Category: News

  • Mengusung Literasi dan Digitalisasi Hasthalaku,  M Farid Sunarto Solo Bersimfoni menjadi Local Champion KemKominfo RI 2021

    Mengusung Literasi dan Digitalisasi Hasthalaku, M Farid Sunarto Solo Bersimfoni menjadi Local Champion KemKominfo RI 2021

    Selasa, 18 Mei 2021, M Farid Sunarto bersama tim Solo Bersimfoni mengadakan audiensi dengan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, di Balaikota Surakarta.  Farid melaporkan kesiapannya menjadi salah satu Local Champion diantara dua puluh Local Champion terpilih oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Kominfo RI) terkait “Indonesia Makin Cakap Digital 2021”. Pada Kamis, 20 Mei 2021 Farid akan memperoleh penghargaan dari Menteri Kominfo RI di hadapan Presiden RI Ir H. Joko Widodo di Gelora Bung Karno, Jakarta.

    Pencapaian M. Farid Sunarto memperoleh penghargaan Local Champion Indonesia Makin Cakap Digital 2021 lantaran bersama Solo Bersimfoni telah menarasikan toleransi dan perdamaian bagi remaja Generasi Z  dengan menggunakan budaya lokal Solo yang dinamakan hasthalaku. Hasthalaku terdiri dari gotong royong, grapyak semanak, guyub rukun, lembah manah, ewuh pekewuh, pangerten, andhap asor dan tepa selira.

     

    Ketua Solo Bersimfoni memberikan kenang-kenangan berupa kaos Hasthalaku kepada Walikota Surakarta Gibran Rakabuming

    Dalam mengkampanyekan hasthalaku, Solo Bersimfoni melakukan beberapa hal. Pertama mencetak lebih dari seratus relawan yang disebut sebagai Sahabat Simfoni melalui Training of Trainers (ToT). Sahabat Simfoni kemudian berkembang dan membentuk Agen Simfoni Bersatu (ASB). Yang kedua, Solo Bersimfoni melakukan advokasi regulasi kepemudaan di Kota Surakarta dengan memasukkan hasthalaku pada pasal 11 Perwali No.49/2019 Kota Surakarta tentang Penyadaran, Pengembangan dan Pemberdayaan Kepemudaan sebagai salah satu ciri pemuda Kota Surakarta. Disamping itu Solo Bersimfoni turut mengadvokasi regulasi provinsi dengan keluarnya Perda Provinsi Jawa Tengah No. 4/2021 tentang pembangunan dan pengembangan kepemudaan. Kemudian yang ketiga, Solo Bersimfoni menciptakan Model Sekolah Adipangstuti, sebuah model sekolah yang dimasukkan ke sekolah formal dengan menerapkan program berbasis hasthalaku. Tahun 2020 Solo Bersimfoni telah mengimplementasikan Model Sekolah Adipangastuti di wilayah Soloraya yaitu : di SMAN 1 Surakarta, SMAN 6 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, SMAN 1 Gemolong dan SMAN 3 Sragen. Pada tahun 2021, model sekolah ini akan diterapkan di SMAN 2 Boyolali dan SMAN 1 Karanganyar. Strategi Model Sekolah Adipangastuti adalah pada literasi dan digitalisasi yang kreatif dan inovatif. Untuk melacak jejak digital program tersebut, dapat menggunakan keyword google : hasthalaku, adipangastuti dan solo bersimfoni.

     

    Apa yang Solo Bersimfoni lakukan sesuai dengan tujuan dari kegiatan Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital 2021”. Penerapan hasthalaku sebaiknya juga dilakukan dalam daring selain luring. Hasthalaku dalam ber-Media Sosial bisa disebut sebagai penerapan literasi digital yang baik. Pentingnya literasi digital kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama anak muda, menjadi urgensi sebagai peningkatan kemampuan kognitif SDM agar ketrampilannya tidak sebatas mengoperasikan gawai.

