Sukma Aji serta Ketua DPR Bambang Soesatyo.
-

Belajar Hastha Laku di Urban Social Forum 6th
Solobersimfoni.org.- Surakarta, Berpartisipasi dalam kegiatan Urban Socal Forum yang diselenggarakan Yayasan Kota Kita, Solo Bersimfoni hadir dan menyampaikan materi untuk menjaga dan mendorong toleransi dalam berkehidupan di tengah kota. Bertempat di Halaman Studio Lokananta, Solo Bersimfoni Hadir dalam panel 09, pada hari Sabtu 15 Desember 2018 dengan dengan materi bertemakan “Hastha Laku Penjaga Toleransi”. Ketua Solo Bersimfoni M. Farid Sunarto, S. Pd, M. Si dalam materinya mengenalkan dan mengkampanyekan nilai-nilai luhur Hastha Laku yang selama ini konsisten dikampanyekan oleh Solo Bersimfoni kepada peserta.Dalam kesempatan materi yang diberikan Solo Bersimfoni peserta terlihat antusias dalam mengenal lebih jauh tentang Hastha Laku. Terlihat dari banyaknya antusias dalam sesi diskusi, bahkan ada yang menyampaikan ketertarikannya untuk bergabung menjadi volunteer Solo Bersimfoni. Memang selain membawakan materi tentang Hastha Laku Ketua Solo Bersimfoni M. Farid Sunarto, S. Pd, M. Pd. Juga menyampaikan terkait tiga pilar yang digunakan oleh Solo Bersimfoni yaitu Riset yang menghasilkan Modul Hastha Laku, Training of Trainer Solo Bersimfoni yang akan menghasilkan Volunter yang biasa disebut Sahabat Simfoni dan Branding and Campaign.
Urban Social Forum kali ini adalah yang ke 6 yang diselenggarakan oleh Yayasan Kota Kita dengan mengusung tema “Another City is Posible”. “Urban Social Forum diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan akses informasi untuk seluruh elemen masyarakat dalam mencari jawaban bersama tentang strategi pembangunan kota yang lebih inklusif. Mengusung slogan “Another City is Possnblet’. USF 6 meyakini bahwa kota di Indonesia yang diidam-idamkan, kota yang lebuh manusiawi adalah mungkin,” kata Ahmad Rifai sebagai penyelenggara yang merupakan direktur Yayasan Kota Kita.
Setelah hadir di berbagai Kota di Indonesa Urban Social Forum yang ke 6 ini kembali diselenggarakan di Kota Surakarta yang merupakan Kota Pertama diselenggarakannya Urban Social Forum. Acara ini berpusat di duaa tempat di Surakarta yaitu di Halaman Studio Lokananta dan di Sanggar Rumah Banjarsari. Tidak hanya Solo Bersimfoni yang berpartisipasi dalam kegiatan ini tapi juga banyak organisasi khususnya yang menjalankan kegiatannya di Kota Surakarta turut meramaikan acara dalam 16 panel diskusi dan 3 loka karya. Setidaknya ada 800 perkiraan peserta yang hadir yang terdiri dari perwakilan organisasi, pelajar, pemuda, dan mahasiswa yang ada di Surakarta.
