News

Dukungan Pemprov Jateng dalam Implementasi Sekolah Adipangastuti

Rabu, 4 Januari 2023 telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangkaian penyusunan Modul Panduan Kurikulum P5 Berbasis Projek Sekolah Adipangastuti di Olifant Resto, Semarang. Dalam kegiatan ini hadir Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Provinsi Jateng, Bapak Syamsudin Isnaini, S.STP., SH., Tim Pengembang Kurikulum Disdik Jateng yang juga Kepala SMAN 1 Semarang, Dr Kusno, M.Pd., Analis Ahli Madya Biro Kesra Provinsi Jateng, Ibu Woro Boedi Sayekti, SH, MM., serta Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jateng. Dalam kegiatan FGD ini Bapak Arief Rahmawan, M.Pd., Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Gemolong, yang merupakan salah satu tim penyusun modul panduan menjadi narasumber dalam menjelaskan draf modul panduan yang telah disusun. Beliau menerangkan bahwa modul yang disusun ada dua, yaitu modul bagi guru dan siswa. Dalam modul dimasukkan dimensi Pancasila dengan menggunakan topik yang disesuaikan dengan dimensi kearifan lokal dan Bhineka Tunggal Ika yang sesuai dengan hasil Rancangan Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme (RAN PE). “Modul berisikan narasi-narasi kontra yang menyenangan kemudian di akhir akan ada projek kolaborasi oleh siswa dengan tujuan menyesuaikan tujuan RAN PE di pendidikan”, jelas Pak Arief. Pak Syamsudin dalam tanggapannya menyatakan bahwa Dinas Pendidikan secara penuh mendukung program yang akan dilakukan oleh Solo Bersimfoni. “Tim Pengembangan Kurikulum dari dinas akan ikut mendampingi dalam penyusunan modul ini agar modul yang dihasilkan lebih mudah diterapkan di sekolah”, lanjutnya. Selain itu akan dilakukan sinergi antara Dinas Pendidikan, Bappeda dan Kesbangpol serta memungkinkan dilaksanakannya kolaborasi dengan Biro Kesra dalam implementasi Sekolah Adipangastuti tahun 2023 di Provinsi Jawa Tengah setelah modul panduan pengembangan P5 kurikulum berbasis projek ini selesai disusun. Harapannya dengan adanya dukungan dari dinas, maka guru-guru SMA di Jawa Tengah akan mendapatkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan. Tim pengembang kurikulum Disdik Provinsi Jateng, Bapak Kusno, selain memastikan modul panduan kurikulum dapat diterapkan dengan baik juga siap membantu dalam mensosialisasikan penerapam Sekolah Adipangastuti. Tinjauan dari modul tersebut dinilai menjadi pemantik di tingkat sekolah untuk melaksanakan program secara soft tapi berhasil sesuai sasaran. “Usia remaja kini perlu membicarakan tentang toleransi yang tidak perlu dibenturkan dengan substansi agama, sehingga agar menarik perlu menggunakan nilai-nilai kearifan lokal”, ungkapnya. Masukan dari Bapak Kusno, dalam pengenalan awal modul diperlukan narasi tentang hasthalaku. Seperti mengambil dalam P5 yaitu tema Bangunlah Jiwa dan Raga dengan mengemukakan aspek intoleransi, radikalisme, NAPZA, Kekerasan Seksual, dan lainnya dengan penggunaan narasi yang diperhalus. Selain itu, moderasi beragama diterjemahkan menjadi sebuah aktivitas kegiatan. Biro Kesra Provinsi Jateng juga mendukung penyusunan modul panduan ini. Masukan dari Ibu Woro bahwa diperlukan penambahan dimensi dalam ranah kepemudaan dan kebudayaan. “Pendekatan yang kami lakukan melalui unsur kebudayaan”, lanjutnya. Pak Budi Martono, SH, MM, Analis Ahli Muda Biro Kesra provinsi Jateng, mengatakan bahwa isu radikalisme dan nasionalisme juga dapat dilakukan secara online melalui kampanye di media sosial agar sesuai dengan sasaran yaitu anak muda. Bapak Ardian dari Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB Provinsi Jateng mengatakan dukungannya, “Saya senang dengan adanya modul panduan ini, karena sasaran dalam pencegahan terorisme selama ini adalah orang dewasa, sedangkan modul ini sasarannya adalah anak-anak hingga remaja”. Selain pencegahan, stigmatisasi untuk anak-anak dari keluarga teorisme juga perlu menjadi salah satu poin untuk menghindari tindakan bullying. Perlu dilakukan elaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan sekolah yang aman dan damai. “Bisa dilakukan pemilihan agen perubahan dari siswa, karena mereka adalah influencer yang masif terutama di media sosial”, ungkapnya. Ibu Nichola Ester dari Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Provinsi Jateng mengatakan bahwa untuk modul panduan yang disusun dibuat interaktif seperti menggunakan permainan online yang berisi pengetahuan serta dibuat aktivitas dengan tujuan agar anak tertarik. “Penjelasan mengenai mengenal kesetaraan gender dan adanya kepercayaan seperti penghayat perlu dimasukkan untuk meminimalisir perilaku bullying”, lanjutnya. Dalam kegiatan ini kemudian dirumuskan bahwa dimensi yang akan dimasukkan yang semula ada dua menjadi tiga, yaitu Kearifan Lokal, Bhineka Tunggal Ika dan Bangunlah Jiwa dan Raga. Harapannya dengan menambahkan satu dimensi yaitu Bangunlah Jiwa dan Raganya dapat meningkatkan rasa nasionalisme siswa yang kemudian mencegah terjadinya tindakan radikalisme.   Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer

Dukungan Pemprov Jateng dalam Implementasi Sekolah Adipangastuti Read More »

Hadiah Akhir Tahun; Solo Bersimfoni mendapatkan Anugerah Revolusi Mental (ARM) Tahun 2022

Rabu, 21 Desember 2022, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) menggelar Anugerah Revolusi Mental (ARM) Tahun 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Penyerahan ARM dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, serta Menko PMK Muhadjir Effendy dan para Koordinator Program Gerakan (KPG), dari Kementerian PAN RB, Kemenko Marves, Kemenko Polhukam, Kemenko Perekonomian, dan Kemendagri. Dalam pagelaran ini, Solo Bersimfoni memperoleh ARM kategori Tokoh Masyarakat dan Lembaga dalam bidang Pendidikan Karakter dan Literasi. Anugerah Revolusi Mental 2022 merupakan konfirmasi terhadap usaha dan upaya yang  telah dilakukan oleh Lembaga Pemerintah, Swasta dan Masyarakat atau gerakan komunitas yang melakukan perubahan secara nyata, terukur, inspiratif dan berkelanjutan. Anugerah Revolusi Mental 2022 diberikan kepada semua pihak yang telah berinisiatif dan telah menjadi pelopor perubahan untuk berbagai simpul dan ranah perubahan yang telah dan sedang berlangsung dalam masyarakat, mulai dari birokrasi yang melayani secara prima, sistem pendidikan yang mencetak sumber daya unggul dan berkarakter, sistem ekonomi berkeadilan, serta berbagai inisiatif yang melibatkan para pemangku kepentingan secara bergotong royong untuk mewujudkan perilaku kolektif yang berintegritas dan beretos kerja. Pagelaran ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap semua pelaku atau agen perubahan yang mencerminkan Gerakan Nasional Revolusi Mental di seluruh pelosok Nusantara. Sebanyak 40 piala diberikan kepada penerima anugerah yang terbagi menjadi lima kategori. Pertama adalah Kategori Pemerintah Provinsi, kategori kedua adalah Pemerintah Kabupaten/Kota, ketiga adalah Lembaga Mitra GNRM. Keempat adalah kategori Tokoh dan Lembaga dan kelima Kategori Kedermawanan Sosial. Wakil Presiden, Ma’ruf Amin berpesan agar gerakan nasional revolusi mental perlu terus dibumikan dalam berbagai kegiatan. “Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan generasi emas yang unggul, berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan kebangsaan. Oleh sebab itu, saya berpesan kepada seluruh pihak, Gerakan Nasional Revolusi Mental mesti terus dibumikan secara inovatif dalam berbagai kegiatan yang menjangkau generasi muda kita. Jangan lupa terus manfaatkan media sosial dan kanal-kanal digital lainnya agar upaya ini semakin efektif,” kata Ma’ruf. Menko PMK, Muhadjir Effendy dalam sambutannya menjelaskan, Revolusi Mental merupakan gerakan seluruh unsur masyarakat Indonesia dengan mengangkat nilai-nilai strategis, yakni nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong. Dia menerangkan, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) mendorong internalisasi nilai-nilai strategis instrumental revolusi mental pada individu, keluarga, insititusi sosial, masyarakat sampai dengan lembaga-lembaga negara. Hal ini diharapkan dapat mendorong perubahan cara pandang, sikap, perilaku yang berkarakter dan berorientasi pada kemajuan. “Revolusi mental harus dimulai dari diri sendiri dan kemudian meluas di lingkungan keluarga, komunitas, masyarakat luas, dan selanjutnya mencakup seluruh komponen bangsa,” ujar Muhadjir dalam acara penghargaan ARM 2022. Menko PMK memaparkan, selama 7 tahun terakhir, GNRM telah berkolaborasi dengan aktor pentahelix untuk merubah mental masyarakat menjadi lebih baik. Menurutnya, GNRM telah memberikan berbagai perubahan yang dirasakan oleh masyarakat. Hal ini tercermin dari index capaian revolusi mental (ICRM) tahun 2021 yang menunjukkan peningkatan sebesar 4,46 poin jika dibandingkan ICRM tahun 2018 (ICRM 2018 sebesar 67,01 dan pada 2021 mencapai 70,47). “Peningkatan ICRM ini tidak terlepas dari upaya kolaborasi para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan gerakan revolusi mental untuk memajukan Indonesia dari tingkat pemerintah pusat sampai di tingkat daerah,” ujarnya.   Pemberian Anugerah Revolusi Mental 2022 kepada Perkumpulan Solo Bersimfoni dari Kriteria Nominasi Lembaga yang berbadan hukum di Indonesia dengan mempertimbangkan berbagai unsur antara lain, Solo Bersimfoni merupakan Non Government Organization (NGO) yang melakukan tindakan yang bersifat fundamental, yaitu upaya Pencegahan radikalisasi yang meliputi membangun kesiapsiagaan, melakukan kontra radikalisasi dan deradikalisasi di kalangan pelajar / remaja; Solo Bersimfoni memberikan perubahan dan dampak positif  terhadap masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam membangun toleransi dan perdamaian untuk mencegah tindakan kekerasan yang mengarah pada terorisme berbasis kekerasan; serta Solo Bersimfoni menghadirkan ruang-ruang keadilan sosial bagi remaja/pelajar generasi Z dalam bentuk ruang kanal digital, membangun kecakapan digital  dan menyediakan ruang komunal solo bersimfoni. Inisiatif Solo Bersimfoni yang bersifat fundamental antara lain bekerja sama dengan UNS melakukan riset untuk menemukan nilai budaya lokal “hasthalaku” (delapan perilaku) yang terdiri dari: gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, andhap ashor dan tepa selira. Hasthalaku telah dimasukkan sebagai  menjadi nilai luhur budaya daerah dan tertuang dalam Perwali Kota Surakarta No. 49 Tahun 2019 tentang Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda. Solo Bersimfoni juga menginisiasi regulasi Perda Prov. Jateng No. 4 Tahun 2021 Tentang Pembangunan dan Pengembangan Kepemudaan. Dan saat ini sedang menginisiasi beberapa amanat Perda tersebut dalam bentuk Peraturan Gubernur Provinsi Jateng, khususnya amanat perlindungan dan pemberdayaan pemuda. Selain itu, Solo Bersimfoni menginisiasi Model Sekolah Adipangastuti yang merupakan sebuah program selama 6 (enam) bulan yang dimasukkan ke sekolah formal. Tujuan implementasi model Sekolah Adipangastuti adalah untuk membuat program pencegahan intoleransi dan kekerasan di sekolah dengan pendekatan milenial dan digital. Saat ini Solo Bersimfoni telah mengerjakan kerjasama dengan 7 (tujuh) sekolah formal SMA yang melaksanakan program Sekolah Adipangastuti, dan pada tahun 2023 akan melaksanakan program Sekolah Adipangastuti di 14 (empat belas) sekolah di provinsi jawa tengah.   Penulis: Tia Brizantiana – Program Officer