    Sementara itu, bersamaan dengan kegiatan Indonesia Makin Cakap Digital 2021 di Jakarta, ada dua kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu Peluncuran Kegiatan Literasi Digital di 514 kabupaten/kota dan juga Kelas Cakap Digital secara luring yang dilakukan di dua puluh kota terpilih sebagai kota satelit yang telah mencapai indeks literasi digital antara 3,00-4,02, yaitu Jakarta Pusat, Tangerang Selatan, Kota Bandung, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Kupang, Aceh, Belitung, Batam, Padang, Palembang, Pontianak, palangkaraya, Palu, Kendari, Gorontalo, Ambon dan Jayapura.

    Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis-Jumat, 20-21 Mei 2021. Dengan target lima puluh peserta luring pada masing-masing kota dan 514.000 peserta daring, harapannya dapat menjadi amunisi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi transformasi digital pada era revolusi industri saat ini. Kegiatan Literasi Digital di 514 Kabupaten/Kota di Indonesia akan dilakukan dari Mei sampai dengan Desember 2021 dengan target 12,5 juta masyarakat Indonesia akan terpapar literasi digital.

    Sementara itu, salah satu kegiatan  Kementerian Kominfo di Surakarta dilaksanakan tanggal 20 dan 21 Mei 2021 di Alila Hotel Solo, dilaksanakan Pelatihan Kelas Digital Marketing yang diikuti tiga puluh peserta, untuk menguasai dasar konten marketing dan digital marketing, tip and trik e-commerce, dan cara membuat website eksis.

     

    Penulis: Tia Brizantiana

  • PERDA KEPEMUDAAN, HADIAH ISTIMEWA BAGI PEMUDA JATENG

    PERDA KEPEMUDAAN, HADIAH ISTIMEWA BAGI PEMUDA JATENG

    Pada akhir Januari 2021 pemuda di Jawa Tengah patut bergembira karena memperoleh hadiah istimewa berupa disahkannya Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Pengembangan Kepemudaan di Provinsi Jawa Tengah. Regulasi ini memberikan arah pembangunan pemuda, keterlibatan perangkat daerah, kegiatan dan alokasi anggaran. Artinya banyak peran pemuda yang akan disokong oleh pemerintah daerah sesuai dengan amanat Perda tersebut. Disebutkan dalam UU RI Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan, pemuda adalah Warga Negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enak belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.

    Kegembiraan itu terpancar dalam sambutan Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Abdul Hamid S.Pdi, saat memberikan arahan dalam sosialisasi Perda No. 4 Tahun 2021 bersama perwakilan organisasi masyarakat dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Hotel Amanda Hills Bandungan, Kabupaten Semarang pada Minggu 13 Februari 2021. Dia berharap, pemuda di Jawa Tengah menyambut gembira dan turut berpartisipasi aktif dalam mengawal arah pembangunan kepemudaan, karena masih ada amanat regulasi sebagai turunan perda tersebut yang harus dikawal dan dikritisi sebelum ditetapkan menjadi kebijakan operasional.

    Peserta Desiminasi dan Sosialiasi Perda no 4 tahun 2021 tentang pembangunan dan pengembangan kepemudaan provinsi Jawa Tengah

    Sementara itu, Huntal Hutapea SAP, M.Si., M.Ed. selaku Tim Ahli Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa dalam regulasi perda tersebut mengamanatkan sebelas kebijakan yang masih menjadi PR bersama. Salah satunya adalah regulasi mengenai perlindungan pemuda, yang di dalamnya termasuk pembangunan toleransi dan perdamaian serta tindakan menangkal ekstremisme dan radikalisme.

    Huntal Hutapea sedang memaparkan materi tentang regulasi pemerintah

    Dalam paparannya, Huntal menjelaskan bahwa pelayanan pemberdayaan kepada organisasi kepemudaan dilaksanakan dalam bentuk peningkatan pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal, peningkatan kualitas organisasi dan kaderisasi. Dalam hal ini, pemuda mempunyai tugas sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan seperti yang telah dilakukan Sahabat Simfoni dalam kampanye nilai hasthalaku untuk mereduksi intoleransi.

