Category: News

  • Menumbuhkan Karakter dan Praktik Baik di Era Digital: IHT Sekolah Adipangastuti di SMAN 11 Semarang

    Menumbuhkan Karakter dan Praktik Baik di Era Digital: IHT Sekolah Adipangastuti di SMAN 11 Semarang

    Semarang, 29 September 2025 — SMAN 11 Semarang kembali menegaskan perannya sebagai sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas dan toleransi melalui kegiatan In House Training (IHT) Sekolah Adipangastuti yang dilaksanakan pada Senin, 29 September 2025, bertempat di ruang meeting sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dan anggota OSIS yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta pengamalan hasthalaku dan keberagaman yang menjadi inti dari Sekolah Adipangastuti. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk memperkuat pemahaman siswa tentang nilai-nilai Hasthalaku, tetapi juga untuk melatih keterampilan melalui produksi konten positif di media sosial.

    Sebelum kegiatan dimulai, Bapak Sae Panggalih, PJ Sekolah Adipangastuti SMAN 11 Semarang, beserta Denok dan Kenang Kota Semarang, siswa yang menjadi Duta Wisata Kota Semarang, menyampirkan batik hasil karya siswa kepada Direktur Operasional Solo Bersimfoni, Dr. Didik Prasetyanto, S.E., M.H. dan Finance and Contract Treasurer, Risca Dj., S.E., M.Ak., kemudian mengajak tim Solo Bersimfoni berkeliling lingkungan sekolah untuk melihat berbagai aktivitas yang menggambarkan keberagaman seperti pembuatan batik perpaduan budaya di Semarang, melihat hasil karya siswa dalam program Sekolah Adipangastuti serta mengunjungi Mini Museum Adipangastuti yang berada di perpustakaan. Menariknya, Museum Adipangastuti adalah hasil karya siswa angkatan sebelumnya, yang bertujuan untuk mengenal budaya Semarangan yang beragam. Dalam mini museum terdapat penjelasan mengenai ikon budaya masyarakat, pembagian budaya berkultur agraris dan maritim, serta budaya khusus Kawasan wilayah kampung batik semarangan di Bubakan.

    Implementasi Hasthalaku: Praktik Baik untuk Menghargai Keberagaman

    SMAN 11 Semarang telah menyandang predikat Sekolah Adipangastuti sejak tahun 2024, dan dikenal aktif mengimplementasikan berbagai program yang mendukung lingkungan sekolah yang ramah anak, bebas kekerasan, serta menghargai perbedaan. Keunikan SMAN 11 Semarang terletak pada lingkungan geografis dan sosialnya; sekolah ini berada di kawasan yang dikelilingi oleh rumah ibadah dari berbagai agama, menjadikannya contoh nyata kehidupan harmonis dalam keberagaman.

    Kegiatan IHT dimulai dengan pembukaan oleh Direktur Operasional Solo Bersimfoni, Dr. Didik Prasetyanto, S.E., M.H., sekaligus mengisi materi awal tentang pendalaman makna hasthalaku, delapan nilai karakter utama yang menjadi ruh dari Program Sekolah Adipangastuti. Para peserta diajak untuk mengidentifikasi bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah. Melalui diskusi interaktif, siswa menyadari bahwa nilai-nilai Hasthalaku tidak bersifat abstrak atau kuno, namun sangat kontekstual dan dibutuhkan dalam dinamika sosial modern, termasuk di ruang digital.

    Materi berikutnya disampaikan oleh Program Officer Solo Bersimfoni, Ridwan Rivaldi Sukma dan Tia Brizantiana, mengajak peserta untuk melihat bagaimana nilai-nilai Hasthalaku bisa hadir di dunia digital. Dalam era banjir informasi dan maraknya konten negatif, siswa diajak untuk lebih berhati-hati di dunia digital dan dapat menjadi agen perubahan positif dengan menghadirkan narasi yang membangun dan mencerminkan nilai karakter baik.

    Kemudian materi selanjutnya adalah mengenai konten praktik baik hasthalaku, yang disampaikan oleh Creative and Design Officer Solo Bersimfoni, Burhanudin Fajri. Mereka dibimbing untuk merancang konten sederhana namun bermakna yang bisa diunggah ke platform media sosial sekolah seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Kegiatan diakhiri dengan praktik membuat storyline konten. Setiap kelompok siswa menyusun alur cerita sederhana berdasarkan satu nilai Hasthalaku yang mereka pilih, kemudian mengembangkan ide tersebut menjadi konsep konten yang siap diproduksi. Proses ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif.

     

    Harapan dan Keberlanjutan

    Ke depan, SMAN 11 Semarang akan terus memperluas program Sekolah Adipangastuti dengan menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga, serta mengembangkan pendekatan yang lebih inovatif dalam pendidikan karakter dan budaya damai. Melalui semangat Adipangastuti yang hidup dalam praktik sehari-hari, SMAN 11 Semarang terus bergerak menjadi sekolah yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menjadi contoh nyata keberagaman itu .

  • Berbagi Praktik Baik Sekolah Adipangastuti: Inovasi, Kolaborasi, dan Transformasi Pendidikan Karakter

    Berbagi Praktik Baik Sekolah Adipangastuti: Inovasi, Kolaborasi, dan Transformasi Pendidikan Karakter

    Hotel Asia, 25 September 2025 – Sekolah Adipangastuti di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V, VI, dan VII Provinsi Jawa Tengah berkumpul dalam Focus Group Discussion (FGD) Riset Dampak Sekolah Adipangastuti Tahun 2025 untuk berdiskusi dalam mencari bentuk praktik baik Sekolah Adipangastuti. Kegiatan ini merupakan rangkaian riset dan evaluasi serta menjadi ruang refleksi bersama atas implementasi program Sekolah Adipangastuti yang telah berjalan sejak 2019. Dalam kegiatan ini, dipaparkan berbagai capaian, inovasi, tantangan, hingga usulan strategis untuk keberlanjutan program di masa depan.

     

    Kegiatan FGD dibuka oleh Direktur Eksekutif Solo Bersimfoni, M. Farid Sunarto, S.Pd., M.Si., Beliau berterima kasih atas partisipasi dari sekolah dan dukungan dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah, dalam hal ini melalui Cabang Dinas Wilayah, terkait pelaksanaan Sekolah Adipangastuti di Jawa Tengah. Dalam laporan evaluasi yang dipaparkan oleh Khresna Bayu Sangka, Ph.D., Direktur Riset Solo Bersimfoni, dan Dr. (Cand.) Okta Hadi Nurcahyono, tim riset Solo Bersimfoni, disebutkan bahwa sebanyak 1.941 responden telah memberikan umpan balik terhadap program ini. Salah satu temuan penting adalah tingginya minat siswa terhadap topik P5 seperti kewirausahaan, kearifan lokal, dan nilai-nilai Hasthalaku, meskipun posisi Sekolah Adipangastuti masih berada di urutan ke-8 dalam prioritas persepsi siswa. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan komunikasi dan penyelarasan implementasi program dengan minat siswa.