Hadiah Akhir Tahun; Solo Bersimfoni mendapatkan Anugerah Revolusi Mental (ARM) Tahun 2022 Read More »

Prof Mahfud MD: Siapa pun Jangan Terbujuk Gerakan Radikal

Solo 9 Desember 2022 telah dilaksanakan Silaturahmi dan Dialog Kebhinekaan bersama Prof. Dr. H. M. Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., Menkopolhukam RI di Java Terracee Solo. Dalam pembukaan disampaikan oleh Ketua dan Koordinator penyelenggara M Farid Sunarto yang juga Ketua Solo Bersimfoni bahwa Menkopolhukam ingin belanja berbagai masalah dari wilayah Soloraya sehingga mengundang para seniman, budayawan dan akademisi. Dalam acara tersebut, hadir para tokoh Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran, serta para seniman seniwati yang biasa memeriahkan agenda MICE kota Solo. Sempat dalang muda Ki Amar Pradopo dikerjai Moderator untuk menyuarakan ‘suluk” wayang dan ‘suluk gagrak anyar’ yang membuat tertawa Prof Mahfud MD dan para peserta dialog. Prof Mahfud MD dalam awal dialog menguraikan keberagaman bangsa dan negara harus dirawat dan dijaga dalam tubuh NKRI. Demikian juga mengutuk adanya pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung, menunjukkan adanya kelompok-kelompok radikal dan intoleran yang ingin mengoyak kebhinekaan yang sudah terjalin sejak berabad lalu. Faizul Sofyan, perwakilan dari Jaringan Lintas Kultural Solo, memberikan keprihatinannya tentang aksi bom tersebut. Prof Mahfud MD menjelaskan bahwa pemerintah sudah melakukan tindakan pencegahan terhadap terorisme seperti kontra radikalisasi dan deradikalisasi. Dan tindakan pencegahan ini dilakukan secara bekerja sama oleh 12 Kementrian. Dalam kegiatan ini, Prof Mahfud MD menjawab pertanyaan H. Ahmad Sungkar, seorang pemerhati cagar budaya, mengenai Kepres No. 17/Tahun 2022. Beliau menjelaskan bahwa Kepres ini dibuat untuk korban pelanggaran HAM masa lalu yang tidak atau belum diselesaikan di pengadilan, tidak mengarah kepada salah satu pihak saja. Aturan ini dibuat sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mementingkan kemanusiaan. “Masalah kemanusiaan yang akan kita rukunkan kembali.”, imbuhnya. Gusti Benowo, Dalang Kraton Kasunanan Surakarta, bertanya mengenai bagaimana cara mengatasi mafia hukum di Indonesia. Prof Mahfud MD mengatakan bahwa Presiden Jokowi sudah memerintahkan Menkopolhukam untuk melakukan reformasi hukum. Meski demikian, menteri tidak boleh untuk terlibat dalam yudikatif maupun legislatif seperti mengusulkan undang-undang. Terakhir, Prof Mahfud MD menghimbau kepada siapa pun agar jangan terbujuk gerakan-gerakan radikal. “Gerakan radikal tidak usah diperdebatkan, dia anti pemerintah yang sah, anti ideologi negara dan anti konstitusi.”, lanjutnya.   Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer

Prof Mahfud MD: Siapa pun Jangan Terbujuk Gerakan Radikal Read More »