    Pentingnya Regulasi Kepemudaan

    Sementara itu, ketua Solo Bersimfoni M Farid Sunarto yang bertindak selaku fasilitator dalam kegiatan ini mengatakan bahwa organisasinya peduli terhadap peran pemuda dalam membangun semangat kebersamaan, perdamaian dan toleransi. Maka semangat ini juga harus dimasukkan dalam pasal-pasal regulasi yang lebih spesifik sehingga kesebelas amanah Perda ini akan menjadi acuan bagi pasal-pasal yang menarasikan perdamaian, toleransi dan menangkal radikalisme dan terorisme.

    Sebelumnya dalam sesi Podcast wawancara di Youtube Channel Solo Bersimfoni, Abdul Hamid S.Pdi menjelaskan bahwa Perda Provinsi Jawa Tengah tentang Pembangunan dan Pemberdayaan Kepemudaan ini dibentuk dengan tujuan agar negara hadir dalam pengelolaan kepemudaan. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk turut serta dalam proses pembangunan daerah, produktif dalam skala dan bidang masing-masing. “Minimal mereka bisa masuk dalam menyukseskan program pemerintah daerah. Untuk itu, pemerintah harus hadir dalam membuat aturan bagi kepemudaan.” tambahnya.

    Dibutuhkan partisipasi semua pihak untuk terus menjalankan amanat perda ini, karena keterbatasan alokasi sumber daya dari eksekutif maupun legislatif dalam menindaklanjuti amanat perda tersebut. Oleh karena itu, partisipasi dan dukungan ormas seperti Solo Bersimfoni menjadi sangat penting, dengan mengambil peran strategis agar percepatan regulasi bagi kepemudaa memiliki payung hukum yang lebih jelas, khususnya terkait penyadaran bahaya intoleransi dan radikalisme,” tukasnya.

    *Komisi E yang membidangi Kesra meliputi hak dasar masyarakat yaitu pendidikan, kesehatan, sosial, perencanaan, perempuan dan anak, kesehatan, pemuda dan olahraga.

    Penulis : Tia Brizantiana

  • Pengembangan Karakter Remaja Milenial di Kota Surakarta Tahun 2020 Program Gerakan Nasional Revolusi Mental

    Pengembangan Karakter Remaja Milenial di Kota Surakarta Tahun 2020 Program Gerakan Nasional Revolusi Mental

    Sesuai amanat yang tertuang pada Perwali No. 49 tahun 2019 dengan tujuan membentuk karakter pemuda di kota Surakarta melalui Hasthalaku. Solo Bersimfoni bekerjasama dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia mengadakan kegiatan yang mengajak remaja milenial untuk menerapkan nilai-nilai Hasthalaku untuk mewujudkan Indonesia Bersatu. Hal ini sebagai langkah kongkrit upaya pemerintah dalam Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda serta keterlibatan masyarakat sipil. Program ini dinamakan Pengembangan Karakter Remaja Milenial di Kota Surakarta Tahun 2020. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah Podcast Cuap Cuap Relasi, Seminar Karakter Hasthalaku dan Bedah Film Toleransi bertema Hasthalaku.

    Podcast Cuap Cuap Relasi (Remaja Toleransi) dilakukan Sembilan kali dengan masing-masing tema : Gotong Royong, Guyub Rukun, Grapyak Semanak, Lembah Manah, Ewuh Pekewuh, Pangerten, Andhap Asor, Tepa Selira dan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Narasumber yang mengisi kegiatan ini adalah Dispora Kota Surakarta yaitu Kepala Kepemudaan, Nico Agus Putranto, dan Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kepemudaan, Zufar Sasongko. Sedangkan Sahabat Simfoni, yang merupakan relawan serta kepanjangan tangan dari Solo Bersimfoni, juga menjadi narasumber kegiatan ini. Dalam Podcast bertema GNRM, perwakilan dari Kemenko PMK RI hadir yaitu Bayu Priyo Jatmiko. Sembilan podcast telah diupload pada YouTube Channel Solo Bersimfoni mulai tanggal 23 sampai dengan 30 November 2020.