-

Antusias Millenial Dalam Pentas Ketoprak Solo Bersimfoni
Satu Persatu remaja memasuki pelataran Radio Republik Indonesia mereka langsung mengisi presensi dan tidak meninggalkan untuk berfoto bersama kerabatnya di photoboot yang disediakan oleh panitia. Tidak lama kemudia pelataran RRI mulai dipenuhi oleh generasi millennial yang terlihat asik bercengkrama dengan teman sebayanya dan menikmati hidangan yang disajikan stand-stand angkringan secara gratis. Sabtu, 24 November 2018 Solo Bersimfoni mengadakan pentas Ketoprak dengan Lakon Cempoko Mulyo. Dalam Lakonnya pementasan Ketoprak tersebut menampilkan pesan damai dengan nilai Hastha Laku yang mewarnai setiap alur cerita. Pementasan Ketoprak tersebut memang secara khusus ditujukan untuk generasi Millenial dengan maksudu untuk mendorong perilaku toleransi di kalangan remaja dan merawat perdamaian yang selama ini menjadi kebanggaan Kota Surakarta. 165 siswa Sekolah Menengah yang ada di Surakarta dan kelompok remaja lain memang sengaja diundang untuk mencapai tujuan tersebut.Antusiasme pemuda dalam kegiatan tersebut pasti bisa dirasakan setiap orang yang hadir disana. Lebih dari seribu orang memenuhi halaman RRI tempat pentas ketoprak disiarkan. Bahkan ketika pintu utama dibuka seluruh hadirin ingin segera untuk bisa masuk ke dalam. Sayangnya memang auditorium tempat dilaksanakannya pementasan tidak sanggup untuk menampung banyaknya peserta yang hadir, akhirnya yang tidak mendapat tempat harus puas dengan menonton di depan layar yang memang sudah disediakan oleh panitia.
Di tempat yang sama juga terdapat festival wedangan yang memeriahkan acara tersebut. Ada delapan gerobak wedangan yang menjajakan hidangannya secara gratis. Selain untuk menyuguhi tamu undangan adanya gerobak wedangan ini juga sebagai media untuk mengkampanyekan nilai-nilai Hastha Laku yang selama ini ingin dipopulerkan oleh Solo Bersimfoni. Gerobak-gerobak tersebut dinamai dengan nilai-nilai yang terdapat dalam delapan nilai Hastha Laku.
Pementasan tersebut tidak hanya dihadiri oleh anak muda saja. Pun juga dihadiri oleh orang dewasa yang tertarik dengan pementasan ketoprak selain itu Solo Bersimfoni juga mengundang para Guru dan Kepala Sekolah baik SMP dan SMA, Stake Holder Kota Surakarta, dan para aktivis kepemudaan juga para pengusaha muda. Wakil Walikota Surakarta Bapak Ahmad Purnomo dan Ketua KADIN Surakarta Bapak Haryanto Gareng juga menyempatkan menghadiri acara ini.
Acara yang dilangsungkan pada malam minggu ini juga menjadi hiburan tersendiri bagi warga Surakarta, bukan hanya menghibur tapi juga mempunyai sisi edukatif bagi masyarakat. Sebagai Ketua Perkumpulan Solo Bersimfoni Bapak Farid Sunarto dalam sambutannya mengatakan bahwa Solo Bersimfoni memang fokus dalam mendorong terwujudnya rasa toleransi untuk masyarakat dan yang mejadi gerakannya adalah mewujudkan Kesalehan Sosial dengan pendekatan budaya menggunakan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa yang dirangkum dalam Hastha Laku. Solo Bersimfoni berkomitmen dalam mendorong dan merawat perdamaian yang ada di Kota Surakarta dan Indonesia.
-

ToT 4 : Intermediete Training Sahabat Simfoni
Karanganyar, Solobersimfoni.org – Solo Bersimfoni kembali mengadakan Training of Trainer yang ke empat. Training ini berbeda dengan ToT yang sebelummnya dilaksanakan. Training kali ini yang menjadi peserta adalah seluruh Sahabat Simfoni dari ToT 1 – ToT 3. Dengan mengumpulkan seluruh Sahabat Simfoni diharapkan agar para Sahabat bisa saling mengenal dan lebih mengakrabkan diri sebagai keluarga. Karena nantinya Sahabat Simfoni akan terus bekerjasama dalam membuat program dan menjalankannya tanpa memandang dia dari ToT berapa. Ketua Solo Bersimfoni M Farid Sunarto dalam sambutannya mengatakan bahwa akan terus mengajak dan memfasilitasi Sahabat Simfoni dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan Solo Bersimfoni dan Solo Bersimfoni sangat membutuhkan masukan dari Sahabat untuk kegiatan yang akan dilaksanakan kedepannya agar apa yang Solo Bersimfoni lakukan bisa tepat pada sasaran.Training dilaksanakan di Hotel Indah Palace, Tawangmangu, Karanganyar pada tanggal 9-11 November 2018. ToT kali ini mengusung tema “Menjadi Relawan Kesalehan Sosial yang Mandiri dan Bersinergi untuk Mendorong Perilaku Toleran”. Selain dengan tujuan untuk mengakrabkan Sahabat Simfoni lebih jauh Solo Bersimfoni ingin mengajak Sahabat untuk mendiskusikan berbagai hal terutama media pembelajaran dalam rangka menanamkan nilai Hastha Laku kepada sasaran Solo Bersimfoni yaitu remaja usia 15-18 tahun.