    Branding Hasthalaku dan Efektivitas Media Sosial

    Salah satu aspek penting yang banyak dibahas adalah branding dan publikasi program melalui media sosial sekolah. Pengalaman dari berbagai sekolah menunjukkan beragam praktik menarik. Di SMAN 6 Surakarta mengusung nilai hasthalaku dalam partisipasi siswa di ajang beauty pageant. Selain itu, branding sekolah menarik kunjungan dari luar daerah seperti SMAN di Balikpapan. Namun, keterlibatan siswa dalam manajemen media sosial masih menjadi tantangan.

    SMAN 1 Karanganyar mengungkapkan transformasi besar setelah program Adipangastuti. Sekolah kini memiliki media center dan aktif di Instagram dan TikTok, dengan pelibatan siswa yang mulai ditingkatkan. Inovasi yang sama dilakukan di SMAN 1, 2, dan 3 Sragen dengan program podcast sebagai sarana komunikasi nilai dan identitas sekolah. Hasilnya pun membanggakan, sekolah mendapatkan juara berbagai lomba literasi tingkat provinsi hingga nasional.

    SMAN 2 Klaten menambahkan bahwa pelatihan media sosial sangat dibutuhkan agar siswa dapat menghasilkan konten yang konsisten dan berkualitas. Kegiatan literasi seperti pembuatan konten video dan poster sudah berjalan bahkan selama liburan sekolah.

    Penggunaan media sosial dinilai positif oleh warga sekolah maupun masyarakat sekitar. SMAN 1 Jatisrono melaporkan bahwa program jurnalistik dan pemanfaatan media sosial memberi dampak signifikan pada keterlibatan siswa. Sementara itu, SMAN 1 Gemolong mencatat bahwa branding Adipangastuti lebih mudah dikenal dibanding Hasthalaku, menunjukkan perlunya penyegaran atau penguatan komunikasi tentang nilai-nilai inti Hasthalaku.

    Pengembangan Literasi dan Pembelajaran Proyek

    Sesi ini menyoroti keberlanjutan praktik literasi dan pembelajaran berbasis proyek. Seperti di SMAN 1 Wonogiri menjalankan kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dan mading tematik berbasis Hasthalaku, meskipun penerbitan buku mengalami stagnasi. Sedangkan di SMAN 1 Karanganyar memanfaatkan website untuk publikasi hasil literasi siswa, meski masih mencari bentuk evaluasi yang ideal.

    SMAN 6 Surakarta menerapkan program Jumat Siti Sekar Mayang, di mana siswa berbagi pengalaman tentang Hasthalaku sebagai bagian dari penguatan literasi personal. SMAN 1 Surakarta, yang sudah menghasilkan 4 (empat) buku selama program Sekolah Adipangastuti, menjalankan program literasi dalam tiga tahap dengan pendekatan kontekstual dan berbasis komunitas. Ini mencakup wawancara lapangan dan refleksi kritis, yang terintegrasi dengan mata pelajaran.

    SMAN 3 Sragen membuat program baru yang diberi nama Gamalae, yang bertujuan untuk pembentukan perilaku dan karakter siswa sebagai wujud visi FiveBer. Program ini menggabungkan literasi, tanggung jawab lingkungan, dan kedalaman pembelajaran.

    Inovasi Kolaboratif dan Dukungan

    Kegiatan kolaboratif di berbagai sekolah menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus didukung semua pihak. Seperti yang sudah dilakukan pada SMAN 2 Boyolali dan SMAN 1 Kartasura yang mengembangkan ketoprak dan mars dalam Bahasa Jawa sebagai bentuk pelestarian budaya. SMAN 1 Mojolaban aktif dengan podcast mingguan, bulletin LIMO, dan kampanye anti-bullying bersama Yayasan Kakak Surakarta.

    Kepala SMAN Karangpandan, yang sebelumnya adalah Kepala SMAN 1 Karanganyar, mengadopsi program sekolah sebelumnya seperti membuat taman Hasthalaku, senin literasi-numerasi, serta membangun media center. Dalam diskusi, SMA Muhammadiyah 1 Surakarta menunjukkan bahwa nilai hasthalaku dapat bersinergi dengan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Sedangkan di SMAN 1 Sumberlawang berfokus pada pembelajaran mendalam berbasis 7 kebiasaan anak hebat serta pelatihan guru dalam penguatan critical thinking.

    Dari sisi kebijakan dan regulasi, Cabang Dinas Wilayah V dan VI menyatakan apresiasi terhadap inovasi yang telah dilakukan oleh sekolah-sekolah. Ke depan, diharapkan program Adipangastuti dapat secara resmi masuk ke dalam struktur kokurikuler sekolah pada tahun 2026. Pertemuan semacam ini dinilai sangat penting sebagai wadah saling belajar dan berbagi antar sekolah.

    Menyemai Karakter, Menumbuhkan Harapan

    Pertemuan di Hotel Asia ini menegaskan bahwa Program Sekolah Adipangastuti tidak hanya tentang serangkaian kegiatan, tetapi tentang pembentukan karakter yang kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dari pengembangan media sosial, literasi, seni budaya, hingga kolaborasi lintas stakeholder, Sekolah Adipangastuti di Jawa Tengah telah menunjukkan bahwa pendidikan karakter bisa menjadi jiwa dari proses pembelajaran.

    Tantangan tentu masih ada seperti konsistensi pelaksanaan, pengelolaan SDM, evaluasi program, hingga kebutuhan pelatihan lanjutan. Namun dengan semangat berbagi praktik baik dan saling menguatkan, Program Sekolah Adipangastuti diyakini akan terus tumbuh sebagai fondasi pendidikan masa depan yang lebih manusiawi, berbudaya, dan bermakna.