Penyusunan Regulasi Kepemudaan untuk Pembangunan dan Pengembangan Pemuda

Dalam rangka penyusunan Rancangan Aksi Daerah (RAD) Kepemudaan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng dengan dukungan Solo Bersimfoni melakukan rangkaian Focos Group Discussion (FGD). FGD ini dilakukan untuk mendapatkan masukan dan data yang dibutuhkan dalam penyusunan RAD. Tim penyusun yang juga terdiri dari Tim Ahli Komisi E DPRD Provinsi Jateng menjadi fasilitator dalam rangkaian kegiatan ini. FGD dilaksanakan sebanyak tiga kali dengan peserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang mengurusi bidang kepemudaan. FGD pertama dilaksanakan pada Senin, 10 Oktober 2022 di Hotel Grand Edge Semarang dengan peserta dari karesidenan Pati dan Semarang raya. FGD kedua dilaksanakan pada Selasa, 2 November 2022 di Hotel Atria Magelang dengan peserta dari Karesidenan Kedu dan Soloraya. FGD terakhir dilaksanakan pada Rabu, 30 November 2022 di Hotel Khas Tegal dengan peserta dari Karesidenan Pekalongan dan Karesidenan Banyumas.   OPD yang hadir adalah Biro Kesra SETDA Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang, Disporapar Kabupaten Kendal, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Demak, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Salatiga, Disporabudpar Kabupaten Grobogan, Disporabudpar Kabupaten Blora, Disdikpora Kabupaten Rembang, Disdikpora Kabupaten Kudus, Disparbudpora Kabupaten Klaten, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sukoharjo, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonogiri, Disdikpora Kabupaten Temanggung, Disporapar Kota Magelang, Disdikpora Kabupaten kebumen, Disporapar Kabupaten Purworejo, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga kabupaten Tegal, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Tegal, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Dinas Pariwisata Budaya dan Olahraga Kota Pekalongan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara, Dinas Kepemudaan Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo. Sedangkan OKP yang terlibat adalah KNPI Jawa Tengah dan Pepelingasih Jawa Tengah. Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Ibu Siti Mulyatmi Bernandetta, mengatakan bahwa Perda No. 4 tahun 2021 tentang Kepemudaan menjadi pijakan dalam menyusun sebelas Peraturan Gubernur (Pergub) turunan. Beliau juga menginfokan bahwa salah satu Pergub turunan tentang Kewirausahaan sudah dibuat dan proses penandatanganan. “Kita masih punya 10 PR lagi, tetapi karena RAD ini termasuk capaian di Kemenpora beberapa provinsi maka penyusunannya harus disegerakan.” Oleh karena itu, kegiatan penyusunan ini diharapkan dapat menjadi buah pemikiran OPD dan OKP di Jateng. Dalam diskusi diketahui bahwa Kabupaten Kendal telah memiliki peraturan mengenai kepemudaan untuk mengatur kegiatan OPD, sedangkan kota/kabupaten yang lain belum memilikinya. Kerja sama dalam bidang kepemudaan dapat dilakukan dengan pihak lain selain dinas, seperti Perguruan Tinggi, NGO bidang kepemudaan, OKP, BNN Daerah, lembaga keagamaan (terkait dengan moral) dan lembaga profesi. Pada FGD pertama peserta berharap Jambore dan Pekan Apresiasi Pemuda dapat terlaksana pada tahun 2023 dan 2024 dengan dasar dari peraturan kepemudaan. Selain itu, adanya bentuk apresiasi/penghargaand dalam kepemudaan baik untuk individu maupun organisasi, berjalannya berbagai kegiatan kepemudaan di Jawa Tengah serta adanya koordinasi yang strategis lintas sektor seperti yang tertuang dalam Perpres No. 43 Tahun 2022 menjadi harapan selanjutnya dalam penyusunan regulasi kepemudaan ini. Dalam penyusunan peraturan tergantung kesiapan dari setiap kota/kabupaten. Peraturan Daerah (Perda) bisa disusun terlebih dahulu jika ingin aturannya lebih substansif, tetapi jika ingin fokus pada implementasinya maka dahulukan penyusunan RAD. Sehingga penyusunan regulasi pemuda ini diharapkan dapat menaikkan indeks pembangunan pemuda di Jawa Tengah. Dalam FGD kedua ditemukan fakta bahwa IPP Sukoharjo berjalan dengan baik, hal ini karena faktor pimpinan yang visioner dan adanya linier antara provinsi dan kabupaten/kota dalam menyusun RAD pusat dan daerah, dalam bentuk gerakan masif. Sehingga terjadi kenaikan anggaran yang signifikan yaitu kurang dari 100 juta pada tahun 2018, kemudian naik menjadi 350 juta di tahun 2019 dan tahun 2020 naik menjadi 5,5 M. Hal yang berbeda ditemukan di Wonogiri, masukannya adalah adanya kegiatan dengan skala prioritas yang mudah untuk dilakukan. Untuk saat ini fokus pada pemberian kepada pemuda berprestasi dengan dasar PERDA No 9 Tahun 2018 Tentang Kepemudaan, yang menyebutkan pemuda yang berprestasi dapat diberi penghargaan. Dalam FGD terakhir ditemukan poin bahwa Perda kabupaten Purbalinggu PERDA sudah jadi, sedangkan di Kota Tegal masih sedang dalam tahap pembahasan di tahun 2021 dan Batang sudah masuk ke anggaran mulai tahun depan. Dalam diskusi juga ditemukan bahwa belum ada wilayah yang memiliki SK tim koordinasi strategis lintas sektor penyelenggaraan pelayanan kepemudaan dalam penyusunan, penetapan dan pengimplementasiannya. Harapannya dengan rangkaian FGD penyusunan regulasi kepemudaan ini, berbagai tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan program untuk pembangunan dan pengembangan kepemudaan mendapatkan solusi yang menjadi kerja bersama antara OPD dan OKP terkait, terutama bagi kepemudaan di provinsi Jawa Tengah.   Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer Solo Bersimfoni

