Tag: toleransi di surakarta

  • Berbagi Praktik Baik Sekolah Adipangastuti: Inovasi, Kolaborasi, dan Transformasi Pendidikan Karakter

    Berbagi Praktik Baik Sekolah Adipangastuti: Inovasi, Kolaborasi, dan Transformasi Pendidikan Karakter

    Hotel Asia, 25 September 2025 – Sekolah Adipangastuti di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V, VI, dan VII Provinsi Jawa Tengah berkumpul dalam Focus Group Discussion (FGD) Riset Dampak Sekolah Adipangastuti Tahun 2025 untuk berdiskusi dalam mencari bentuk praktik baik Sekolah Adipangastuti. Kegiatan ini merupakan rangkaian riset dan evaluasi serta menjadi ruang refleksi bersama atas implementasi program Sekolah Adipangastuti yang telah berjalan sejak 2019. Dalam kegiatan ini, dipaparkan berbagai capaian, inovasi, tantangan, hingga usulan strategis untuk keberlanjutan program di masa depan.

     

    Kegiatan FGD dibuka oleh Direktur Eksekutif Solo Bersimfoni, M. Farid Sunarto, S.Pd., M.Si., Beliau berterima kasih atas partisipasi dari sekolah dan dukungan dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah, dalam hal ini melalui Cabang Dinas Wilayah, terkait pelaksanaan Sekolah Adipangastuti di Jawa Tengah. Dalam laporan evaluasi yang dipaparkan oleh Khresna Bayu Sangka, Ph.D., Direktur Riset Solo Bersimfoni, dan Dr. (Cand.) Okta Hadi Nurcahyono, tim riset Solo Bersimfoni, disebutkan bahwa sebanyak 1.941 responden telah memberikan umpan balik terhadap program ini. Salah satu temuan penting adalah tingginya minat siswa terhadap topik P5 seperti kewirausahaan, kearifan lokal, dan nilai-nilai Hasthalaku, meskipun posisi Sekolah Adipangastuti masih berada di urutan ke-8 dalam prioritas persepsi siswa. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan komunikasi dan penyelarasan implementasi program dengan minat siswa.

    Branding Hasthalaku dan Efektivitas Media Sosial

    Salah satu aspek penting yang banyak dibahas adalah branding dan publikasi program melalui media sosial sekolah. Pengalaman dari berbagai sekolah menunjukkan beragam praktik menarik. Di SMAN 6 Surakarta mengusung nilai hasthalaku dalam partisipasi siswa di ajang beauty pageant. Selain itu, branding sekolah menarik kunjungan dari luar daerah seperti SMAN di Balikpapan. Namun, keterlibatan siswa dalam manajemen media sosial masih menjadi tantangan.

    SMAN 1 Karanganyar mengungkapkan transformasi besar setelah program Adipangastuti. Sekolah kini memiliki media center dan aktif di Instagram dan TikTok, dengan pelibatan siswa yang mulai ditingkatkan. Inovasi yang sama dilakukan di SMAN 1, 2, dan 3 Sragen dengan program podcast sebagai sarana komunikasi nilai dan identitas sekolah. Hasilnya pun membanggakan, sekolah mendapatkan juara berbagai lomba literasi tingkat provinsi hingga nasional.

    SMAN 2 Klaten menambahkan bahwa pelatihan media sosial sangat dibutuhkan agar siswa dapat menghasilkan konten yang konsisten dan berkualitas. Kegiatan literasi seperti pembuatan konten video dan poster sudah berjalan bahkan selama liburan sekolah.

    Penggunaan media sosial dinilai positif oleh warga sekolah maupun masyarakat sekitar. SMAN 1 Jatisrono melaporkan bahwa program jurnalistik dan pemanfaatan media sosial memberi dampak signifikan pada keterlibatan siswa. Sementara itu, SMAN 1 Gemolong mencatat bahwa branding Adipangastuti lebih mudah dikenal dibanding Hasthalaku, menunjukkan perlunya penyegaran atau penguatan komunikasi tentang nilai-nilai inti Hasthalaku.

    Pengembangan Literasi dan Pembelajaran Proyek

    Sesi ini menyoroti keberlanjutan praktik literasi dan pembelajaran berbasis proyek. Seperti di SMAN 1 Wonogiri menjalankan kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dan mading tematik berbasis Hasthalaku, meskipun penerbitan buku mengalami stagnasi. Sedangkan di SMAN 1 Karanganyar memanfaatkan website untuk publikasi hasil literasi siswa, meski masih mencari bentuk evaluasi yang ideal.

    SMAN 6 Surakarta menerapkan program Jumat Siti Sekar Mayang, di mana siswa berbagi pengalaman tentang Hasthalaku sebagai bagian dari penguatan literasi personal. SMAN 1 Surakarta, yang sudah menghasilkan 4 (empat) buku selama program Sekolah Adipangastuti, menjalankan program literasi dalam tiga tahap dengan pendekatan kontekstual dan berbasis komunitas. Ini mencakup wawancara lapangan dan refleksi kritis, yang terintegrasi dengan mata pelajaran.

    SMAN 3 Sragen membuat program baru yang diberi nama Gamalae, yang bertujuan untuk pembentukan perilaku dan karakter siswa sebagai wujud visi FiveBer. Program ini menggabungkan literasi, tanggung jawab lingkungan, dan kedalaman pembelajaran.