  • Pembiasaan dan Teladan di SMAN 3 Sragen; Membangun Sekolah Berkarakter Melalui Program Adipangastuti

    Pembiasaan dan Teladan di SMAN 3 Sragen; Membangun Sekolah Berkarakter Melalui Program Adipangastuti

    SMAN 3 Sragen mulai mengimplementasikan Program Sekolah Adipangastuti sejak tahun 2020. Menurut Ibu Atik Dwi Kurniasih, Waka Kesiswaan dan PJ Sekolah Adipangastuti, program ini tidak serta-merta berjalan mulus di awal. Namun, berkat komitmen seluruh elemen sekolah, dari guru, siswa, hingga kepala sekolah, Program Adipangastuti perlahan menunjukkan hasil nyata. Fokus utama dari program ini adalah membentuk karakter siswa melalui pembiasaan dan teladan. Hal ini diceritakan beliau dalam kegiatan Sebar Kawruh #3 pada Jumat, 26 September 2025 pukul 09.00 WIB secara online melalui zoom meeting.

    Sebar Kawruh merupakan program Solo Bersimfoni yang bertujuan untuk berbagi praktik baik implementasi Sekolah Adipangastuti yang dapat digunakan sebagai studi tiru pelaksanaan di sekolah lain. Sejumlah 39 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru dan siswa Sekolah Adipangastuti hadir secara online dalam kegiatan ini.

    Sebar Kawruh #3 kali ini dibuka oleh Direktur Operasional Solo Bersimfoni, Dr. Didik Prasetyanto, S.E., M.H.. Beliau menyampaikan bahwa Sebar Kawruh ini bertujuan untuk menghadirkan harmoni antara pendidikan, nilai budaya dan penguatan karakter bangsa. Harapannya, gaung Sekolah Adipangastuti selalu menggema, tak hanya di awal tapi selalu konsisten dan berkesinambungan.

    Ibu Atik menceritakan, selama pelaksanaan Program Adipangastuti, SMAN 3 Sragen melakukan internalisasi nilai hasthalaku dalam pembelajaran dan pembiasaan, serta membuat kegiatan siswa dalam hal pencegahan bullying, pencegahan intoleransi, serta pencegahan tindakan kekerasan di satuan pendidikan. Seperti halnya sekolah lain, SMAN 3 Sragen juga membuat branding hasthalaku di ruang kelas, ruang guru serta lingkungan sekolah.

    Praktik Baik dalam Pembelajaran

    Salah satu hasil langsung adalah dibuatnya lagu sekolah Adi Pangastuti oleh guru yang dinyanyikan oleh siswa. Hal ini menjadi Istimewa karena tidak ada mata pelajaran seni musik di sekolah. Kegiatan pembelajaran berpikir kritis yang sudah dilakukan adalah FGD Penguatan Implementasi Nilai-Nilai Hasthalaku Dalam Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme di SMAN 3 Sragen dengan melibatkan siswa, guru serta orang tua/wali murid, Rapat Koordinasi OSIS dan MPK membahas implementasi nilai-nilai hasthalaku di lingkungan sekolah, penyusunan rencana kerja OSIS bidang jurnalistik dalam sosalisasi nilai-nilai hasthalaku bagi warga sekolah melalui berbagai macam media, diskusi siswa mempersiapkan gelar karya P5 dengan tema “Bhineka Tunggal Ika”, dan Kegiatan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema “Bhineka Tunggal Ika”.

    Selain itu, SMAN 3 Sragen secara konsisten mendapatkan penghargaan terkait literasi saat pelaksanaan Sekolah Adipangastuti, yang pertama adalah mendapatkan penghargaan Capaian Literasi Terbaik Sekolah Adipangastuti se Jawa Tengah tahun 2023 dan Juara 2 Lomba Artikel Adipangastuti Award 2024 se Jawa Tengah. Projek literasi yang dilakukan sekolah adalah mading dengan konten hasthalaku dan profil pelajar Pancasila, serta pembuatan buku antologi.

    Keberhasilan program ini tidak lepas dari kerja sama yang baik dengan berbagai pihak eksternal. Selain dengan Solo Bersimfoni, SMAN 3 Sragen juga menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sragen untuk memberikan materi cakap digital dengan tema cerdas dan bijak ber media sosial kepada anggota OSIS dan tim jurnalistik sekolah.

    Rencana Ke Depan: Menguatkan dan Mengembangkan

    Melihat dampak positif yang dirasakan, SMAN 3 Sragen berkomitmen untuk terus mengembangkan Program Sekolah Adipangastuti. Rencana jangka panjangnya adalah mencetak generasi unggul; bagaimana sekolah adipangastut dapat menghidupkan nilai hasthalaku. Beberapa kuncinya adalah (1) kolaboratif, bukan individualis, (2) empatik, bukan apatis, (3) rendah hati, bukan arogan, (4) toleran, b bukan ekslusif, dan (5) menjadi solusi, bukan sumber masalah. Kelima hal ini dimasukkan dalam kegiatan yg direncanakan seperti integrasi dalam kurikulum dan pembelajaran di kelas, pembiasaan dalam interaksi sehari-hari, serta kokurikuler sebagai laboratorium karakter.

    Program Sekolah Adipangastuti di SMAN 3 Sragen adalah bukti nyata bahwa pendidikan karakter dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan berdampak. Dengan dukungan seluruh warga sekolah, komunitas, dan stakeholder, SMAN 3 Sragen terus melangkah menjadi sekolah yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bijak dalam nilai dan tindakan.

  • Solo Bersimfoni Audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah: Sinergi Penguatan Karakter melalui Program Sekolah Adipangastuti

    Solo Bersimfoni Audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah: Sinergi Penguatan Karakter melalui Program Sekolah Adipangastuti

    Semarang, 2 September 2025 — Solo Bersimfoni melakukan audiensi resmi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Disdikbud Jateng), untuk menyampaikan laporan pelaksanaan program, serta menjajaki kolaborasi lebih lanjut dalam penguatan karakter dan perlindungan peserta didik melalui Program Sekolah Adipangastuti. Kegiatan ini dengan dukungan Australia Indonesia Partnership for Justice Phase 3 (AIPJ3) melalui program Bridging Fund.

    Kegiatan audiensi ini berlangsung di Aula C kantor Disdikbud Jateng dan diterima oleh Bidang Pembinaan Kebudayaan dan Bidang Pembinaan SMA beserta timnya. Dalam kesempatan ini, Ketua Solo Bersimfoni, M. Farid Sunarto, S.Pd., M.Si., dan Diektur Program Solo Bersimfoni, Prof. Agung Nur Probohudono, Ph.D., memaparkan kiprah lembaga dalam mendampingi sekolah-sekolah di Jawa Tengah sejak 2019, khususnya dalam isu-isu strategis seperti pencegahan kekerasan di sekolah, pengembangan karakter siswa, penguatan nilai keberagaman, serta pembangunan budaya sekolah yang ramah dan inklusif.