    Seminar Karakter Hasthalaku dengan tema Pengembangan Nilai-Nilai Karakter Remaja Milenial yang Bersumber dari Nilai Budaya Lokal secara daring telah terlaksana dengan lancar dan dihadiri oleh total 700 peserta baik dari zoom meeting maupun live streaming channel YouTube Solo Bersimfoni. Peserta merupakan siswa dan siswi Model Sekolah Adipangastuti yang sedang diterapkan pada lima sekolah di Soloraya yaitu SMAN 1 Surakarta, SMAN 6 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, SMAN 3 Sragen dan SMAN 1 Gemolong.

    Kegiatan ini dimulai dengan laporan kegiatan oleh M. Farid Sunarto selaku Ketua Solo Bersimfoni kepada Kemenko PMK RI melalui R. Alfredo Sani F selaku Asisten Deputi Revolusi Mental Kemenko PMK RI. Dalam kesempatan ini, Pak Alfredo juga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini berada di bonus demografi, yaitu pemuda yang masuk usia produktif lebih banyak daripada yang masuk usia non produktif, sehingga kita perlu menyiapkan pemuda dengan membangun karakter hasthalaku yang sangat relevan di era sekarang.

    Narasumber kegiatan Seminar berjumlah empat orang yang merupakan pemerhati pemuda dan pemangku jabatan di Pemerintahan Kota Surakarta. Yang pertama adalah Waskito Widi Wardojo, S.S., M.A. yang merupakan dosen Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS memberikan materi dengan tema Internalisasi Nilai Nilai Karakter Hasthalaku. Kemudian yang kedua adalah Indradi AP, S.H., M.M selaku Kepala Kesbangpol Kota Surakarta memberikan materi dengan tema Peran Organisasi pemuda dalam Pengembangan Karakter Hasthalaku Remaja Milenial. Yang ketiga adalah Dr. agus Setyo Utomo, S.E., M.Si., Ak. CA, C.Pa. yang merupakan aktifis pemuda dan Kepala Markas PMI Kota Surakarta memberikan materi dengan tema Merawat Persatuan dalam Semangat Kemanusiaan. Serta yang terakhir adalah Bambang Nugroho selaku Ketua KNPI Kota Surakarta memberikan materi dengan tema Semangat Pemuda dalam Mewujudkan Indonesia Bersatu.

    Pada kegiatan yang ketiga, yaitu Bedah Film Toleransi bertemakan Hasthalaku telah terlaksana dengan baik dan lancar pada hari Selasa tanggal 24 Desember 2020 di Graha Solo Raya pukul 13.00 – 15.00 WIB. Film yang diputar ada lima film yaitu Sepatu, Coba Peka, Second Change, Semanak dan Nggak Kenal Agama. Tiga film diantaranya adalah pemenang lomba pembuatan film pendek program Sekolah Adipangastuti tahun 2019 di SMAN 1 Surakarta dan SMAN 6 Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta dari OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kota Surakarta. OKP yang hadir dari HIPMI, Suara Muda Solo, PRRBM, HMI, TAD, KNPI, PT HKTI, PMII, Banser, PMR Markas, JCI, IMM, IPNU, KAMMI, dan KTI. Sedangkan OPD yang hadir dari Bapppeda, Departemen Agama dan Kesbangpol Kota Surakarta.

    Kegiatan ini diawali oleh pesan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII, Suyanta, S.Pd., M.Pd, agar seluruh peserta selalu melakukan protokol kesehatan untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19 di Soloraya. Beliau juga mengatakan bahwa sesuai pemuda, selain harus memiliki kemampuan berkompetisi juga harus memiliki karakter yang bagus agar dapat sukses di masa depan. Narasumber kegiatan Bedah Film ini ada tiga orang yaitu pemeran Film Semanak, Katira dan El Alimudin, serta sutradara Film Sepatu, Muhammad Anis.

    Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk menanamkan karakter bangsa guna mewujudkan Indonesia Bersatu bersama Gerakan Nasional Revolusi Mental Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui identitas budaya yang terdapat pada Perwali Nomor 49 Tahun 2019 tentang Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Kepemudaan yang disebut hasthalaku bagi remaja milenial di Kota Surakarta.