    Inovasi Kolaboratif dan Dukungan

    Kegiatan kolaboratif di berbagai sekolah menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus didukung semua pihak. Seperti yang sudah dilakukan pada SMAN 2 Boyolali dan SMAN 1 Kartasura yang mengembangkan ketoprak dan mars dalam Bahasa Jawa sebagai bentuk pelestarian budaya. SMAN 1 Mojolaban aktif dengan podcast mingguan, bulletin LIMO, dan kampanye anti-bullying bersama Yayasan Kakak Surakarta.

    Kepala SMAN Karangpandan, yang sebelumnya adalah Kepala SMAN 1 Karanganyar, mengadopsi program sekolah sebelumnya seperti membuat taman Hasthalaku, senin literasi-numerasi, serta membangun media center. Dalam diskusi, SMA Muhammadiyah 1 Surakarta menunjukkan bahwa nilai hasthalaku dapat bersinergi dengan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Sedangkan di SMAN 1 Sumberlawang berfokus pada pembelajaran mendalam berbasis 7 kebiasaan anak hebat serta pelatihan guru dalam penguatan critical thinking.

    Dari sisi kebijakan dan regulasi, Cabang Dinas Wilayah V dan VI menyatakan apresiasi terhadap inovasi yang telah dilakukan oleh sekolah-sekolah. Ke depan, diharapkan program Adipangastuti dapat secara resmi masuk ke dalam struktur kokurikuler sekolah pada tahun 2026. Pertemuan semacam ini dinilai sangat penting sebagai wadah saling belajar dan berbagi antar sekolah.

    Menyemai Karakter, Menumbuhkan Harapan

    Pertemuan di Hotel Asia ini menegaskan bahwa Program Sekolah Adipangastuti tidak hanya tentang serangkaian kegiatan, tetapi tentang pembentukan karakter yang kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dari pengembangan media sosial, literasi, seni budaya, hingga kolaborasi lintas stakeholder, Sekolah Adipangastuti di Jawa Tengah telah menunjukkan bahwa pendidikan karakter bisa menjadi jiwa dari proses pembelajaran.

    Tantangan tentu masih ada seperti konsistensi pelaksanaan, pengelolaan SDM, evaluasi program, hingga kebutuhan pelatihan lanjutan. Namun dengan semangat berbagi praktik baik dan saling menguatkan, Program Sekolah Adipangastuti diyakini akan terus tumbuh sebagai fondasi pendidikan masa depan yang lebih manusiawi, berbudaya, dan bermakna.

  • Solo Bersimfoni Audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah: Sinergi Penguatan Karakter melalui Program Sekolah Adipangastuti

    Solo Bersimfoni Audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah: Sinergi Penguatan Karakter melalui Program Sekolah Adipangastuti

    Semarang, 2 September 2025 — Solo Bersimfoni melakukan audiensi resmi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Disdikbud Jateng), untuk menyampaikan laporan pelaksanaan program, serta menjajaki kolaborasi lebih lanjut dalam penguatan karakter dan perlindungan peserta didik melalui Program Sekolah Adipangastuti. Kegiatan ini dengan dukungan Australia Indonesia Partnership for Justice Phase 3 (AIPJ3) melalui program Bridging Fund.

    Kegiatan audiensi ini berlangsung di Aula C kantor Disdikbud Jateng dan diterima oleh Bidang Pembinaan Kebudayaan dan Bidang Pembinaan SMA beserta timnya. Dalam kesempatan ini, Ketua Solo Bersimfoni, M. Farid Sunarto, S.Pd., M.Si., dan Diektur Program Solo Bersimfoni, Prof. Agung Nur Probohudono, Ph.D., memaparkan kiprah lembaga dalam mendampingi sekolah-sekolah di Jawa Tengah sejak 2019, khususnya dalam isu-isu strategis seperti pencegahan kekerasan di sekolah, pengembangan karakter siswa, penguatan nilai keberagaman, serta pembangunan budaya sekolah yang ramah dan inklusif.

    Pelaporan dan Rencana Kolaborasi

    Solo Bersimfoni menyampaikan berbagai capaian program sampai akhir 2025, mulai dari implementasi Program Sekolah Adipangastuti di 67 Sekolah Menengah di Jawa Tengah dan beberapa advokasi kebijakan kepemudaan di tingkat kota sampai provinsi. Selain itu, Solo Bersimfoni juga menyampaikan program yang akan dilakukan sampai akhir tahun 2025 terkait pelaksanaan Program Sekolah Adipangastuti hingga pelatihan Duta Sekolah Adipangastuti sebagai kepanjangan tangan menyebarkan hasthalaku di lingkungan sekolah. Solo Bersimfoni juga menekankan pentingnya pendekatan yang partisipatif dan berbasis komunitas sekolah, agar program tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menyentuh keseharian peserta didik dan tenaga pendidik.

    Sebagai tindak lanjut program, Solo Bersimfoni mengajukan dua inisiatif utama yang memerlukan dukungan Dinas:

    1. Pelatihan TPPK (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan) di sekolah-sekolah Adipangastuti se-Jawa Tengah, untuk memperkuat kapasitas tim dalam mencegah, menangani, dan melaporkan kekerasan di lingkungan sekolah secara efektif.
    2. Program “Sebar Kawruh Sekolah Adipangastuti”, yang akan menjadi ajang pembelajaran dan inspirasi bagi siswa dan guru, serta menghadirkan Kepala Dinas sebagai narasumber utama untuk memberikan materi tentang “Pembentukan Karakter Pelajar Jawa Tengah yang Berbudaya dan Berintegritas.”

    Dukungan dan Harapan

    Menanggapi pemaparan tersebut, Sulistiono, S.Sn., Subkor Sejarah dan Tradisi Bidang Pembinaan Kebudayaan Disdikbud Jateng memberikan apresiasi atas konsistensi dan kepedulian Solo Bersimfoni dalam mendampingi sekolah-sekolah di Jawa Tengah, khususnya dalam isu-isu yang sering kali dianggap sensitif namun sangat penting untuk ditangani bersama.