    Pelaporan dan Rencana Kolaborasi

    Solo Bersimfoni menyampaikan berbagai capaian program sampai akhir 2025, mulai dari implementasi Program Sekolah Adipangastuti di 67 Sekolah Menengah di Jawa Tengah dan beberapa advokasi kebijakan kepemudaan di tingkat kota sampai provinsi. Selain itu, Solo Bersimfoni juga menyampaikan program yang akan dilakukan sampai akhir tahun 2025 terkait pelaksanaan Program Sekolah Adipangastuti hingga pelatihan Duta Sekolah Adipangastuti sebagai kepanjangan tangan menyebarkan hasthalaku di lingkungan sekolah. Solo Bersimfoni juga menekankan pentingnya pendekatan yang partisipatif dan berbasis komunitas sekolah, agar program tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menyentuh keseharian peserta didik dan tenaga pendidik.

    Sebagai tindak lanjut program, Solo Bersimfoni mengajukan dua inisiatif utama yang memerlukan dukungan Dinas:

    1. Pelatihan TPPK (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan) di sekolah-sekolah Adipangastuti se-Jawa Tengah, untuk memperkuat kapasitas tim dalam mencegah, menangani, dan melaporkan kekerasan di lingkungan sekolah secara efektif.
    2. Program “Sebar Kawruh Sekolah Adipangastuti”, yang akan menjadi ajang pembelajaran dan inspirasi bagi siswa dan guru, serta menghadirkan Kepala Dinas sebagai narasumber utama untuk memberikan materi tentang “Pembentukan Karakter Pelajar Jawa Tengah yang Berbudaya dan Berintegritas.”

    Dukungan dan Harapan

    Menanggapi pemaparan tersebut, Sulistiono, S.Sn., Subkor Sejarah dan Tradisi Bidang Pembinaan Kebudayaan Disdikbud Jateng memberikan apresiasi atas konsistensi dan kepedulian Solo Bersimfoni dalam mendampingi sekolah-sekolah di Jawa Tengah, khususnya dalam isu-isu yang sering kali dianggap sensitif namun sangat penting untuk ditangani bersama.

    Beliau memaparkan kegiatan Bidang Pembinaan Kebudayaan yang bisa dikolaborasikan dengan Solo Bersimfoni di semester akhir 2025, seperti penanaman watak dan budi pekerti sejak dini, napak tilas mengikuti jejak kepahlawanan, kemah budaya, serta gelar budaya. Semua kegiatan ini berkaitan dengan pembentukan karakter siswa.
    Sumaryati, S.E., M.Si., analis peserta didik yang mewakili Bidang Pembinaan SMA, juga menyampaikan terima kasih dan dukungannya terhadap program Solo Bersimfoni, baik yang sudah dilakukan maupun yang sedang direncanakan. Selain itu, beliau menyampaikan tentang kegiatan Bidang Pembinaan SMA yang terkait dengan pengembangan karakter dan bisa dikolaborasikan dengan Solo Bersimfoni, seperti In House Training (IHT) Pendidikan Karakter dan Musyawarah Kerja Forum OSIS Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

    Penutup

    Audiensi ini menjadi langkah strategisdalam memperkuat kolaborasi antara lembaga masyarakat dan pemerintah daerah, khususnya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih manusiawi dan berkarakter. Solo Bersimfoni dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan mempersiapkan agenda bersama yang berdampak luas dan berkelanjutan.

    “Dengan Sekolah Adipangastuti, harapannya siswa tidak hanya lulus dengan nilai yang baik, tetapi juga bisa menjadi agen perubahan melalui karakter hasthalaku,” – Prof Agung Nur Probohudono, Ph.D.

  • SMAN 1 Surakarta Teguhkan Komitmen Sekolah Adipangastuti lewat “Smansa Berbhineka” bersama Solo Bersimfoni

    SMAN 1 Surakarta Teguhkan Komitmen Sekolah Adipangastuti lewat “Smansa Berbhineka” bersama Solo Bersimfoni

    Surakarta, 28 Agustus 2025 — SMAN 1 Surakarta kembali mengukuhkan komitmennya sebagai Sekolah Adipangastuti dalam kegiatan kokurikuler bertema “Smansa Berbhineka: Penguatan Konsep Keberagaman” yang digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025, bertempat di aula sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan menjadi bagian dari rangkaian program penguatan budaya sekolah yang ramah, inklusif, dan berkarakter. Kegiatan ini merupakan dukungan dari Australia Indonesia Partnership for Justice Phase 3 (AIPJ3) melalui program Bridging Fund.

    Dalam kegiatan ini, Solo Bersimfoni kembali dipercaya sebagai narasumber utama. Kolaborasi antara SMAN 1 Surakarta dan Solo Bersimfoni bukanlah hal baru. Lembaga ini telah rutin diundang dalam berbagai kegiatan sekolah, termasuk pada masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan pada awal tahun ajaran 2025/2026. Kehadiran mereka membawa perspektif yang kuat tentang keberagaman, toleransi, dan upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

    Sebagai salah satu sekolah pertama di Jawa Tengah yang menyandang predikat Sekolah Adipangastuti sejak tahun 2019, SMAN 1 Surakarta konsisten menanamkan nilai-nilai hasthalaku yaitu gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, pangerten, andhap asor, dan tepa selira. Tema “Smansa Berbhineka” kali ini menjadi penegas bahwa keberagaman bukan hanya dihargai, tetapi juga dirayakan sebagai kekuatan bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan kokurikuler untuk kelas X di SMAN 1 Surakarta.

    Kepala SMAN 1 Surakarta yang baru, Dra. Rosa Herawati, M.Pd., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Tegal yang juga sebagai Sekolah Adipangastuti sejak 2024, menyampaikan bahwa ia membawa semangat keberlanjutan dan inovasi dalam implementasi nilai-nilai Hasthalaku di lingkungan SMAN 1 Surakarta, terutama sebagai pembentukan karakter siswa.

    “Tujuan kegiatan ini sebagai upaya penguatan karakter anak-anak kita, yang sesuai dengan visi dan misi sekolah kami salah satunya adalah berbudi luhur. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak bisa memahami keberagaman, sehingga mereka bisa menempatkan diri dan bertoleransi di lingkungannya,” ungkap beliau.

    Penguatan Konsep dan Implementasi

    Materi IHT disampaikan dengan pendekatan partisipatif, mengajak siswa untuk berdiskusi, bermain peran, dan merefleksikan nilai-nilai kebhinekaan dalam kehidupan sehari-hari. Solo Bersimfoni membimbing siswa memahami bagaimana stereotip, prasangka, dan diskriminasi bisa muncul, serta bagaimana membangun budaya inklusif di ruang-ruang kelas dan pergaulan.

