IHT SMAN 1 Gemolong: Mewujudkan Ruang Maya yang Sehat melalui Literasi Digital, Etika Bermedia Sosial, dan Gerakan Anti-Perundungan

Dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks, SMAN 1 Gemolong mengadakan kegiatan In House Training (IHT) dengan tema “Mewujudkan Ruang Maya yang Sehat melalui Literasi Digital, Etika Bermedia Sosial, dan Gerakan Anti-Perundungan.” Kegiatan ini dilaksanakan dua kali, yaitu pada Senin, 10 November 2025 dengan peserta para guru, serta pada Selasa, 11 November 2025 dengan peserta siswa.
IHT tersebut menghadirkan narasumber M. Farid Sunarto, S.Pd., M.Si., Ketua Solo Bersimfoni. Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Gemolong berupaya membekali seluruh warga sekolah dengan pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya beretika di ruang digital sekaligus mencegah maraknya perundungan (bullying) yang kerap muncul, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
Hari Pertama: Guru dan Tantangan Literasi Digital di Era AI
Sesi pertama pada Senin, 10 November 2025 diikuti oleh seluruh guru SMAN 1 Gemolong. Selain membahas literasi digital dan etika bermedia sosial, kegiatan ini juga menambahkan materi khusus mengenai Artificial Intelligence (AI) dan pemanfaatannya dalam dunia pendidikan.

Plt. Kepala SMAN 1 Gemolong, Dra. Suranti Tri Utmiasih, M.Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda peningkatan kompetensi dan kualitas guru.
“Ya, intinya kami memang mengagendakan yang pertama itu peningkatan kompetensi dan kualitas guru. Di zaman sekarang ini guru harus melek teknologi untuk pembelajarannya. Anak-anak generasi sekarang, generasi Z, sudah sangat dekat dengan teknologi. Jadi guru pun harus bisa mengikuti,” ujar beliau.

Beliau juga menekankan bahwa penguasaan teknologi, termasuk pemanfaatan AI, akan sangat membantu guru dalam perencanaan pembelajaran serta dalam menciptakan media belajar yang lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa.
“Dengan adanya pelatihan penggunaan AI dan sebagainya itu sangat-sangat membantu sekali untuk Bapak Ibu Guru dalam perencanaan pembelajaran. Media-media pembelajarannya menjadi lebih menarik dan menyenangkan untuk anak-anak,” tambahnya.
Melalui materi ini, para guru diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi sebagai alat bantu, tetapi juga dapat menanamkan nilai-nilai etis kepada siswa agar lebih bijak dalam menggunakan media digital.

Hari Kedua: Siswa dan Gerakan Anti-Perundungan
Kegiatan hari kedua, Selasa, 11 November 2025, diikuti oleh seluruh siswa SMAN 1 Gemolong. Pada kesempatan ini, narasumber mengajak peserta memahami lebih dalam tentang bahaya perundungan (bullying), terutama yang terjadi di media sosial. Melalui diskusi dan simulasi, siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban, serta langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menanganinya.

Kepala Sekolah menegaskan bahwa kegiatan ini penting agar siswa tidak hanya sadar hukum, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab sosial.
“Hari kedua ini kan terkait dengan sosialisasi pencegahan dan bagaimana penindakan kalau terjadi bullying. Anak-anak harus tahu supaya mereka itu paling tidak bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka jadi lebih paham, lebih mengerti, harapannya agar anak-anak di sekolah ini terhindar dari tiga dosa besar dalam pendidikan, salah satunya adalah perundungan,” jelasnya.
Beliau juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyaknya kasus kekerasan dan perundungan yang viral di media sosial.
“Kalau kita lihat di medsos itu mengerikan ya, bullying dan kekerasan di mana-mana. Harapan saya anak-anak paham dan terhindar dari hal-hal seperti itu,” pungkasnya.

Menumbuhkan Budaya Digital yang Sehat
Melalui pelaksanaan IHT ini, SMAN 1 Gemolong menunjukkan komitmennya dalam membentuk ekosistem pendidikan yang adaptif, beretika, dan aman di era digital. Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang kesadaran dalam berperilaku di ruang maya.
Dengan sinergi antara guru yang melek teknologi dan siswa yang beretika dalam bermedia sosial, diharapkan sekolah dapat menjadi ruang yang bebas dari perundungan serta menjadi pelopor gerakan digital well-being di lingkungan pendidikan.
Kegiatan IHT ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga langkah nyata SMAN 1 Gemolong dalam menyiapkan generasi cerdas digital, generasi yang mampu berpikir kritis, berempati, dan berakhlak mulia di tengah derasnya arus teknologi.