    Beliau memaparkan kegiatan Bidang Pembinaan Kebudayaan yang bisa dikolaborasikan dengan Solo Bersimfoni di semester akhir 2025, seperti penanaman watak dan budi pekerti sejak dini, napak tilas mengikuti jejak kepahlawanan, kemah budaya, serta gelar budaya. Semua kegiatan ini berkaitan dengan pembentukan karakter siswa.
    Sumaryati, S.E., M.Si., analis peserta didik yang mewakili Bidang Pembinaan SMA, juga menyampaikan terima kasih dan dukungannya terhadap program Solo Bersimfoni, baik yang sudah dilakukan maupun yang sedang direncanakan. Selain itu, beliau menyampaikan tentang kegiatan Bidang Pembinaan SMA yang terkait dengan pengembangan karakter dan bisa dikolaborasikan dengan Solo Bersimfoni, seperti In House Training (IHT) Pendidikan Karakter dan Musyawarah Kerja Forum OSIS Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

    Penutup

    Audiensi ini menjadi langkah strategisdalam memperkuat kolaborasi antara lembaga masyarakat dan pemerintah daerah, khususnya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih manusiawi dan berkarakter. Solo Bersimfoni dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan mempersiapkan agenda bersama yang berdampak luas dan berkelanjutan.

    “Dengan Sekolah Adipangastuti, harapannya siswa tidak hanya lulus dengan nilai yang baik, tetapi juga bisa menjadi agen perubahan melalui karakter hasthalaku,” – Prof Agung Nur Probohudono, Ph.D.

  • KEPALA PUSPEKA APRESIASI KERJA SOLO BERSIMFONI DAN MODEL SEKOLAH ADIPANGASTUTI

    KEPALA PUSPEKA APRESIASI KERJA SOLO BERSIMFONI DAN MODEL SEKOLAH ADIPANGASTUTI

    Jakarta 5/4/2023. Dalam rangka penyusunan modul P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka yang tengah disusun, Solo Bersimfoni melakukan audiensi kepada Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Ibu Rusprita Putri Utami, di Kantor Puspeka Kemendikbud Ristek, Gedung C Lantai 18, Kemendikbud Ristek, Senayan, Jakarta.

    Selaku Kepala Puspeka, Ibu Rusprita sangat mengapresiasi langkah Solo Bersimfoni dalam upaya implementasi kurikulum berbasis projek, khususnya tematik Bhineka Tunggal Ika melalui program Sekolah Adipangastuti. Sekolah Adipangastuti melakukan pendekatan yang sangat khas yaitu nilai budaya lokal yang dinamakan hasthalaku atau delapan perilaku yaitu gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, pangerten, andhap asor dan tepa selira.

     

    Lebih lanjut, Ibu Rusprita menjelaskan bahwa Kemendikbud Ristek RI, khususnya Puspeka, mendapatkan mandat terkait penguatan Profil Pelajar Pancasila dan juga pencegahan kekerasan pada satuan pendidikan, meliputi perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi atau yang kerap disebut Tiga Dosa Pendidikan.

    Puspeka sendiri berkomitmen melakukan penguatan karakter peserta didik yang beracuan pada enam Profil Pelajar Pancasila yang saat ini terus digalakkan. Begitu juga dengan Solo Bersimfoni terus mempromosikan pesan perdamaian dan toleransi melalui model sekolah Adipangastuti dan juga modul P5 khususnya berbasis projek tema Bhinneka Tunggal Ika yang diintegrasikan dengan Perpres No 7/2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).

     

    Sebagai bentuk dukungan dan kerja,sama, Solo Bersimfoni diberikan kesempatan turut membantu Kemendikbud Ristek RI dalam penyusunan Buku Saku Profil Pelajar Pancasila. Buku saku ini nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu sumber bacaaan untuk meningkatkan pemahaman terkait Profil Pelajar Pancasila kepada guru, tenaga kependidikan, orang tua, siswa, dan masyarakat umum.

     

  • Dukungan Pemprov Jateng dalam Implementasi Sekolah Adipangastuti

    Dukungan Pemprov Jateng dalam Implementasi Sekolah Adipangastuti

    Rabu, 4 Januari 2023 telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangkaian penyusunan Modul Panduan Kurikulum P5 Berbasis Projek Sekolah Adipangastuti di Olifant Resto, Semarang. Dalam kegiatan ini hadir Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Provinsi Jateng, Bapak Syamsudin Isnaini, S.STP., SH., Tim Pengembang Kurikulum Disdik Jateng yang juga Kepala SMAN 1 Semarang, Dr Kusno, M.Pd., Analis Ahli Madya Biro Kesra Provinsi Jateng, Ibu Woro Boedi Sayekti, SH, MM., serta Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jateng.

    Dalam kegiatan FGD ini Bapak Arief Rahmawan, M.Pd., Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Gemolong, yang merupakan salah satu tim penyusun modul panduan menjadi narasumber dalam menjelaskan draf modul panduan yang telah disusun. Beliau menerangkan bahwa modul yang disusun ada dua, yaitu modul bagi guru dan siswa. Dalam modul dimasukkan dimensi Pancasila dengan menggunakan topik yang disesuaikan dengan dimensi kearifan lokal dan Bhineka Tunggal Ika yang sesuai dengan hasil Rancangan Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme (RAN PE). “Modul berisikan narasi-narasi kontra yang menyenangan kemudian di akhir akan ada projek kolaborasi oleh siswa dengan tujuan menyesuaikan tujuan RAN PE di pendidikan”, jelas Pak Arief.