    Beberapa program Sekolah Adipangastuti yang sudah dilakukan sampai saat ini adalah:

    • Pendidikan Penguatan Karakter dan Gerakan Literasi Sekolah (PPKGLS). Kegiatan ini mengundang narasumber internal dan eksternal.
    • Sapa Anak Setiap Pagi. Bapak/Ibu guru diberi jadwal setiap pagi untuk menyapa anak-anak di gerbang sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
    • Kegiatan Keagamaan yang dilakukan berbarengan pada minggu pertama setiap bulan, dengan jadwal yang tidak selalu sama selama dua jam pelajaran.
    • Gerakan Digitalisasi Pembelajaran. Siswa dan Guru mendapatkan pembekalan terkait digitalisasi sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, juga diberikan pelatihan tentang pembuatan konten agar semakin banyak praktik baik yang tersebar melalui dunia digital.

    Keberlanjutan dan Harapan

    SMAN 1 Surakarta berkomitmen untuk terus menjadikan nilai-nilai Hasthalaku sebagai nafas dari seluruh aktivitas pendidikan. Dengan kepemimpinan baru dan jejaring kerja sama yang kuat, termasuk bersama Solo Bersimfoni, sekolah berharap bisa menjadi model dalam pengelolaan keberagaman dan pembentukan karakter siswa.

    “Harapan saya, pelaksanaan Sekolah Adipangastuti di SMAN 1 Surakarta sebagai upaya untuk mewujudkan misi sekolah yang tidak hanya menjadi jargon tetapi juga bisa tercapai dengan nyata. Pembentukan karakter menjadi penting sebagai bekal masa depan anak-anak,” ungkap Kepala Sekolah.

  • IHT Sekolah Adipangastuti SMAN 1 Randublatung: Wujud Nyata Komitmen Sekolah dalam Pembentukan Karakter Hasthalaku

    IHT Sekolah Adipangastuti SMAN 1 Randublatung: Wujud Nyata Komitmen Sekolah dalam Pembentukan Karakter Hasthalaku

    RandublatRandublatung, 26 Agustus 2025 — SMAN 1 Randublatung kembali menunjukkan komitmennya sebagai Sekolah Adipangastuti dengan menggelar In House Training (IHT) bertema “Penguatan Nilai-Nilai Hasthalaku dan Pengimbasan Pembelajaran Mendalam” yang dilaksanakan di lapangan dan aula sekolah. Kegiatan ini dilakukan dengan dukungan Australia Indonesia Partnership for Justice Phase 3 (AIPJ3) dalam periode Bridging Fund.

    Kegiatan ini terbagi menjadi dua, yang pertama pemaparan materi hasthalaku kepada seluruh siswa di lapangan, dan yang kedua pemaparan tentang Sekolah Adipangastuti kepada seluruh guru SMAN 1 Randublatung. Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Solo Bersimfoni, M. Farid Sunarto, dan Kepala SMAN 1 Randublatung, Ibu Siti Hamamatul Mar’ati, S.Si. Kehadiran Solo Bersimfoni sebagai narasumber menjadi momen penting karena merupakan kali Solo Bersimfoni diundang secara resmi oleh sekolah sejak SMAN 1 Randublatung ditetapkan sebagai Sekolah Adipangastuti pada tahun 2024 di hadapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

    Kepala SMAN 1 Randublatung, menyampaikan bahwa IHT ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mengimplementasikan nilai-nilai hasthalaku dalam Sekolah Adipangastuti secara menyeluruh, tidak hanya dalam pembelajaran, namun juga dalam budaya dan keseharian warga sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengimplementasikan nilai hasthalaku sebagai penguatan karakter yang menjadi poin penting dalam pembelajaran mendalam.

    “Pembentukan karakter menjadi hal yang utama dalam pembelajaran mendalam, dengan penguatan nilai hasthalaku kepada bapak/ibu guru dan juga siswa, harapannya karakter hasthalaku itu terbentuk dan bisa diimbaskan ke ruang kelas saat pembelajaran mendalam,” ujar beliau.

    Rencana dan Implementasi

    Sebagai bagian dari tindak lanjut program Adipangastuti, SMAN 1 Randublatung telah menyusun berbagai rencana aksi, di antaranya:

    • Pembentukan Tim Penanganan Kekerasan di Sekolah untuk mencegah baik sebelum terjadi atau pengulangan kekerasan di kalangan siswa.
    • Pemberian pemahaman mengenai Sekolah Adipangastuti serta nilai hasthalaku ke sekolah sekitar SMAN 1 Randublatung.
    • Pembentukan Tim Sekolah Adipangastuti yang melibatkan siswa, dan guru.
    • Pembuatan Tulisan dan Puisi bertema Hasthalaku

    Kegiatan IHT kali ini menjadi awal dari rangkaian pelatihan dan pendampingan yang akan dilakukan sepanjang tahun ajaran 2025/2026.

    Keberlanjutan dan Harapan

    SMAN 1 Randublatung berkomitmen menjaga keberlanjutan program Adipangastuti dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sekolah sekitar, serta memperkuat peran serta siswa dalam menciptakan iklim sekolah yang sehat dan bebas kekerasan.

    “Harapan kami, SMAN 1 Randublatung menjadi sekolah yang berkarakter, dalam hal ini adalah karakter hasthalaku,” imbuh Kepala Sekolah.

    Dengan semangat kolaborasi dan pembentukan karakter hasthalaku, SMAN 1 Randublatung terus melangkah sebagai pelopor pendidikan yang mengutamakan perdamaian untuk melindungi setiap siswanya.

     

  • SMAN 1 Cepu Resmi Menjadi Sekolah Adipangastuti:  Gelar In House Trainning Perdana untuk Penguatan Nilai Hasthalaku

    SMAN 1 Cepu Resmi Menjadi Sekolah Adipangastuti: Gelar In House Trainning Perdana untuk Penguatan Nilai Hasthalaku

    Cepu, 14 Agustus 2025 – SMAN 1 Cepu menggelar In House Training (IHT) Sekolah Adipangastuti pada Kamis (14/8) sebagai langkah awal dalam mengimplementasikan nilai-nilai Hasthalaku ke dalam model pembelajaran sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari kick off program Sekolah Adipangastuti, sekaligus menandai peresmian SMAN 1 Cepu sebagai salah satu sekolah Adipangastuti baru di Kabupaten Blora. Kegiatan ini dilakukan dengan dukungan Australia Indonesia Partnership for Justice Phase 3 (AIPJ3) dalam periode Bridging Fund.