     

     

     

    link berita:

    https://revolusimental.go.id/kabar-masyarakat/detail-suara-kita?url=pengembangan-karakter-remaja-milenial-di-kota-surakarta-tahun-2020-program-gerakan-nasional-revolusi-mental-kerjasama-solo-bersimfoni-dan-kemenko-pmk-r

  • “KONTRIBUSI REMAJA MILENIAL untuk PENGUATAN KEBANGSAAN  melalui PENERAPAN NILAI-NILAI HASTHALAKU”

    “KONTRIBUSI REMAJA MILENIAL untuk PENGUATAN KEBANGSAAN melalui PENERAPAN NILAI-NILAI HASTHALAKU”

    Webinar Wisuda Program Sekolah Adipangastuti

    Kamis, 17 Desember 2020

    Pada tanggal 17 Desember 2020, Solo Bersimfoni menyelenggarakan wisuda Program Sekolah Adipangastuti secara daring dengan tema “Kontribusi Remaja Milenial untuk Penguatan Kebangsaan melalui Penerapan Nilai-Nilai Hasthalaku”. Adipangastuti adalah model sekolah toleransi berbasis budaya yang sudah diterapkan selama dua tahap yaitu tahun 2019 dan 2020 dan di tahap ini telah dilakukan selama bulan Juli-Desember 2020. Bapak Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini sekaligus untuk mengukuhkan lima sekolah percontohan di Solo Raya sebagai Sekolah Adipangastuti.

    Kegiatan diikuti oleh sekiranya 1466 guru dan siswa dari sekolah percontohan Adipangastuti periode 2019 di Kota Solo yaitu SMAN 1 Surakarta dan SMAN 6 Surakarta serta tiga sekolah tambahan di periode 2020 di Solo Raya yaitu SMAN 1 Kartasura Sukoharjo, SMAN 3 Sragen dan SMAN 1 Gemolong Sragen. Turut hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Suratno, S.Pd., M.Pd., dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII, Suyanta, S.Pd., M.Pd. yang telah memberikan dukungan penuh sejak awal penerapan model Sekolah Adipangastuti serta para relawan Sahabat Simfoni yang selama ini mendampingi implementasi program-program Sekolah Adipangastuti.

     

    Bapak Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. hadir sebagai pembicara.

    Dalam pengantarnya Ketua Solo Bersimfoni M. Farid Sunarto menyebutkan bahwa model Sekolah Adipangastuti berisi pendidikan karakter hasthalaku[1] dengan budaya literasi yang dikemas secara menarik bagi remaja milenial. Tema-tema kebaikan kemudian didistribusikan secara digital lewat video, film, blog, konten, podcast, novel, komik dan lainnya. Tak kalah penting adalah branding sekolah untuk mengkampanyekan nilai-nilai hasthalaku melalui poster, leaflet, majalah dinding, hiasan sekolah dan tagline karya guru serta siswa. Peningkatan kapasitas media sosial serta penguatan platform digital juga dilakukan sehingga website dan media sosial sekolah seperti Youtube, FB, IG, Twitter dapat menyuarakan nilai-nilai hasthalaku. “Apalagi terjadinya pandemi Covid-19 telah memaksa siswa dan guru untuk lebih melek digital maka nilai-nilai hasthalaku menjadi sangat penting untuk dipahami dan dilakukan oleh generasi muda agar tercipta toleransi, perdamaian, dan menghargai keberagaman di mana saja termasuk di dunia maya,” kata Farid.

     

    Dalam kegiatan Bapak Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. ini sekaligus mengukuhkan lima model Sekolah Adipangastuti

    Bapak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan materi menarik berkaitan dengan tantangan berat yang dihadapi generasi muda di era disruptif ini. “Kita harus terbiasa untuk menerima perbedaan sejak dini,” ucapnya sambil menceritakan pentingnya tata krama dalam bermedia sosial dan rasa tanggung jawab ketika menyebarkan sebuah informasi. “Jika hasthalaku dapat benar-benar diterapkan di setiap sekolah saya yakin tidak akan ada lagi perundungan dan permusuhan,” tambahnya.