    Pak Syamsudin dalam tanggapannya menyatakan bahwa Dinas Pendidikan secara penuh mendukung program yang akan dilakukan oleh Solo Bersimfoni. “Tim Pengembangan Kurikulum dari dinas akan ikut mendampingi dalam penyusunan modul ini agar modul yang dihasilkan lebih mudah diterapkan di sekolah”, lanjutnya. Selain itu akan dilakukan sinergi antara Dinas Pendidikan, Bappeda dan Kesbangpol serta memungkinkan dilaksanakannya kolaborasi dengan Biro Kesra dalam implementasi Sekolah Adipangastuti tahun 2023 di Provinsi Jawa Tengah setelah modul panduan pengembangan P5 kurikulum berbasis projek ini selesai disusun. Harapannya dengan adanya dukungan dari dinas, maka guru-guru SMA di Jawa Tengah akan mendapatkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan.

    Tim pengembang kurikulum Disdik Provinsi Jateng, Bapak Kusno, selain memastikan modul panduan kurikulum dapat diterapkan dengan baik juga siap membantu dalam mensosialisasikan penerapam Sekolah Adipangastuti. Tinjauan dari modul tersebut dinilai menjadi pemantik di tingkat sekolah untuk melaksanakan program secara soft tapi berhasil sesuai sasaran. “Usia remaja kini perlu membicarakan tentang toleransi yang tidak perlu dibenturkan dengan substansi agama, sehingga agar menarik perlu menggunakan nilai-nilai kearifan lokal”, ungkapnya. Masukan dari Bapak Kusno, dalam pengenalan awal modul diperlukan narasi tentang hasthalaku. Seperti mengambil dalam P5 yaitu tema Bangunlah Jiwa dan Raga dengan mengemukakan aspek intoleransi, radikalisme, NAPZA, Kekerasan Seksual, dan lainnya dengan penggunaan narasi yang diperhalus. Selain itu, moderasi beragama diterjemahkan menjadi sebuah aktivitas kegiatan.

    Biro Kesra Provinsi Jateng juga mendukung penyusunan modul panduan ini. Masukan dari Ibu Woro bahwa diperlukan penambahan dimensi dalam ranah kepemudaan dan kebudayaan. “Pendekatan yang kami lakukan melalui unsur kebudayaan”, lanjutnya. Pak Budi Martono, SH, MM, Analis Ahli Muda Biro Kesra provinsi Jateng, mengatakan bahwa isu radikalisme dan nasionalisme juga dapat dilakukan secara online melalui kampanye di media sosial agar sesuai dengan sasaran yaitu anak muda.

    Bapak Ardian dari Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB Provinsi Jateng mengatakan dukungannya, “Saya senang dengan adanya modul panduan ini, karena sasaran dalam pencegahan terorisme selama ini adalah orang dewasa, sedangkan modul ini sasarannya adalah anak-anak hingga remaja”. Selain pencegahan, stigmatisasi untuk anak-anak dari keluarga teorisme juga perlu menjadi salah satu poin untuk menghindari tindakan bullying. Perlu dilakukan elaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan sekolah yang aman dan damai. “Bisa dilakukan pemilihan agen perubahan dari siswa, karena mereka adalah influencer yang masif terutama di media sosial”, ungkapnya. Ibu Nichola Ester dari Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Provinsi Jateng mengatakan bahwa untuk modul panduan yang disusun dibuat interaktif seperti menggunakan permainan online yang berisi pengetahuan serta dibuat aktivitas dengan tujuan agar anak tertarik. “Penjelasan mengenai mengenal kesetaraan gender dan adanya kepercayaan seperti penghayat perlu dimasukkan untuk meminimalisir perilaku bullying”, lanjutnya.

    Dalam kegiatan ini kemudian dirumuskan bahwa dimensi yang akan dimasukkan yang semula ada dua menjadi tiga, yaitu Kearifan Lokal, Bhineka Tunggal Ika dan Bangunlah Jiwa dan Raga. Harapannya dengan menambahkan satu dimensi yaitu Bangunlah Jiwa dan Raganya dapat meningkatkan rasa nasionalisme siswa yang kemudian mencegah terjadinya tindakan radikalisme.

     

    Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer

  • Wakil Duta Besar Australia Berkunjung ke Sekolah Adipangastuti

    Wakil Duta Besar Australia Berkunjung ke Sekolah Adipangastuti

    Pada hari Senin, 24 Oktober 2022 SMAN 1 Surakarta mendapatkan kunjungan dari Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bapak Steve Scott. Kunjungan ini dalam rangka melihat keberhasilan implementasi Sekolah Adipangastuti di SMAN 1 Surakarta. Dalam kegiatan ini hadir juga kepala sekolah dari model Sekolah Adipangastuti tahun 2019, 2020 dan 2021 yaitu SMAN 6 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, SMAN 3 Sragen, SMAN 1 Gemolong, SMAN 2 Boyolali dan SMAN 1 Karanganyar.

    Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Surakarta Bapak Yusmar Setyobudi mengatakan bahwa program Sekolah Adipangastuti telah mendukung pengembangan karakter siswa SMAN 1 Surakarta melalui hasthalaku. “Kami sangat berterima kasih kepada Solo Bersimfoni atas kerja samanya dalam pembentukan karakter siswa di sini.”, lanjutnya.