    IHT yang bertempat di aula utama SMAN 1 Cepu ini dihadiri oleh jajaran guru dan tenaga kependidikan. Acara ini menghadirkan narasumber M Farid Sunarto dan Didik Prasetyanto, Ketua dan Direktur Operasional Solo Bersimfoni. Mereka menjelaskan tentang pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya hasthalaku. Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya menggunakan metode ‘brokoli dalam pasta’ untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya pelestarian identitas budaya, dalam hal ini hasthalaku, untuk pembentukan karakter siswa.

    “Hasthalaku bukan sekadar delapan nilai moral, tapi fondasi hidup bersama yang relevan pada anak Generasi Z. Sekolah harus menjadi tempat terbaik untuk menanamkan nilai-nilai itu sejak dini,” tegas Pak Farid dalam sesi diskusi interaktif.

    Kepala SMAN 1 Cepu, Ibu Bekti Ratna Timur Astuti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bergabungnya SMAN 1 Cepu sebagai Sekolah Adipangastuti adalah wujud komitmen untuk memajukan pendidikan yang berkarakter dan berakar kuat pada budaya lokal.

    “Kami percaya pendidikan tidak cukup hanya membekali siswa dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian yang luhur, toleran, dan bangga terhadap budaya sendiri. Hasthalaku akan membentuk siswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter yang baik,” ujar beliau.

    Sebagai bagian dari peresmian program, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SMAN 1 Cepu dengan Solo Bersimfoni yang diwakilkan oleh Ketua Solo Bersimfoni dan Kepala SMAN 1 Cepu. Program ini diketahui oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen jangka panjang selama empat tahun untuk menerapkan nilai-nilai Hasthalaku dalam aktivitas sekolah.

    Dengan IHT ini, SMAN 1 Cepu menegaskan arah barunya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi pelopor dalam membangun pendidikan berbasis nilai dan budaya, sesuai semangat Sekolah Adipangastuti.

     

    Tia Brizantiana

    Program Officer Solo Bersimfoni

  • Tunas Harmoni Solo Sukses Selenggarakan Zero Waste Journey di Loji Gandrung

    Tunas Harmoni Solo Sukses Selenggarakan Zero Waste Journey di Loji Gandrung

    Pada Sabtu 15 Maret 2025, Tunas Harmoni Solo sukses menyelenggarakan sebuah acara bertajuk Zero Waste Journey dengan tema “EcoVisit dan Workshop Pengelolaan Sampah di Solo” yang berlangsung di Loji Gandrung, Solo. Acara ini diikuti oleh 31 peserta dari berbagai organisasi lintas agama dan komunitas yang sangat antusias untuk belajar lebih dalam tentang pengelolaan sampah dan pentingnya menerapkan konsep zero waste dalam kehidupan sehari-hari.

    Acara dimulai dengan doa bersama lintas agama serta pengenalan antara panitia dan peserta yang disambut hangat di Loji Gandrung. Kemudian pemberian materi FEEL oleh Sapto Purnama, Kepala Subbag TU UPTD Pengelolaan TPA Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta. Sapto menjelaskan bahwa setiap harinya ada sekitar 390 ton sampah yang dikirim ke TPA Putri Cempo.

    Setelah itu dilanjutkan dengan IMAGINE EcoVisit ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, yang terletak di Mojosongo, Jebres, Solo. Para peserta diangkut menggunakan Batik Solo Trans (BST) yang disediakan oleh panitia, memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan pengalaman bertransportasi umum sembari menuju Lokasi yang menjadi bagian penting dari kegiatan ini.

    Di TPA Putri Cempo, para peserta diajak untuk melihat langsung bagaimana pengelolaan sampah dilakukan di sana. Kemudian sampah ini dipilah dan diolah pada Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang sudah beroperasi sejak tahun 2023.

     

    Setelah kunjungan ke TPA, kegiatan berlanjut dengan pemberian materi DO mengenai solusi semu pengelolaan sampah oleh Marbani dari Ecobhinneka Solo. Marbani mengajak peserta membongkar mitos dan mendorong perubahan nyata dalam pengelolaan sampah, terutama sampah plastik. Dampak negatif plastik juga terjadi sebelum plastik dikonsumsi, karena produksi plastik juga mencemari lingkungan. Narasi semu tentang pengelolaan sampah plastik yang baik bukanlah sebuah solusi. Edukasi pentingnya mengurangi penggunaan plastik alih-alih mengelolanya adalah hal penting agar ada solusi nyata dan tidak menimbulkan masalah yang lain.

    Tak hanya teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk belajar membuat pupuk kompos menggunakan compost bag dengan arahan Prasetianingsih Soewarno, Penyuluh Lingkungan Ahli Muda DLH Kota Surakarta, dan Marantika Soloningtyas, TKPK DLH Kota Surakarta. Sesi ini diharapkan agar peserta memahami cara mengelola sampah organik di rumah dan atau organisasi mereka. Melalui proses composting yang tepat, sampah organik dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung penghijauan di rumah sehingga mendukung konsep zero waste yang berkelanjutan.

    Setelah selesai materi dan praktek, dilakukan sesi SHARE dimana panitia mengajak peserta untuk berbagi pengetahuan dan rencana aksi bersama masing-masing komunitas. Beberapa peserta membagikan kebiasaan zero waste yang sudah dilakukan seperti selalu membawa tumbler dan kantong belanja. Peserta lain juga berencana melakukan composting di rumah dan komunitasnya.

    Acara ditutup dengan sesi buka puasa bersama setelah serangkaian kegiatan, tak lupa foto bersama untuk mengabadikan kegiatan antara peserta, panitia dan pemateri. Sesi buka puasa bersama dilakukan dengan konsep zero waste, yaitu setiap peserta membawa tumbler masing-masing serta tidak menggunakan alat makan sekali pakai. Di akhir acara, setiap peserta diberikan bibit tanaman sebagai bentuk komitmen untuk bersama-sama merawat lingkungan dan dibuktikan dengan tumbuhnya bibit tanaman tersebut.

    Acara ini merupakan kelanjutan dari kegiatan National Training/Capacity Building: Religious and Interfaith Engagement to Manage Enviromental Risks pada bulan Februari lalu di Bandung oleh Peace Generation Bandung. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas bersama the Foreign, Commonwealth, and Development Office of the UK Government (FCDO) dalam pelaksanaan program pembangunan rendah karbon (Low Carbon Development Initiative/LCDI) Fase 2 Tak hanya di Solo, Tunas Harmoni juga dilaksanakan di Bandung, Pekanbaru, Mataram, dan Medan. Selain peserta dari organisasi keagamaan dan organisasi pemuda, kegiatan ini juga melibatkan pemangku kebijakan seperti DLH. Untuk kegiatan Tunas Harmoni Solo, tim panita berasal dari Solo Bersimfoni, Ecobhinneka, DLH Kota Surakarta dan Pelita.