Penyusunan Regulasi Kepemudaan untuk Pembangunan dan Pengembangan Pemuda Read More »

Kunjungan Wakil Dubes Australia ke SMAN 1 Surakarta Sebagai Sekolah Adipangastuti

Wakil Duta Besar Australia Berkunjung ke Sekolah Adipangastuti

Pada hari Senin, 24 Oktober 2022 SMAN 1 Surakarta mendapatkan kunjungan dari Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bapak Steve Scott. Kunjungan ini dalam rangka melihat keberhasilan implementasi Sekolah Adipangastuti di SMAN 1 Surakarta. Dalam kegiatan ini hadir juga kepala sekolah dari model Sekolah Adipangastuti tahun 2019, 2020 dan 2021 yaitu SMAN 6 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, SMAN 3 Sragen, SMAN 1 Gemolong, SMAN 2 Boyolali dan SMAN 1 Karanganyar. Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Surakarta Bapak Yusmar Setyobudi mengatakan bahwa program Sekolah Adipangastuti telah mendukung pengembangan karakter siswa SMAN 1 Surakarta melalui hasthalaku. “Kami sangat berterima kasih kepada Solo Bersimfoni atas kerja samanya dalam pembentukan karakter siswa di sini.”, lanjutnya. Cerita implementasi Sekolah Adipangastuti di sekolah lain pun dibagikan oleh para kepala sekolah, guru serta siswa. Kepala SMAN 6 Surakarta, Bapak Munarso dan Kepala SMAN 2 Boyolali, Bapak Teguh Rahayu Slamet, menyampaikan apresiasi atas acara yang menjadikannya makin bersemangat dan terinspirasi untuk melaksanakan program Sekolah Adipangastuti selanjutnya. “Hasthalaku membentuk generasi muda untuk memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap keberagaman, mampu hidup bersama dengan damai bersama seluruh umat manusia”, kata Bapak Munarso. Sementara SMAN 2 Boyolali berencana menerapkan lanjutan program Sekolah Adipangastuti yang salah satunya mengusung topik anti radikalisme, dengan penyesuaian kegiatan OSIS dan anggaran sekolah. Kepala SMAN 1 Karanganyar, Ibu Suliyastuti merasakan manfaat yang besar dari program Sekolah Adipangastuti dalam hal penerapan nilai-nilai hasthalaku di kalangan warga sekolah sehingga berharap agar silaturahmi semakin erat dan kerja sama yang terjalin semakin kuat. Hal ini juga dikatakan oleh Kepala SMAN 1 Kartasura, Ibu Hastuti, “Sangat bagus Wakil Duta Besar Australia mengapresiasi pelaksanaan hasthalaku untuk pembentukan karakter peserta didik.” Kepala SMAN 3 Sragen, Bapak Sukarno, juga mengatakan bahwa beliau sangat berharap dapat selalu bekerja sama dengan Solo Bersimfoni dalam pengembangan karakter siswa. “Sekolah Adipangastuti sesuai dengan kurikulum merdeka P5 yang sedang dilakukan oleh SMAN 3 Sragen, oleh karena itu kami akan selalu menerapkan program Sekolah Adipangastuti di sekolah kami.” Sementara itu Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 1 Gemolong, Bapak Arief Rahmawan menceritakan tentang rasa bangga dan senangnya bisa berjumpa dengan Wakil Duta Besar Australia. “Senang sekali bahwa cerita kami dapat didengar oleh Wakil Duta Besar Australia. Saya dapat menangkap pesan dan perhatian yang teramat besar tentang pendidikan dan kebudayaan, dari keseriusannya menyimak paparan dari teman-teman Solo Bersimfoni dan anak-anak SMAN 1 Surakarta,” paparnya. Olyvia Natasya Suryaningtyas, murid kelas XII MIPA 5, yang berkesempatan berbagi cerita mengatakan bahwa dia merasa bangga karena hasthalaku semakin dikenal apalagi melihat antusiasnya tim dari Kedutaan Australia tentang hasil langsung implementasi Sekolah Adipangastuti. Begitu pula dengan Noorman Adi, murid kelas X MIPA 3. “Saya senang berkesempatan bertemu dengan wakil duta besar Australia dan mengenalkan Sekolah Adipangastuti kepada beliau,” ujarnya. Dukungan dari Wakil Duta Besar Australia, Stephen Scott, terhadap pelaksanaan Sekolah Adipangastuti ini nampak dari kesan yang disampaikan, “Saya pikir itu fantastis. Kami sangat senang bermitra dengan Solo Bersimfoni untuk mempromosikan pesan perdamaian dan toleransi. Ini adalah pesan-pesan yang penting bagi semua siswa, baik mereka di Indonesia maupun di Australia.” Di akhir acara, Wakil Duta Besar Australia berkesempatan berkeliling lingkungan sekolah untuk melihat hasil langsung implementasi model Sekolah Adipangastuti. “Kami melihat mereka merangkul delapan nilai inti Adipangastuti yaitu hasthalaku, hal ini yang saya pikir akan membuat Indonesia tetap baik di masa depan. Nilai-nilai itulah yang akan membuat masyarakat ini menjadi masyarakat yang kuat dan inklusif, yang merangkul orang-orang dari semua lapisan masyarakat. Itulah yang akan membuat bangsa ini kuat dan maju seperti yang kita lihat Indonesia lakukan hari ini dan kami benar-benar senang memainkan peran yang sangat kecil di dalamnya.” Menariknya, semua Sekolah Adipangastuti mendapatkan satu tanda mata dari Wakil Duta Besar Australia, yaitu sebuah bola. Arief Rahmawan mengatakan “Saya bangga dan berterima kasih atas pemberian bola sebagai wujud tali asih kepada kami.”   Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer

Wakil Duta Besar Australia Berkunjung ke Sekolah Adipangastuti Read More »

Gubernur Jateng: Mengukuhan Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri “Wanita Indonesia Wanita Tangguh”

Pengukuhan Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri “Wanita Indonesia Wanita Tangguh” Kerjasama: Yayasan Gema Salam dan Solo Bersimfoni   Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P telah mengukuhkan Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri pada hari Jumat tanggal 16 September 2022 di Hotel Grand Sae Surakarta. Pengukuhan ini juga dihadiri oleh Walikota Surakarta, Komandan Densus 88 AT Polri, Komandan Kodim 0735, Kapolres Kota Surakarta, Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Kesbangpol Kota Surakarta, BAPAS Kota Surakarta, Dinas Sosial Kota Surakarta, Kapolsek Kecamatan Banjarsari, Ketua Kadin Solo dan Perkumpulan Solo Bersimfoni. Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Jawa Tengah mengatakan akan dukungannya terhadap terbentuknya koperasi ini, sebagai wujud pesan perdamaian dan gotong royong. Beliau juga mengatakan ucapan terima kasihnya kepada Ketua Solo bersimfoni atas bantuannya dalam pembentukan koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri. Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri merupakan koperasi yang dibentuk atas kerja sama antara Yayasan Gema Salam dan Perkumpulan Solo Bersimfoni. Koperasi ini beranggotakan istri-istri eks narapidana teroris (napiter) yang merupakan istri dari mitra Yayasan Gema Salam. Sesuai dengan taglinenya yaitu “Wanita Indonesia Wanita Tangguh”, pembentukan koperasi ini sebagai pemberdayaan perempuan bagi para istri dalam penguatan ekonomi khususnya kelembagaan usaha yaitu pembentukan koperasi bagi istri eks napiter di Provinsi Jawa Tengah. Kadensus 88 AT Polri, Irjen. Pol. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., berkata, “Perempuan adalah dasar dari pendidikan anak, sehingga seorang ibu harus bisa berkembang.” Kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi pendekatan reintegrasi eks napiter khususnya dari kalangan perempuan agar memiliki akses yang lebih luas terkait dengan pemasaran produk barang dan jasa yang dihasilkan dari keluarga eks napiter. Di samping itu, adanya kelembagaan koperasi menjadi wadah dan pintu masuk bagi berbagai peluang dan bantuan pihak-pihak terkait, baik Non-Goverment Organization (NGO) maupun pemerintah untuk membantu dan mempercepat pemulihan ekonomi dalam proses reintegrasi eks napiter di tengah-tengah masyarakat.   Sebelum pengukuhan, telah dilaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian (DIKLATKOP) bagi para pengurus dan anggota koperasi. Maksud dari kegiatan ini adalah meningkatkan wawasan dan keahlian tentang manajemen perkoperasian dan membentuk wadah kelembagaan koperasi bagi istri eks napiter di Provinsi Jawa Tengah serta memberikan akses pembiayaan dan pasar untuk produk barang/jasa yang dihasilkan keluarga eks napiter tersebut. Program ini merupakan implementasi dari kebijakan Pemerintah Republik Indonesia tentang Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada terorisme (Perpres Nomor 7 Tahun 2021) khususnya Pilar 1 yang terdiri dari pencegahan (Kesiap-siagaan, kontra radikalisasi dan deradikalisasi).           Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer Solo Bersimfoni

Gubernur Jateng: Mengukuhan Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri “Wanita Indonesia Wanita Tangguh” Read More »

Meriahkan Car Free Day dengan Petisi Dukungan Terhadap RAN PE

Masih ingat dengan Hasthalaku on The Street? Kegiatan ini adalah salah satu acara seru yang diatur dan dimeriahkan oleh sahabat simfoni. Sudah sangat lama kegiatan ini tidak dilaksanakan, apalagi sejak pandemi Covid-19 yang mengakibatkan semua kegiatan di ruang publik dihentikan. Pada minggu 17 Juli 2022 kemarin, kegiatan ini kembali diadakan di car free day (CFD) Kota Surakarta, tepatnya di depan toko elektronik Semeru Ngarsopuro. Dalam kegiatan ini, Solo Bersimfoni mengajak masyarakat untuk membubuhkan tanda tangannya sebagai dukungan dalam Implementasi Pepres No. 7 Tahun 2021 tentang Implementasi Rancangan Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) di Provinsi Jawa Tengah. Pembubuhan tanda tangan ini sebagai awal pelaksanaan program Solo Bersimfoni yaitu mendukung pemerintah daerah dalam pelaksanaan RAN PE melalui pendampingan Peraturan Gubernur (Pergub) Preventing Violent Ekstremism (PVE) dan pengarusutamaan intoleransi di kalangan pemuda di Provinsi Jawa Tengah.     Ketua Solo Bersimfoni, M. Farid Sunarto, membuka acara yang kemudian dilanjutkan sambutan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surakarta, Drs Aryo Widyandoko, MH. Setelahnya mereka melakukan pembubuhan tanda tangan pada petisi sebagai bentuk dukungannya. Selain pembubuhan petisi tanda tangan, acara ini juga dimeriahkan oleh fragmen dan penampilan dari mitra serta Sekolah Adipagastuti. Mitra yang terlibat yaitu PeaceGeneration Chapter Solo dan Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Kota Surakarta serta Sekolah Adipangastuti yaitu SMAN 1 Surakarta, SMAN 6 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, SMAN 1 Karanganyar, SMAN 1 Gemolong dan SMAN 3 Sragen. Penampilan dari Sekolah Adipangastuti sebagian besar merupakan hasil langsung dari pelaksanaan program Sekolah Adipangastuti seperti menyanyikan mars adipangastuti dan membacakan geguritan serta puisi berbahasa Indonesia dan Inggris. Selain itu, beberapa siswa dari SMAN 6 Surakarta dan siswa serta mahasiswa magang Solo Bersimfoni juga ikut terlibat dalam fragmen.   Tak lupa, ada permainan boardgames hasthalaku dan juga boardgames peacegen digelar pada kegiatan ini. Dengan mengajak masyarakat yang hadir dan mampir, harapannya mereka dapat belajar hasthalaku dan 12 nilai perdamaian peacegen dengan menyenangkan. Semoga kegiatan Hasthalaku on The Street dapat dilakukan kembali dengan mengajak lebih banyak mitra dan makin menggaungkan nilai toleransi pada masyarakat terutama anak muda di Kota Solo sampai ke Jawa Tengah.   Penulis: Tia Brizantiana – Program Officer