    Sekolah Adipangastuti

    Sekolah Adipangastuti

    Cerita implementasi Sekolah Adipangastuti di sekolah lain pun dibagikan oleh para kepala sekolah, guru serta siswa. Kepala SMAN 6 Surakarta, Bapak Munarso dan Kepala SMAN 2 Boyolali, Bapak Teguh Rahayu Slamet, menyampaikan apresiasi atas acara yang menjadikannya makin bersemangat dan terinspirasi untuk melaksanakan program Sekolah Adipangastuti selanjutnya. “Hasthalaku membentuk generasi muda untuk memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap keberagaman, mampu hidup bersama dengan damai bersama seluruh umat manusia”, kata Bapak Munarso. Sementara SMAN 2 Boyolali berencana menerapkan lanjutan program Sekolah Adipangastuti yang salah satunya mengusung topik anti radikalisme, dengan penyesuaian kegiatan OSIS dan anggaran sekolah.

    Sekolah Adipangastuti

    Kepala SMAN 1 Karanganyar, Ibu Suliyastuti merasakan manfaat yang besar dari program Sekolah Adipangastuti dalam hal penerapan nilai-nilai hasthalaku di kalangan warga sekolah sehingga berharap agar silaturahmi semakin erat dan kerja sama yang terjalin semakin kuat. Hal ini juga dikatakan oleh Kepala SMAN 1 Kartasura, Ibu Hastuti, “Sangat bagus Wakil Duta Besar Australia mengapresiasi pelaksanaan hasthalaku untuk pembentukan karakter peserta didik.”

    Kepala SMAN 3 Sragen, Bapak Sukarno, juga mengatakan bahwa beliau sangat berharap dapat selalu bekerja sama dengan Solo Bersimfoni dalam pengembangan karakter siswa. “Sekolah Adipangastuti sesuai dengan kurikulum merdeka P5 yang sedang dilakukan oleh SMAN 3 Sragen, oleh karena itu kami akan selalu menerapkan program Sekolah Adipangastuti di sekolah kami.” Sementara itu Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 1 Gemolong, Bapak Arief Rahmawan menceritakan tentang rasa bangga dan senangnya bisa berjumpa dengan Wakil Duta Besar Australia. “Senang sekali bahwa cerita kami dapat didengar oleh Wakil Duta Besar Australia. Saya dapat menangkap pesan dan perhatian yang teramat besar tentang pendidikan dan kebudayaan, dari keseriusannya menyimak paparan dari teman-teman Solo Bersimfoni dan anak-anak SMAN 1 Surakarta,” paparnya.

    Olyvia Natasya Suryaningtyas, murid kelas XII MIPA 5, yang berkesempatan berbagi cerita mengatakan bahwa dia merasa bangga karena hasthalaku semakin dikenal apalagi melihat antusiasnya tim dari Kedutaan Australia tentang hasil langsung implementasi Sekolah Adipangastuti. Begitu pula dengan Noorman Adi, murid kelas X MIPA 3. “Saya senang berkesempatan bertemu dengan wakil duta besar Australia dan mengenalkan Sekolah Adipangastuti kepada beliau,” ujarnya.

    Sekolah Adipangastuti

    Sekolah Adipangastuti

    Dukungan dari Wakil Duta Besar Australia, Stephen Scott, terhadap pelaksanaan Sekolah Adipangastuti ini nampak dari kesan yang disampaikan, “Saya pikir itu fantastis. Kami sangat senang bermitra dengan Solo Bersimfoni untuk mempromosikan pesan perdamaian dan toleransi. Ini adalah pesan-pesan yang penting bagi semua siswa, baik mereka di Indonesia maupun di Australia.”

    Di akhir acara, Wakil Duta Besar Australia berkesempatan berkeliling lingkungan sekolah untuk melihat hasil langsung implementasi model Sekolah Adipangastuti. “Kami melihat mereka merangkul delapan nilai inti Adipangastuti yaitu hasthalaku, hal ini yang saya pikir akan membuat Indonesia tetap baik di masa depan. Nilai-nilai itulah yang akan membuat masyarakat ini menjadi masyarakat yang kuat dan inklusif, yang merangkul orang-orang dari semua lapisan masyarakat. Itulah yang akan membuat bangsa ini kuat dan maju seperti yang kita lihat Indonesia lakukan hari ini dan kami benar-benar senang memainkan peran yang sangat kecil di dalamnya.”

    Menariknya, semua Sekolah Adipangastuti mendapatkan satu tanda mata dari Wakil Duta Besar Australia, yaitu sebuah bola. Arief Rahmawan mengatakan “Saya bangga dan berterima kasih atas pemberian bola sebagai wujud tali asih kepada kami.”

     

    Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer

  • Mengusung Literasi dan Digitalisasi Hasthalaku,  M Farid Sunarto Solo Bersimfoni menjadi Local Champion KemKominfo RI 2021

    Mengusung Literasi dan Digitalisasi Hasthalaku, M Farid Sunarto Solo Bersimfoni menjadi Local Champion KemKominfo RI 2021

    Selasa, 18 Mei 2021, M Farid Sunarto bersama tim Solo Bersimfoni mengadakan audiensi dengan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, di Balaikota Surakarta.  Farid melaporkan kesiapannya menjadi salah satu Local Champion diantara dua puluh Local Champion terpilih oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Kominfo RI) terkait “Indonesia Makin Cakap Digital 2021”. Pada Kamis, 20 Mei 2021 Farid akan memperoleh penghargaan dari Menteri Kominfo RI di hadapan Presiden RI Ir H. Joko Widodo di Gelora Bung Karno, Jakarta.