    Acara Zero Waste Journey ini menandakan langkah positif dalam mengedukasi masyarakat Solo mengenai pentingnya mengurangi dan mengelola sampah sebagai bagian dari penerapan gaya hidup zero waste. Melalui inisiatif seperti ini, Tunas Harmoni Solo telah membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam mengurangi dampak sampah terhadap bumi. Ketua Koordinator Tunas Harmoni Solo, Risca Dj, mengingatkan bahwa bumi itu hanya satu sehingga setiap individu berperan penting untuk melestarikannya. “Kita hanya punya satu bumi, jadi mulai sekarang, yuk kita berkomitmen menjaga lingkungan dengan sepenuh hati agar tetap lestari dan pulih dari kerusakan yang telah terjadi agar bisa memberikan kehidupan bagi semua makhluk”, tambah Risca.

    Penulis: Tia Brizantiana – Program Officer

  • Gelar Karya Sekolah Adipangastuti; Praktik Baik Hasthalaku di 63 SMA se-Jawa Tengah

    Gelar Karya Sekolah Adipangastuti; Praktik Baik Hasthalaku di 63 SMA se-Jawa Tengah

    Pada Kamis 24 Oktober 2024, Solo Bersimfoni mengadakan kegiatan Gelar Karya Program Sekolah Adipangastuti yang diikuti oleh 63 SMA di Jawa Tengah di SMAN 1 Semarang. Gelar Karya ini dilaksanakan sebagai apresiasi kepada SMA pelaksana Sekolah Adipangastuti sejak tahun 2019 s/d 2024.

    Kegiatan diawali dengan pembukaan yaitu laporan oleh Direktur Eksekutif Solo Bersimfoni, Bapak M Farid Sunarto, S.Pd., M.Si, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Ibu Afnia Sari dari Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2) dan pembukaan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Ibu Dr Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd., serta Keynote Speaker dari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbudristek RI, Bapak Indra Budi Setiawan.

    Program Sekolah Adipangastuti adalah program yang diinisiasi oleh Solo Bersimfoni didukung oleh Puspeka Kemendikbudristek, Bappenas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Pemerintah Australia melalui program AIPJ2. Landasan program ini adalah implementasi Perpres No. 7/2021 tentang RAN PE, khususnya Pilar Pencegahan subprogram kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan yaitu mengintegrasikan kurikulum SMA dengan RAN PE. Program ini bertujuan untuk membangun toleransi dan perdamaian dengan membangun nasionalisme kebangsaan menggunakan nilai-nilai budaya lokal.

    Direktur Eksekutif Solo Bersimfoni, M. Farid Sunarto mengatakan “Program Sekolah Adipangastuti berlandaskan pada kebijakan Kemendikbudristek, khususnya Puspeka dalam pembentukan karakter Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) projek tematik dan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP).”  Lebih lanjut Farid menyampaikan bahwa program ini menjadi contoh praktik baik yang harapannya bisa mempengaruhi sekolah lain.

    Kegiatan Gelar Karya Sekolah Adipangastuti dilaksanakan untuk berbagi praktik baik implementasi Sekolah Adipangastuti kepada sekolah pelaksana lainnya. Kegiatan ini menampilkan pertunjukan praktek baik terpilih dari SMA Program Sekolah Adipangastuti, pameran praktik baik program, lokakarya optimalisasi input praktik baik Sekolah Adipangastuti di Platform Nasional PVE KHUB. Kegiatan terakhir tersebut dipandu oleh tim K-HUB dari Peace Generation Indonesia.

     

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Ibu Dr Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan dukungannya baik secara pribadi maupun kelembagaan terhadap pelaksanaan Program Sekolah Adipangastuti di 63 SMA se-Jawa Tengah. Beliau mengatakan bahwa dengan pelaksanaan Sekolah Adipangastuti, sekolah akan diuntungkan karena membantu implementasi Permendikbud No 46 Tahun 2023 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan. “Semoga hasthalaku bisa diimplementasikan tidak hanya menjadi hafalan”, tambahnya. Ibu Uswatun juga menyampaikan pesan dari Bapak Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M, yang berhalangan hadir dan menitipkan doa semoga agenda hari ini diberi kelancaran.

    Sebagai Keynote Speaker mewakili Kepala Puspeka Kemendikbudristek RI, Bapak Indra Budi Setiawan, yang bertugas mengawal modul pencegahan kekerasan seksual di sekolah, mengatakan bahwa keragaman budaya Indonesia yang memiliki lebih dari tiga ratus suku bangsa bisa menjadi potensi perbedaan dan menyebabkan pergesekan bahkan intoleransi. Intoleransi ini juga terjadi di lingkungan pendidikan, oleh karena itu ditetapkan Tiga Dosa Besar Pendidikan yaitu intoleransi, kekerasan seksual dan perundungan. Kemudian Puspeka dibentuk untuk mengawal penguatan Profil Pelajar Pancasila serta penanganan dan pencegahan isu kekerasan. Selain itu juga mencakup topik inklusivitas dan kesetaraan gender, yang kesemuanya berkaitan dengan apa yang sudah dilakukan pada Sekolah Adipangastuti. Harapannya, satuan pendidikan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua orang, baik tenaga pendidik, guru dan siswa. “Hasthalaku bisa menjadi salah satu cara pencegahan kekerasan di sekolah”, lanjutnya.

    Dalam Gelar Karya juga menampilkan pentas pertunjukan terpilih dari empat belas SMA pelaksana Sekolah Adipangastuti, yaitu Tari Silakupang dari SMAN 3 Pemalang, Pantomim Teater Brastomolo dari SMAN 1 Gemolong, Macapat Adipangastuti dari SMAN 1 Wonogiri, Tari Hasthalaku Ambrastha Angkawa dari SMAN 1 Kebumen, lagu Satu Hati Bertoleransi dari SMAN 1 Semarang, Tari Kreasi 3G LEPAT dari SMAN 3 Boyolali, Mars Adipangastuti dari SMAN 3 Sragen, Tari Tradisional dari SMAN 6 Surakarta, Tari Kreasi dari SMAN 1 Sragen, Tari Panjisaka dari SMAN 1 Purwanegara, Tari Topeng Brebes dari SMAN 1 Losari, Tari Martani dari SMAN 1 Bawang, tari Gumregahing Kelir ing Angkoso dari SMAN 1 Karangkobar dan Tari Kapuk Karaban dari SMA Muhammadiyah 1 Pati. Selain itu, juga diumumkan pemenang lomba menyambut Gelar Karya yaitu Lomba Artikel, Lomba Video Reels, Lomba Film dan Lomba Konten Feed Instagram.