Meriahkan Car Free Day dengan Petisi Dukungan Terhadap RAN PE Read More »

Hasthalaku memperoleh restu GKR Pakubuwono XIII

Selasa, 10 Mei 2022, M. Farid Sunarto selaku Ketua Solo Bersimfoni berkesempatan memaparkan nilai-nilai budaya Jawa Hasthalaku kepada Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono XIII. Kesempatan ini bertempat di Joglo ndalem Kanjeng Pangeran Sri Haryanto Hadinagoro.  GKR Pakubuwono XIII menyimak paparan tentang Hasthalaku yang merupakan warisan nilai-nilai luhur Kraton Kasunanan Surakarta. Hasthalaku merupakan delapan nilai perilaku hasil riset dari tim Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Hasthalaku terdiri dari gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, pangerten, andhap asor dan tepa selira.

Hasthalaku memperoleh restu GKR Pakubuwono XIII Read More »

Muslimah Milenial Reformis Solo Gelar Acara Peluncuran Buku dan Forum Lintas Iman

Minggu, 5 Desember 2021 telah berlangsung acara Launching dan Kongkow Milenial Reformis #2 yang membedah buku antologi tulisan berjudul “Wajah Damai Milenial Reformis: Gerakan Kece Menebar Keadilan Gender untuk Indonesia Maju” di Warteg Bolodewe, Manahan. Acara ini sukses terselenggara berkat dukungan dari media partner yaitu Solo Bersimfoni, Peace Generation, PMII, HMI, IMM dan Pemuda Lintas Iman Surakarta. Para penulis buku merupakan alumni Pelatihan Milenial Reformis yang diselenggarakan oleh Yayasan Mulia Raya selama Bulan Maret-September 2021 di enam kota yakni Jakarta, Yogyakarta, Tasikmalaya, Solo, Bandung dan Sidoarjo. Buku karya peserta pelatihan tersebut kemudian diluncurkan dan dibedah secara bertahap di enam kota, Solo salah satunya. Acara peluncuran buku yang diinisiasi oleh Muslimah Milenial Reformis Solo dan didukung oleh Yayasan Mulia Raya ini mengusung tema “The Spirit of Milenial: Pasrtisipasi generasi Muda dalam Aksi Sosial dan Menjaga Kerukunan Umat Beragama”. Merujuk pada tema utama yang diangkat, Muslimah Milenial Reformis Solo mendatangkan tiga narasumber yang pakar pada bidangnya, di antaranya adalah Prof. Musdah Mulia, M.A. selaku founder Yayasan Mulia Raya dan aktivis hak asasi perempuan. Milenial Reformis Solo juga mendatangkan Denok Marty Astuti, S.E., (aktivis lingkungan dan Ketua Komunitas Bank Sampah Kerja Nyata Solo Raya) dan Mokhamad Zainal Anwar, S.H.I., M.S.I. (Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan/LP2M UIN Surakarta). Musdah Mulia, dalam pemaparan materi pertama menjelaskan mengapa seorang muslimah, ia menjelaskan bahwa muslimah bermakna perempuan aktif dan dinamis yang senantiasa berupaya merajut damai sesuai tuntunan al-Qur’an dan sunnah. Kemudian mengapa milenial? Karena generasi milenial sebagai sumber daya potensial, di sisi lain justru menjadi kelompok yang paling rentan terpapar hoax, sehingga perlu diadakan upaya-upaya sosialisasi dan pendidikan anti hoax bagi kelompok ini. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sesungguhnya kata reformis ini adalah terjemahan dari kata Bahasa Arab yakni muslihah yang seakar dengan kata shalihah, dapat berarti perempuan aktif, teguh melakukan upaya-upaya reformasi demi memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri, keluarga dan masyarakat demi terwujudnya baldatun thayyibah wa rabbun ghafur. Pada titik inilah kemudian Muslimah Milenial Reformis menemukan titik peran strategisnya sebagai agen perubahan yang berlandaskan pada nilai-nilai keislaman dan kemaslahatan. Musdah Mulia menambahkan bahwa dalam buku ini merefleksikan tiga pesan moral Milenial Reformis, pertama, pentingnya milenial memperkuat kesadaran spiritualitas, kemanusiaan dan kebangsaan guna mengasah empati kemanusiaan serta membebaskan masyarakat dari jebakan fundamentalisme dan radikalisme yang menjadi akar dari aksi-aksi intoleran hingga aksi teror yang merugikan manusia. Kedua, pentingnya milenial menguasai literasi digital agar mampu memanfaatkan media sosial secara cerdas dan bijak sebagai sarana edukasi dan penyebaran nilai-nilai keberagamaan yang ramah. Milenial juga sudah seyogyanya menjadikan media sosial sebagai wadah mengampanyekan konten-konten terkait isu keadilan gender, isu kebangsaan, isu perawatan lingkungan