    Pencapaian M. Farid Sunarto memperoleh penghargaan Local Champion Indonesia Makin Cakap Digital 2021 lantaran bersama Solo Bersimfoni telah menarasikan toleransi dan perdamaian bagi remaja Generasi Z  dengan menggunakan budaya lokal Solo yang dinamakan hasthalaku. Hasthalaku terdiri dari gotong royong, grapyak semanak, guyub rukun, lembah manah, ewuh pekewuh, pangerten, andhap asor dan tepa selira.

     

    Ketua Solo Bersimfoni memberikan kenang-kenangan berupa kaos Hasthalaku kepada Walikota Surakarta Gibran Rakabuming

    Dalam mengkampanyekan hasthalaku, Solo Bersimfoni melakukan beberapa hal. Pertama mencetak lebih dari seratus relawan yang disebut sebagai Sahabat Simfoni melalui Training of Trainers (ToT). Sahabat Simfoni kemudian berkembang dan membentuk Agen Simfoni Bersatu (ASB). Yang kedua, Solo Bersimfoni melakukan advokasi regulasi kepemudaan di Kota Surakarta dengan memasukkan hasthalaku pada pasal 11 Perwali No.49/2019 Kota Surakarta tentang Penyadaran, Pengembangan dan Pemberdayaan Kepemudaan sebagai salah satu ciri pemuda Kota Surakarta. Disamping itu Solo Bersimfoni turut mengadvokasi regulasi provinsi dengan keluarnya Perda Provinsi Jawa Tengah No. 4/2021 tentang pembangunan dan pengembangan kepemudaan. Kemudian yang ketiga, Solo Bersimfoni menciptakan Model Sekolah Adipangstuti, sebuah model sekolah yang dimasukkan ke sekolah formal dengan menerapkan program berbasis hasthalaku. Tahun 2020 Solo Bersimfoni telah mengimplementasikan Model Sekolah Adipangastuti di wilayah Soloraya yaitu : di SMAN 1 Surakarta, SMAN 6 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, SMAN 1 Gemolong dan SMAN 3 Sragen. Pada tahun 2021, model sekolah ini akan diterapkan di SMAN 2 Boyolali dan SMAN 1 Karanganyar. Strategi Model Sekolah Adipangastuti adalah pada literasi dan digitalisasi yang kreatif dan inovatif. Untuk melacak jejak digital program tersebut, dapat menggunakan keyword google : hasthalaku, adipangastuti dan solo bersimfoni.

     

    Apa yang Solo Bersimfoni lakukan sesuai dengan tujuan dari kegiatan Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital 2021”. Penerapan hasthalaku sebaiknya juga dilakukan dalam daring selain luring. Hasthalaku dalam ber-Media Sosial bisa disebut sebagai penerapan literasi digital yang baik. Pentingnya literasi digital kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama anak muda, menjadi urgensi sebagai peningkatan kemampuan kognitif SDM agar ketrampilannya tidak sebatas mengoperasikan gawai.

    Sementara itu, bersamaan dengan kegiatan Indonesia Makin Cakap Digital 2021 di Jakarta, ada dua kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu Peluncuran Kegiatan Literasi Digital di 514 kabupaten/kota dan juga Kelas Cakap Digital secara luring yang dilakukan di dua puluh kota terpilih sebagai kota satelit yang telah mencapai indeks literasi digital antara 3,00-4,02, yaitu Jakarta Pusat, Tangerang Selatan, Kota Bandung, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Kupang, Aceh, Belitung, Batam, Padang, Palembang, Pontianak, palangkaraya, Palu, Kendari, Gorontalo, Ambon dan Jayapura.

    Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis-Jumat, 20-21 Mei 2021. Dengan target lima puluh peserta luring pada masing-masing kota dan 514.000 peserta daring, harapannya dapat menjadi amunisi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi transformasi digital pada era revolusi industri saat ini. Kegiatan Literasi Digital di 514 Kabupaten/Kota di Indonesia akan dilakukan dari Mei sampai dengan Desember 2021 dengan target 12,5 juta masyarakat Indonesia akan terpapar literasi digital.

    Sementara itu, salah satu kegiatan  Kementerian Kominfo di Surakarta dilaksanakan tanggal 20 dan 21 Mei 2021 di Alila Hotel Solo, dilaksanakan Pelatihan Kelas Digital Marketing yang diikuti tiga puluh peserta, untuk menguasai dasar konten marketing dan digital marketing, tip and trik e-commerce, dan cara membuat website eksis.

     

    Penulis: Tia Brizantiana

  • Pengembangan Karakter Remaja Milenial di Kota Surakarta Tahun 2020 Program Gerakan Nasional Revolusi Mental

    Pengembangan Karakter Remaja Milenial di Kota Surakarta Tahun 2020 Program Gerakan Nasional Revolusi Mental

    Sesuai amanat yang tertuang pada Perwali No. 49 tahun 2019 dengan tujuan membentuk karakter pemuda di kota Surakarta melalui Hasthalaku. Solo Bersimfoni bekerjasama dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia mengadakan kegiatan yang mengajak remaja milenial untuk menerapkan nilai-nilai Hasthalaku untuk mewujudkan Indonesia Bersatu. Hal ini sebagai langkah kongkrit upaya pemerintah dalam Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda serta keterlibatan masyarakat sipil. Program ini dinamakan Pengembangan Karakter Remaja Milenial di Kota Surakarta Tahun 2020. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah Podcast Cuap Cuap Relasi, Seminar Karakter Hasthalaku dan Bedah Film Toleransi bertema Hasthalaku.