Sebelum mendiskusikan strategi lanjutan para peserta diberika beberapa materi untuk pembekalan agar lebih mantap dalam membuat media pembelajaran di hari pertama, materi tersebut seperti Strategi pembelajaran, Strategi Komunikasi Visual, dan Hastha Laku dalam kehidupan sehari-hari. Direktur Beranding Solo Bersimfoni Agung Nur Probohudono mengibaratkan ToT 4 kali ini adalah sebagai Intermediete Training dan ToT 1 – ToT 3adalah Basic Training karena dalam ToT 4 merupakan mater lanjutan dari ToT sebelumnya, dan beliau mengatakan bahwa bisa jadi di kemudian hari akan ada Advance Training bagi Sahabat Simfoni.
Dihari berikutnya peserta lebih banyak berdiskusi tentang cara taktis dalam menanamkan nilai Hastha Laku bagi remaja. Banyak ide-ide yang muncul dari peserta seperti membuat games yang mengandung nilai-nilai Hastha Laku, membuat kampanye-kampanye dalam bentuk visual dan kegiatan-kegiatan apa yang akan mereka jalankan. Salah satu peserta Fadillah Wahyu Nursep Pradana atau biasa dipanggil Afandi mengatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi dirinya karna banyak materi yang ia dapat, harapannya adalah banyak ide-ide yang muncul dapat segera terealisasi.
-

Solo Bersimfoni ajak Pemuda Kampanyekan Hastha Laku di Sekolah-Sekolah Dalam Acara Jambore Pemuda
Surakarta, Solobersimfoni.org – Menjadi Fasilitator dalam acara Jambore Pemuda, Solo Bersimfoni usung tema Hastha Laku On The Move bagi kalangan remaja khususnya anak sekolah. Hastha Laku akan diajarkan disekolah-sekolah oleh Sahabat Simfoni yang berkolaborasi dengan peserta Jambore Pemuda. Jambore Pemuda merupakan salah satu kegiatan untuk memperingati hari Sumpah Pemuda. Kali ini Jambore Pemuda mengusung tema Membentuk Sikap Kesalehan Sosial, Kemandirian dan Berbudaya. Pembukaan Jambore Pemuda dilaksanakan di Tekhnopark hari Kamis pada tanggal 25 Oktober 2018.Kesempatan menyampaikan materi di pembukaan Jambore Pemuda Direktur Operasional Solo Bersimfoni Didik Prasetyanto memperkenalkan apa itu Hastha Laku kepada peserta Jambore Pemuda. Hastha Laku yang merupakan delapan perilaku yang mencerminkan sifat Kesalehan Sosial yang sesuai dengan tema Jambore Pemuda Kali ini dan Visi dari Solo Bersimfoni. Delapan perilaku yang ada dalam hastha laku adalah Guyub Rukun (Kerukunan), Gotong Royong, Tepa Selira (Tenggang Rasa), Ewuh Pekewuh (Saling Menghormati), Pangerten (Saling Menghargai), Grapyak Semanak (Ramah Tamah), Lembah Manah (Rendah Hati), dan Andhap Ansor (Berbudi Luhur). Hastha laku merupakan serapan nilai-nilai budi luhur yang berkembang dalam masyarakat jawa yang ingin dikampanyekan kembali untuk mendorong perilku toleran dan anti kekerasan ini berkaitan erat terhadap nilai-nilai yang bersifat harmonis.