     

    Antusiasme para peserta Webinar Wisuda Program Sekolah Adipangastuti

    Webinar ditutup dengan pengukuhan lima sekolah percontohan menjadi Sekolah Adipangastuti oleh Bapak Gubernur. “Nilai-nilai hasthalaku harus ditularkan kepada sekolah-sekolah di wilayah lain, dan itu hanya bisa dilakukan apabila konsepnya dipahami serta diinternalisasi oleh setiap warga sekolah Adipangastuti sehingga akhirnya menjadi budaya yang terbukti baik dan bisa dicontoh.”

    Program Sekolah Adipangastuti yang terselenggara atas dukungan Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2) ini direncanakan untuk dua sekolah baru di lingkup Solo Raya pada tahun 2021. Harapannya, program ini juga bisa diterapkan pada sekolah lain di Jawa Tengah.

     

    Ditulis oleh: Tia Brizantiana

    [1] Pendekatan budaya dan perilaku yang dikembangkan Solo Bersimfoni menjadikan aspek budaya Jawa (Solo) menjadi instrumen utama dan sebuah model untuk mengubah perilaku intoleran menjadi perilaku yang toleran dan cinta damai. (https://solobersimfoni.org/?page_id=415)

  • Sinergi untuk Meningkatkan Potensi Pemuda di Kota Solo

    Sinergi untuk Meningkatkan Potensi Pemuda di Kota Solo

    Peraturan Walikota (Perwali) Surakarta No 49 Tahun 2019 tentang Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Kepemudaan telah disahkan oleh Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo, pada tanggal 12 November 2019. Selama penyusunannya selama hampir satu tahun, Solo Bersimfoni turut berkontribusi dalam pembahasan substansi terutama dalam memasukkan hasthalaku ke dalam Pasal 11. Pasal tersebut menyebutkan hasthalaku sebagai salah satu landasan karakter pemuda kota Surakarta. (more…)

  • Kiat Solo Bersimfoni Bersama Dirjen Pothan Kemhan, Dalam Membentuk Karakter Bela Negara

    Kiat Solo Bersimfoni Bersama Dirjen Pothan Kemhan, Dalam Membentuk Karakter Bela Negara

    Solo Bersimfoni berkesempatan mengisi acara Seminar Nasional Pendidikan Karakter bersama dengan Prof. Ir. Bondan Tiara Tiara Sofyan, M.Si, Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, dan Dr. Izza Mafruhah, S.E.,M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS. Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret pada 15 Februari 2020 tersebut diikuti kurang lebih 400 peserta.

    Peserta seminar memenuhi aula FEB UNS sekitar 400 peserta.

    SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER
    Peserta seminar memenuhi aula FEB UNS sekitar 400 peserta

    Dekan FEB UNS , Prof. Djoko Suhardjanto yang secara langsung membuka acara tersebut mengharapkan dengan adanya Seminar Nasional Pendidikan Karakter ini para narasumber mampu membekali pengetahuan, pemahaman bagi generasi muda tentang pentingnya kesadaran bela negara sehingga terhindar dari paham-paham radikal yang sangat merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa.

    “Metode penyebaran paham radikal sudah tidak zamannya menggunakan kekerasan bahkan senjata lagi, tetapi saat ini telah menggunakan cara yang lebih mengikuti perkembangan” jelas Prof Bondan.

    Prof. Ir. Bondan Tiara Tiara Sofyan, menegaskan bahwa Dalam penyebaran paham radikal saat ini telah mengikuti perkembangan zaman dan sudah tidak lagi menggunakan senjata. Ada beberapa cara yang  digunakan untuk menyebarkan paham-paham radikal,  diantaranya adalah brain washing atau cuci otak dengan cara memberikan pemahaman merubah ideologi, provokasi dan  separatis. Atau dengan menggaungkan isu-isu yang sehingga menimbulkan perpecahan. Terlebih sekarang ini Ideologi Pancasila sering dibenturkan dengan agama ataupun dengan kitab suci dan ujungnya untuk menguasai Indonesia.

    “baru-baru ini Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah membuat peraturan UU No. 23 Tahun 2019 Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara, mohon doa nya semoga kami bisa segera mengimplementasikan Undang-undang ini dengan baik” ungkap Prof Bondan.