    Podcast Cuap Cuap Relasi (Remaja Toleransi) dilakukan Sembilan kali dengan masing-masing tema : Gotong Royong, Guyub Rukun, Grapyak Semanak, Lembah Manah, Ewuh Pekewuh, Pangerten, Andhap Asor, Tepa Selira dan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Narasumber yang mengisi kegiatan ini adalah Dispora Kota Surakarta yaitu Kepala Kepemudaan, Nico Agus Putranto, dan Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kepemudaan, Zufar Sasongko. Sedangkan Sahabat Simfoni, yang merupakan relawan serta kepanjangan tangan dari Solo Bersimfoni, juga menjadi narasumber kegiatan ini. Dalam Podcast bertema GNRM, perwakilan dari Kemenko PMK RI hadir yaitu Bayu Priyo Jatmiko. Sembilan podcast telah diupload pada YouTube Channel Solo Bersimfoni mulai tanggal 23 sampai dengan 30 November 2020.

    Seminar Karakter Hasthalaku dengan tema Pengembangan Nilai-Nilai Karakter Remaja Milenial yang Bersumber dari Nilai Budaya Lokal secara daring telah terlaksana dengan lancar dan dihadiri oleh total 700 peserta baik dari zoom meeting maupun live streaming channel YouTube Solo Bersimfoni. Peserta merupakan siswa dan siswi Model Sekolah Adipangastuti yang sedang diterapkan pada lima sekolah di Soloraya yaitu SMAN 1 Surakarta, SMAN 6 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, SMAN 3 Sragen dan SMAN 1 Gemolong.

    Kegiatan ini dimulai dengan laporan kegiatan oleh M. Farid Sunarto selaku Ketua Solo Bersimfoni kepada Kemenko PMK RI melalui R. Alfredo Sani F selaku Asisten Deputi Revolusi Mental Kemenko PMK RI. Dalam kesempatan ini, Pak Alfredo juga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini berada di bonus demografi, yaitu pemuda yang masuk usia produktif lebih banyak daripada yang masuk usia non produktif, sehingga kita perlu menyiapkan pemuda dengan membangun karakter hasthalaku yang sangat relevan di era sekarang.

    Narasumber kegiatan Seminar berjumlah empat orang yang merupakan pemerhati pemuda dan pemangku jabatan di Pemerintahan Kota Surakarta. Yang pertama adalah Waskito Widi Wardojo, S.S., M.A. yang merupakan dosen Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS memberikan materi dengan tema Internalisasi Nilai Nilai Karakter Hasthalaku. Kemudian yang kedua adalah Indradi AP, S.H., M.M selaku Kepala Kesbangpol Kota Surakarta memberikan materi dengan tema Peran Organisasi pemuda dalam Pengembangan Karakter Hasthalaku Remaja Milenial. Yang ketiga adalah Dr. agus Setyo Utomo, S.E., M.Si., Ak. CA, C.Pa. yang merupakan aktifis pemuda dan Kepala Markas PMI Kota Surakarta memberikan materi dengan tema Merawat Persatuan dalam Semangat Kemanusiaan. Serta yang terakhir adalah Bambang Nugroho selaku Ketua KNPI Kota Surakarta memberikan materi dengan tema Semangat Pemuda dalam Mewujudkan Indonesia Bersatu.

    Pada kegiatan yang ketiga, yaitu Bedah Film Toleransi bertemakan Hasthalaku telah terlaksana dengan baik dan lancar pada hari Selasa tanggal 24 Desember 2020 di Graha Solo Raya pukul 13.00 – 15.00 WIB. Film yang diputar ada lima film yaitu Sepatu, Coba Peka, Second Change, Semanak dan Nggak Kenal Agama. Tiga film diantaranya adalah pemenang lomba pembuatan film pendek program Sekolah Adipangastuti tahun 2019 di SMAN 1 Surakarta dan SMAN 6 Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta dari OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kota Surakarta. OKP yang hadir dari HIPMI, Suara Muda Solo, PRRBM, HMI, TAD, KNPI, PT HKTI, PMII, Banser, PMR Markas, JCI, IMM, IPNU, KAMMI, dan KTI. Sedangkan OPD yang hadir dari Bapppeda, Departemen Agama dan Kesbangpol Kota Surakarta.

    Kegiatan ini diawali oleh pesan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII, Suyanta, S.Pd., M.Pd, agar seluruh peserta selalu melakukan protokol kesehatan untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19 di Soloraya. Beliau juga mengatakan bahwa sesuai pemuda, selain harus memiliki kemampuan berkompetisi juga harus memiliki karakter yang bagus agar dapat sukses di masa depan. Narasumber kegiatan Bedah Film ini ada tiga orang yaitu pemeran Film Semanak, Katira dan El Alimudin, serta sutradara Film Sepatu, Muhammad Anis.

    Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk menanamkan karakter bangsa guna mewujudkan Indonesia Bersatu bersama Gerakan Nasional Revolusi Mental Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui identitas budaya yang terdapat pada Perwali Nomor 49 Tahun 2019 tentang Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Kepemudaan yang disebut hasthalaku bagi remaja milenial di Kota Surakarta.

     

     

     

    link berita:

    https://revolusimental.go.id/kabar-masyarakat/detail-suara-kita?url=pengembangan-karakter-remaja-milenial-di-kota-surakarta-tahun-2020-program-gerakan-nasional-revolusi-mental-kerjasama-solo-bersimfoni-dan-kemenko-pmk-r

  • “KONTRIBUSI REMAJA MILENIAL untuk PENGUATAN KEBANGSAAN  melalui PENERAPAN NILAI-NILAI HASTHALAKU”

    “KONTRIBUSI REMAJA MILENIAL untuk PENGUATAN KEBANGSAAN melalui PENERAPAN NILAI-NILAI HASTHALAKU”

    Webinar Wisuda Program Sekolah Adipangastuti

    Kamis, 17 Desember 2020

    Pada tanggal 17 Desember 2020, Solo Bersimfoni menyelenggarakan wisuda Program Sekolah Adipangastuti secara daring dengan tema “Kontribusi Remaja Milenial untuk Penguatan Kebangsaan melalui Penerapan Nilai-Nilai Hasthalaku”. Adipangastuti adalah model sekolah toleransi berbasis budaya yang sudah diterapkan selama dua tahap yaitu tahun 2019 dan 2020 dan di tahap ini telah dilakukan selama bulan Juli-Desember 2020. Bapak Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini sekaligus untuk mengukuhkan lima sekolah percontohan di Solo Raya sebagai Sekolah Adipangastuti.

