Gunung Kidul, solobersimfoni.org – Bertempat di Rumah Dinas Wakil Walikota Surakarta, Solo Bersimfoni mengundang komunitas pengajian ibu-ibu di lingkungan Surakarta dalam pertemuan rutin Solo Bersimfoni untuk mendiskusikan tema “Peran Perempuan dalam Membentuk Pribadi Kesalehan Sosial di Keluarga dan Masyarakat.” Pada tanggal 16 Oktober 2018.
Diskusi ini merupakan bagian dari pertemuan rutin yang diselenggarakan Solo Bersimfoni dalam rangka mengajak elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam membangun kesalehan sosial. Lebih khusus Khresna Bayu Sangka sebagai perwakilan dari Solo Bersimfoni menyampaikan bila diskusi ini menjadi penting untuk dilakukan karena peran keluarga dalam pendidikan sangatlah penting terlebih peran ibu yang semestinya menghabiskan banyak waktu bersama anaknya.
Diskusi berjalan mernarik dan peserta terlihat antusias dalam diskusi tersebut. Menyambut perbincangan dalam diskusi Ibu Sinta yang merupakan perwakilan dari Majelis Ta’lim Askadina Karanganyar mengakatan bahwa apa yang dilakukan Solo Bersimfoni merupakan sebuah gebrakan luar biasa. Bisa mengajak ibu-ibu dari berbagai forum pengajian untuk saling bertukan pendapat dan berbagi pengalaman dalam perannya sebagai ibu rumah tangga. Beliau juga menambahkan bahwa asumsi jika pendidikan. Harapannya diskusi ini bisa menjadi awal bagaimana peran ibu-ibu pengajian bisa terus dilibatkan dalam ikut membuat perubahan bagi masyarakat terutama untuk sekedar berbagi ilmu dan tukar pengalaman dalam mendidik anak.
Diskusi ini merupakan kali ke tujuh yang telah dilaksanakan oleh Solo Bersimfoni. Bukan hanya mengajak ibu-ibu pengajian, dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya Solo Bersimfoni juga mengajak komunitas-komunitas lain yang ada di Surakarta seperti kalangan difabel, anak-anak muda dan yang lainnya. Selain mengadakan diskusi, Solo Bersimfoni juga turut mengajak elemen masyarakat untuk menjadi Sahabat Simfoni yang akan menjadi duta Solo Bersimfoni untuk turut menyebarkan visinya dalam membentuk masyarakat berkesalehan sosial.
Semoga diskusi ini terus menjadi ikhtiar Solo Bersimfoni dalam mewujudkan misi serta maksud dan tujuannya untuk Membangun ketahanan dan kohesi sosial masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi tindakan kekerasan dan radikal khususnya di kalangan remaja dan anak anak ; dan Mencetak relawan kesalahen sosial yang mandiri dan bersinergi untuk mendorong perilaku toleran dan anti kekerasan.
Tim Media Solo Bersimfoni


Dalam rangka melaksanakan misi serta maksud dan tujuan perkumpulan Solo Bersimfoni yaitu (1) Membangun ketahanan dan kohesi sosial masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi tindakan kekerasan dan radikal khususnya di kalangan remaja dan anak anak ; dan (2) Mencetak relawan kesalahen sosial yang mandiri dan bersinergi untuk mendorong perilaku toleran dan anti kekerasan, maka Solo Bersimfoni melaksanakan program dengan strategi Cultural & Behavior Approach Activity dimulai dengan penyusunan Modul Pelatihan dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Apa toleransi itu?
Toleransi?
Focus Group Discussion penyusunan modul Hastha Laku tahap 2 yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2018 di Loji Hotel Solo. Pada FGD ini, Solo Bersimfoni mengundang narasumber dari kalangan TNI, POLRI, tokoh agama, dan juga tokoh masyarakat. Tujuan FGD ini ialah bertukar pikiran serta meminta masukan dari para narasumber untuk penyempurnaan modul Hastha Laku yang akan digunakan oleh para trainers dalam mengajarkan dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan, yaitu tepa selira (tenggang rasa), lembah manah (rendah hati), andhap ashor (berbudi luhur), grapyak semanak (ramah tamah), guyub rukun (kerukunan), ewuh pakewuh (saling menghormati), pangerten (saling pengertian), dan gotong royong. Melalui pendekatan nilai budaya ini diharapkan dapat meningkatkan toleransi dan mempererat tali persaudaraan antar lintas agama, lintas suku, lintas ras, dan lintas golongan.
Pertemuan rutin yang diadakan setiap bulan oleh Solo Bersimfoni merupakan salah satu sarana memperkenalkan Hastha Laku kepada masyarakat luas. Pada tanggal 25 Juli 2018 telah dilakukan pertemuan rutin di Bale Tawang Praja dengan mengundang ibu-ibu PKK dari beberapa kelurahan di Surakarta serta mengundang ibu-ibu dari PMI. Pada pertemuan ini, sharing session difokuskan pada perilaku anak yang terjadi dalam keluarga. Permasalahn-permasalah yang timbul seperti lunturnya sopan santun anak pada orang tua dan guru, gadged dan tontonan di TV yang memberikan dampak buruk pada anak khususnya pada anak kecil, serta kenakalan pada remaja.
Perkumpulan Solo Bersimfoni merupakan organisasi perkumpulan pemuda yang memiliki misi khusus untuk mengembangkan perilaku kesalehan sosial khususnya toleransi dan perilaku anti kekerasan. Problematika perilaku yang kini banyak terjadi di para remaja umumnya terjadi yaitu Phubbing, Bulliying dan Persekusi. Perilaku-perilaku tersebut merupakan perilaku negatif yang menjadi benih-benih sikap intoleran, radikal dan teror, sehingga hal inilah yang menjadi dasar/landasan Perkumpulan Solo Bersimfoni untuk berbuat merubah perilaku tersebut dengan pendekatan khusus.