    Kementerian Pertahanan Republik Indonesia saat ini tengah berupaya untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan pembekalan tentang bela negara seperti perubahan/penguatan karakter bangsa dan UU No. 23 Tahun 2019 Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara yang baru disahkan menjadi bukti tekad pemerintah dalam memperkuat pertahanan Indonesia.

    Prof Bondan Tiara
    Prof. Bondan saat memberikan materi kepada para peserta

    Prof. Bondan saat memberikan materi kepada para peserta

    Prof Bondan juga menambahkan bahwa membangun kesadaran berbangsa dan bernegara bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan membangun dialog atau komunikasi, pendidikan, dan seni budaya. Solo Bersimfoni juga disinggung oleh Prof Bondan bagaimana Solo Bersimfoni membangun kesadaran berbangsa dan bernegara dengan pendekatan budaya jawa atau yang dikenal dengan Hasthalaku untuk menghindarai kekerasan.

    Sementara itu, M. Farid Sunarto, Ketua Solo Bersimfoni mengatakan bahwa pemuda solo harus memiliki karakter budaya yang kuat, mempunyai nilai toleransi dan juga keberagaman dalam bermasyarakat, dan saat ini Pemerintah Kota Solo telah membuat Peraturan Walikota Surakarta Nomor 49 tahun 2019 tentang Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda yang tentu menaruh harapan dengan Perwali hak dan kewajiban pemuda dapat berkesempatan melestarikan, mengembangkan hingga memperoleh pendampingan/pembinaan yang lebih baik.

    Farid Sunarto
    M.Farid Sunarto memberikan penjelasan tentang Hasthalaku dalam bela negara

    M.Farid Sunarto memberikan penjelasan tentang Hasthalaku dalam bela negara

    Kemudian Dr. Izza Mafruhah, S.E.,M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS menambahkan bahwa pendidikan karakter merupakan proses belajar secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan menguasai IPTEK saja tidak cukup menjadikan seorang pelajar menjadi manusia. Kemampuan sosialisasi dan religiusitas sebagai bagian IMTAQ yang baik adalah pelengkap yang menyempurnakan seorang pelajar. Berpendidikan karakter berarti seseorang tidak hanya memiliki intelektual yang baik, tapi juga memiliki emosi serta tingkat spiritual yang baik.

    Penulis : Burhanudin Fajri

     

  • Fragmen Hasthalaku Di Depan Gubernur Jawa Tengah

    Fragmen Hasthalaku Di Depan Gubernur Jawa Tengah

    Murid-murid memasuki kelas. Bapak guru pun mulai menerangkan pelajaran, tetapi mereka tidak mendengarkan perkataan bapak guru namun sibuk ber-wefie bahkan mengajak bapak guru untuk wefie bersama-sama.

    Sepenggal cerita di atas menjadi pembuka pementasan fragmen persembahan Sahabat Simfoni pada acara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Provinsi Jawa Tengah pada hari Kamis tanggal 17 Oktober 2019 di UTC Convention Hotel Semarang. Tema FORKOPIMDA kali ini adalah Komitmen Bersama Menjaga Jawa Tengah Tetap Guyub, Toleran, Aman dan Tenteram. Rapat koordinasi ini dilakukan untuk menyikapi beberapa berita yang menyedihkan akhir-akhir ini, seperti adanya anak-anak yang masuk Rumah Sakit Jiwa karena kecanduan gawai.

    Fragmen sepuluh  menit tersebut membuka acara yang dihadiri antara lain oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. “Fragmen tadi bagus sekali, menggambarkan bagaimana anak sekolah mengajak gurunya wefie dan tidak hormat kepada gurunya, kemudian menyadari kesalahan sendiri dan mencari solusi dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di antara mereka”. Fragmen yang dilakukan oleh Sabahat Simfoni, yaitu relawan dari Solo Bersimfoni yang menjadi kepanjangan tangan untuk menyebarkan hasthalaku, menjadi penting karena memberikan contoh yang nyata mengenai sikap dan perilaku tidak baik di kalangan remaja. Dengan pementasan fragmen ini, Solo Bersimfoni mempunyai harapan agar hasthalaku lebih dikenal lagi bahkan di Jawa Tengah.