    Kegiatan diikuti oleh sekiranya 1466 guru dan siswa dari sekolah percontohan Adipangastuti periode 2019 di Kota Solo yaitu SMAN 1 Surakarta dan SMAN 6 Surakarta serta tiga sekolah tambahan di periode 2020 di Solo Raya yaitu SMAN 1 Kartasura Sukoharjo, SMAN 3 Sragen dan SMAN 1 Gemolong Sragen. Turut hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Suratno, S.Pd., M.Pd., dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII, Suyanta, S.Pd., M.Pd. yang telah memberikan dukungan penuh sejak awal penerapan model Sekolah Adipangastuti serta para relawan Sahabat Simfoni yang selama ini mendampingi implementasi program-program Sekolah Adipangastuti.

     

    Bapak Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. hadir sebagai pembicara.

    Dalam pengantarnya Ketua Solo Bersimfoni M. Farid Sunarto menyebutkan bahwa model Sekolah Adipangastuti berisi pendidikan karakter hasthalaku[1] dengan budaya literasi yang dikemas secara menarik bagi remaja milenial. Tema-tema kebaikan kemudian didistribusikan secara digital lewat video, film, blog, konten, podcast, novel, komik dan lainnya. Tak kalah penting adalah branding sekolah untuk mengkampanyekan nilai-nilai hasthalaku melalui poster, leaflet, majalah dinding, hiasan sekolah dan tagline karya guru serta siswa. Peningkatan kapasitas media sosial serta penguatan platform digital juga dilakukan sehingga website dan media sosial sekolah seperti Youtube, FB, IG, Twitter dapat menyuarakan nilai-nilai hasthalaku. “Apalagi terjadinya pandemi Covid-19 telah memaksa siswa dan guru untuk lebih melek digital maka nilai-nilai hasthalaku menjadi sangat penting untuk dipahami dan dilakukan oleh generasi muda agar tercipta toleransi, perdamaian, dan menghargai keberagaman di mana saja termasuk di dunia maya,” kata Farid.

     

    Dalam kegiatan Bapak Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. ini sekaligus mengukuhkan lima model Sekolah Adipangastuti

    Bapak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan materi menarik berkaitan dengan tantangan berat yang dihadapi generasi muda di era disruptif ini. “Kita harus terbiasa untuk menerima perbedaan sejak dini,” ucapnya sambil menceritakan pentingnya tata krama dalam bermedia sosial dan rasa tanggung jawab ketika menyebarkan sebuah informasi. “Jika hasthalaku dapat benar-benar diterapkan di setiap sekolah saya yakin tidak akan ada lagi perundungan dan permusuhan,” tambahnya.

     

    Antusiasme para peserta Webinar Wisuda Program Sekolah Adipangastuti

    Webinar ditutup dengan pengukuhan lima sekolah percontohan menjadi Sekolah Adipangastuti oleh Bapak Gubernur. “Nilai-nilai hasthalaku harus ditularkan kepada sekolah-sekolah di wilayah lain, dan itu hanya bisa dilakukan apabila konsepnya dipahami serta diinternalisasi oleh setiap warga sekolah Adipangastuti sehingga akhirnya menjadi budaya yang terbukti baik dan bisa dicontoh.”

    Program Sekolah Adipangastuti yang terselenggara atas dukungan Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2) ini direncanakan untuk dua sekolah baru di lingkup Solo Raya pada tahun 2021. Harapannya, program ini juga bisa diterapkan pada sekolah lain di Jawa Tengah.

     

    Ditulis oleh: Tia Brizantiana

    [1] Pendekatan budaya dan perilaku yang dikembangkan Solo Bersimfoni menjadikan aspek budaya Jawa (Solo) menjadi instrumen utama dan sebuah model untuk mengubah perilaku intoleran menjadi perilaku yang toleran dan cinta damai. (https://solobersimfoni.org/?page_id=415)

  • Fragmen Solo Bersimfoni Di CFD (Car Free Day)

    Fragmen Solo Bersimfoni Di CFD (Car Free Day)

    Solo, Minggu 28/4/2019, Jl. Slamet Riyadi Kota Solo

    pat di depan Bank BRI Surakarta Jalan Slamet Riyadi Forum Milenial Soloraya (FORMES) menggelar kegiatan #PERCAYAKPU yang dikuti oleh kurang lebih 100 elemen remaja milenial se-Soloraya, serta dihadiri oleh KPU Surakarta dan juga Banwaslu Surakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada saat Car Free Day (CFD) ini dimulai pukul 07.00 – 09.00 WIB.

    (more…)

  • Pesan Toleransi Untuk Milenial

    Pesan Toleransi Untuk Milenial

    Solobersimfoni.org, Surakarta,- Menyambut perkembangan teknologi yang sangat pesat Solo Bersimfoni Bekerjasama dengan Center for the Study of Islam and Social Transformation (Cisform) mengadakan pemutaran dan diskusi Film bertemakan “Toleransi”.

    (more…)