serta meng-counter narasi hoax sehingga masyarakat terhindar dari kejahatan hoax dan fitnah. Ketiga, pentingnya milenial membekali diri dengan pengetahuan, wawasan serta keterampilan yang bermanfaat agar dapat mandiri, kreatif, produktif dan aktif dalam gerakan-gerakan sosial kemanusiaan. Dalam pemaparan materi kedua, Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan/LP2M UIN Surakarta, Zainal Anwar mengatakan bahwa di luar sana masih banyak pemuda yang memiliki bibit cara pandang yang cenderung radikal. Ia menyampaikan bahwa beberapa pemuda memiliki pandangan bahwa tidak perlu mengikuti Pancasila, meskipun cara pandang seperti ini tergolong minoritas. Oleh karenanya, ia mengapresiasi kemunculan Muslimah Milenial Reformis karena Milenial Reformis sebagai pionir anak muda yang speak up mengenai isu-isu sosial, kebangsaan, kesetaraan, dan lain-lain. Moderasi beragama harus lebih digalakkan lagi di kalangan milenial. Berlanjut ke pemaparan materi ketiga yang disampaikan oleh Denok Marty Astuti sebagai seorang aktivis lingkungan Ketua Komunitas Bank Sampah Kerja Nyata Solo Raya. Ia menyampaikan bahwasanya membincang isu lingkungan, sesungguhnya adalah tentang hal-hal sederhana yang lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Membincang isu lingkungan, tidak selalu harus membahas hal-hal rumit semacam perubahan iklim, kepunahan satwa atau fauna tertentu dan hal ‘berat’ lainnya. Namun, berbicara mengenai isu lingkungan adalah berbicara tentang ruang di mana kita hidup di dalamnya. Ia menjelaskan lebih jauh jika sudah saatnya milenial berkontribusi secara aktif dalam pengelolaan sampah. Tak menutup kemungkinan di masa depan, terbukanya lapangan pekerjaan baru seperti tukang sampah intelektual, seorang tukang sampah yang mengelola sampah menjadi suatu hal yang lebih maslahat dalam ceruk-ceruk gerakan kolektif akar rumput yang dapat diinisiasi oleh anak muda. Persoalan sampah bukan hanya persoalan umat Islam atau umat Katolik saja tapi urusan & tanggung jawab semua umat manusia. Pengelolaan sampah tidak mengenal agama, karena baik yang Konghucu, Kristen, Katolik, Islam, Hindu atau Buddha sekalipun akan tidak berdaya jika dihadapkan dengan bencana alam akibat kecerobohan manusia dalam mengelola sampah dan limbah. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kekerasan di antara sesama manusia, pun juga terhadap lingkungan hidup. Muslimah Milenial Reformis sebagai salah satu agen dan promotor toleransi, telah membuktikan komitmennya dengan menghadirkan pemuda lintas agama dan para pemuka agama di wilayah Soloraya. Selain itu, Muslimah Milenial Reformis juga memadukan unsur kesenian tradisional, modern dan juga tarian sufi dalam rangkaian acara. Dalam hal ini, unsur kesenian tradisional terwakilkan dengan penampilan Tari Bambang Cakil oleh Komunitas Akusara Art Surakarta. Unsur kesenian modern nampak dalam penampilan istimewa dari Boys Accoustic Surakarta. Sementara tarian sufi atau whirling dervishes ditampilkan oleh Sirod Tasawuf Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta. Perpaduan tiga kesenian ini membentuk suatu harmoni yang menambah semarak acara. Di akhir sesi, moderator acara menyampaikan kesimpulan dari pemaparan masing-masing narasumber bahwa milenial harus memperkuat dan menguasai literasi keagamaan, literasi lingkungan hingga literasi digital demi mewujudkan masyarakat unggul dalam menjalankan fitrah manusia sebagai khalifah fil ardh yang menjaga serta merawat Planet Bumi melalui gerakan dan aksi-aksi sosial kemasyarakatan. [Lutfi Maulida, Muslimah Milenial Reformis Soloraya]

Muslimah Milenial Reformis Solo Gelar Acara Peluncuran Buku dan Forum Lintas Iman Read More »

Bhinneka Bertaut: Versi Anak Muda Solo

Jumat, 10 September 2021 telah dilaksanakan kegiatan virtual Bhinneka Bertaut: Versi Anak Muda Solo. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kantor Berita Radio, KBR, bekerja sama dengan Solo Radio dan didukung oleh Solo Bersimfoni. Selama satu jam tiga puluh menit, tiga narasumber bercerita mengenai bagaimana dan mengapa anak muda harus terlibat dalam keberagaman, tidak sekadar dipajang saja.

Bhinneka Bertaut: Versi Anak Muda Solo Read More »