Mayoritas Peserta Jambore Pemuda tertarik untuk menjadi tim bersama Solo Bersimfoni untuk mengajarkan Hastha Laku di sekolah-sekolah. Peserta Jambore merupakan perwakilan dari organisasi kepemudaan di Surakarta seperti Pramuka, HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), JCI (Junior Chamber Indonesia) OSIS SMA, dan organisasi kepemudaan lain. Kemudia selama tiga hari 30 dari 150 peserta yang tergabung dalam tim Solo Bersimfoni akan melaksanakan Hastha Laku On The Move ke SMAN 4 Surakarta, SMKN 1 Surakarta dan, SMKN 3 Surakarta.
Direktur Operasional Solo Bersimfoni Didik Prasetyanto juga mengatakan mengajak pemuda mengajarkan Hastha Laku di sekolah-sekolah merupakan agenda Solo Bersimfoni yang menjadi pijakan awal untuk membangun toleransi di generasi muda khususnya remaja di usia sekolah. Harapannya pemuda yang menjadi peserta dalam acara Jambore Pemuda tidak hanya mengajarkan Hastha Laku dalam acara kali ini saja, namun juga bisa menjadi relawan dan terus menanamkan nilai-nilai Hastha Laku kepada masyarakat yang lebih luas.
Tim Media
Solo Bersimfoni
-

Berpartisipasi dalam Temu Inklusi Nasional, Solo Bersimfoni Kenalkan Kesalehan Sosial Kepada Masyarakat Difabel
Surakarta, Solobersimfoni.org – Solo Bersimfoni mengghadiri acara Temu Inklusi 2018 yang dilaksanakan pada 22-25 Oktober di Desa Plembutan, Playen, Gunung Kidul. Temu Inklusi ini merupakan ketiga kalinya, pertama kali dilaksanakan di tahun 2014 dan kedua di tahun 2016. Temu Inklusi merupakan kegiatan pertemuan antara aktivis difabel yang dilaksanakan dua tahun sekali dalam rangka mewujudkan cita-cita Indonesia Inklusif 2030. Kegiatan ini diselenggarakan oleh (Sasana Inklusi dan Gerakan Difabel) dengan bantuan aktivis difabel lain dan masyarakat setempat untuk menjadi panitia.Suharto yang menjadi ketua panitia dalam kegiatan tersebut berharap dengan diselenggarakannya acara ini pemerintan mempunyai rumusan arah kebijakan yang lebih strategis untuk kalangan difabel yang sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan
Selain untuk cita-cita Indonesia Inklusif 2030 kegiatan Temu Inklusi ini juga memiliki tujuan lain yaitu Merangkai gagasan untuk perubahan, membangun kepercayaan diri aktivis difabel, dan agar bekerja lebih semangat untuk difabel. Kegiatan diisi oleh beberapa rangkaian acara. Ada Sarasehan, Seminar, Pameran aktifis difabel dan komunitas difabel, dan seni pertunjukan oleh siswa difabel. Kegiatan juga diisi oleh penandatanganan MOU (Master Of Undertranding) antara lembaga Komisi Yudisial dan Sigab (Sasana Inklusi dan Gerakan Difabel) untuk kemudahan akses masyarakat difabel.
Solo Bersimfoni turut berpartisipasi dalam pameran para aktivis difabel, bersama dengan AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice) Solo Bersimfoni meamerkan dan membagikan merchandise dan modul yang berkaitan dengan kesalehan social yang merupakan visi dari Solo Bersimfoni. Kru Solo Bersimfoni juga turut aktif dalam memperkenalkan “Kesalehan Sosial” kepada setiap orang yang mengunjungi stand dari Solo Bersimfoni. Harapannya merchandise dan modul yang dibagikan bisa untuk mengkampanyekan apa yang menjadi visi dari Solo Bersimfoni ke masyarakat luas untuk mendorong perilaku toleran dan anti kekerasan.
Selain Solo Bersimfoni yang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice), Kompak (kompak kolaborasi masyarakat dan pelayanan untuk kesejahteraan), Sigab (Sasana Inklusi dan Gerakan Difabel), Sapda ( Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan, Anak, Komisi Yudisial, Dinas Sosial, Dinas Sosial setempat, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Bupati Gunung Kidul dan Komunitas difabel lain.