    Ganjar Pranowo juga menjelaskan bahwa kini banyak sekali kegiatan positif bagi siswa-siswi SMA dan mahasiswa yang bisa memupuk jiwa toleransi seperti forum anak yang sudah mulai rutin dilakukan di setiap daerah dan didukung oleh UNICEF. Ada juga program “Sehari Bersama Gubernur” yang bertujuan agar orang di luar pemerintahan bisa melihat persoalan di masyarakat secara langsung, serta dapat memberikan ide dan aspirasi untuk masalah yang ada. Hal ini juga disepakati oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H.,M.Hum, “Anak-anak muda harus bisa memilih dan memilah kegiatan yang positif bagi dirinya”.

    Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Mochamad Effendi juga menambahkan bahwa kita semua sebagai WNI memiliki warna dan mempunyai kewajiban yang sama yaitu menciptakan suasana damai. “Contoh nyatanya adalah kita mengumpulkan semua di sini dengan latar belakang yang berbeda-beda. Seperti yang disampaikan oleh adik-adik dalam fragmen dari Solo Bersimfoni, meskipun kita berbeda tetapi kita punya rasa untuk mempersatukan Indonesia”, ungkapnya. Sebagai bangsa Indonesia, kita harus bahu-membahu. Kondisi harmonis dan rukun ini tidak dibangun oleh satu orang saja tetapi banyak orang, semua lapisan masyarakat turut berpartisipasi dalam menjaga keharmonisan.

    Terakhir, Ganjar Pranowo mengingatkan kepada hadirin terutama anak-anak muda tentang komitmen mereka dalam menjaga kerukunan dan perilaku di Jawa Tengah dan Indonesia. Tentu saja komitmen bersama ini harus terus dipegang agar terjalin rasa saling menjaga perilaku dan menjaga kata-kata demi kedamaian bersama.

    #MariKitaBersimfoni

    #MariMenjagaToleransiUntukNegeri

  • Hasthalaku Mewarnai Perwali Kota Surakarta

    Hasthalaku Mewarnai Perwali Kota Surakarta

    “Pemuda mempunyai kontribusi yang signifikan atas keberhasilan pembangunan, sekali lagi saya garis bawahi bahwa pemuda mempunyai kontribusi yang signifikan”.

    Kalimat tersebut diucapkan oleh Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo saat memberikan sambutan pada sosialisasi Peraturan Walikota Surakarta nomor 49 tahun 2019 tentang Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Kepemudaan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bappeda Kota Surakarta tersebut berlangsung pada 3 Desember 2019.

    (more…)

  • SOLO BERSIMFONI TURUT MENGINISIASI PERWALI PEMBANGUNAN KEPEMUDAAN KOTA SURAKARTA

    SOLO BERSIMFONI TURUT MENGINISIASI PERWALI PEMBANGUNAN KEPEMUDAAN KOTA SURAKARTA

    Pada Selasa 11 Juni 2019, Solo Bersimfoni bersama dengan Bapppeda Kota Surakarta dan organisasi kepemudaan di Solo mengadakan kelanjutan dari diskusi kelompok terfokus yang diadakan pada 22 Mei 2019 lalu . Forum ini membahas Peraturan Walikota tentang Pembangunan Kepemudaan Kota Surakarta. “Ranah yang dilakukan oleh Solo Bersimfoni saat ini terkait dengan program yang telah diamanatkan dari Bappenas, yaitu pencegahan ekstremisme kekerasan”. (M. Farid Sunarto – Ketua Solo Bersimfoni). (more…)

  • Hastha Laku dalam Video Teaser

    Hastha Laku dalam Video Teaser

    Dihadiri lebih dari 200 peserta dari siswa SMA dan SMK yang ada di Surakarta pertanda acara Deseminasi video teaser bertemakan toleransi  diapresiasi dengan baik oleh warga Kota Solo. Selasa (29/1/2019) Perkumpulan Solo Bersimfoni menyelenggarakan kegiatan deseminasi video teaser bertemakan Toleransi.

    (more…)