    Sekolah Adipangastuti adalah sekolah toleran berbasis budaya hasthalaku yaitu delapan nilai perilaku budaya lokal yang terdiri dari Gotong Royong, Guyub Rukun, Grapyak Semanak, Lembah Manah, Ewuh Pekewuh, Pangerten, Andhap Asor dan Tepa Selira. Program ini telah diimplementasikan pada 63 SMA se-Jawa Tengah sebagai program ko-kurikuler dan kurikulum merdeka berbasis projek tematik, dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Tema yang diangkat tiap sekolah berbeda-beda, antara lain: bangunlah jiwa raganya, bhineka tunggal ika, kearifan lokal dan suara demokrasi dengan mengakomodasi pengetahuan literasi, digitalisasi, media sosial, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang adaptif dengan Era 4.0.

    Program Sekolah Adipangastuti Lanjutan (2024/2029)

    Setelah 2024, Program Sekolah Adipangastuti akan terbagi dalam lima program:

    1. Program cakap digital melalui empat pilar, yaitu digital skills, digital culture, digital ethics dan digital safety.
    2. Program optimalisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Artificial Intelligence yang mendukung pembelajaran dan tugas-tugas perkantoran sekolah.
    3. Program Ketrampilan TPPK (Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan) atau PPKSP sesuai Permendikbudristek No. 46/2023.
    4. Program implementasi budaya hasthalaku di sekolah melalui pendekatan “brokoli dalam pasta” yang mendorong literasi dan digitalisasi.
    5. Meningkatkan engagement praktik baik tiap sekolah dalam platform jaringan media nasional melalui Knowledge Hub (K-Hub) Peace Gen Indonesia dan I-KHub BNPT.

     

    Ditulis oleh : Tia Brizantiana

  • Kerja Sama Pemerintah dan Masyarakat untuk Menekan Perkawinan Anak di Wonosobo

    Kerja Sama Pemerintah dan Masyarakat untuk Menekan Perkawinan Anak di Wonosobo

    Pada hari Senin 29 April 2024, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Implementasi Pergub No 67 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan Provinsi Jateng pada eks Karesidenan Kedu di Kantor Disporapar Kota Magelang. Kegiatan ini difasilitasi oleh Solo Bersimfoni.

    Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir dari eks Karesidenan Kedu yaitu Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Wonosobo. Tim Penyusun RAD, Dr. Yasser Wahyuddin, ST., MT., Msc. dan Kasi Kemitraan dan Kelembagaan Pemuda Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Makmur Effendy S.Pd., MM, menjadi narasumber dalam kegiatan ini.

    Tingginya angka kelahiran erat kaitannya dengan usia perkawinan pertama kali dan faktor ekonomi serta pendidikan keluarga. Hal ini menjadi faktor utama yang menyebabkan tingginya perkawinan usia anak di Kabupaten Wonosobo. Oleh karenanya, hal ini menjadi pembahasan pada sosialisasi, yaitu domain Kesehatan dan Kesejahteraan.

    Beberapa langkah serius pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam mencegah perkawinan anak adalah terbitnya Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 34 Tahun 2019 tentang Strategi Penanggulangan Perkawinan Usia Anak di Kabupaten Wonosobo. Peraturan ini dikeluarkan karena pada tahun 2018 angka perkawinan usia anak di anak di Kabupaten Wonosobo menyentuh angka 2109. Hal ini menjadi landasan DPPKBPPA Kabupaten Wonosobo mengisiniasi dibentuknya Pergub ini dan disahkan setahun kemudian.

    DPPKBPPA Kabupaten Wonosobo juga membentuk Penguatan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja sebagai salah satu program pelayanan informasi dan konseling tentang pendewasaan usia perkawinan, fungsi keluarga, informasi dan konseling seksualitas. Selain itu juga membentuk Forum Anak Kreatif Wonosobo (FORKOS) untuk menampung aspirasi anak di Wonosobo agar tercipta anak cerdas, berwawasan, kreatif dan berakhlak mulia.

    Duta Generasi Berencana (Genre) dilibatkan pada kegiatan dinas sebagai role model anak muda Kabupaten Wonosobo agar terwujud zero tolerance khususnya pada pernikahan dini, seks sebelum menikah dan NAPZA. Dinas juga menyediakan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) sebagai upaya optimalisasi fungsi keluarga, yang mana perlindungan perempuan dan anak menjadi acuan penting dalam penyelenggaraan keluarga sejahtera.

    Selain itu juga dibentuk Program percepatan dan penurunan stunting di Wonosobo dengan program Wonosobo Hebat Atasi Stunting sehari dua butir telur. Dengan slogan selalu pantau tumbuh kembang, Awasi, dan Jaga Kesehatannya, Semangat Pola Asuhnya (SOBO HEBAT SEDULUR SELAWASE) dan SOBO-PAKU ANTING.

    Selain program dari pemerintah kabupaten, upaya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di setiap desa di Kabupaten Wonosobo mempunyai praktik baiknya sendiri. Sebagai contoh di Desa Lengkong yang memiliki dana sosial untuk kesehatan warga, dana yang terkumpul digunakan untuk membantu warga sesuai kebutuhannya seperti biaya pengobatan warga yang sakit serta biaya ibu melahirkan yang tidak memiliki BPJS kesehatan.

    Program yang dilakukan oleh DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo juga berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Hal ini sebagai wujud sinergi dan kolaborasi antar stakeholder untuk menuntaskan permasalahan pemuda sebagaimana tertuang dalam Pergub No 67 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023-2026.

    “Ayo nikmati prosesnya sebagai remaja, kejarlah cita-citamu setinggi-tingginya, gapailah mimpimu sampai kamu dapat. Semoga remaja Wonosobo semakin berencana, semoga  remaja dan anak-anak di kabupaten Wonosobo tidak akan ada lagi yang banyak terjerumus ke dalam perkawinan anak, tidak terjerumus pergaulan bebas, dan juga tidak terjerumus kedalam narkoba. Jauhi hal-hal negatif tersebut Insya Allah Wonosobo dan Indonesia kedepan akan semakin jaya”, Ibu Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati, S.STP memberikan pesan untuk pemuda di Kabupaten Wonosobo.

    Ditulis oleh : Tia Brizantiana