Campaign

solo bersimfoni

CEGAH INTOLERANSI, KEMBALI KE HASTHALAKU

Sebut saja namanya Ibu Tika. Guru salah satu SMA di Solo ini sudah lama prihatin melihat kondisi anak didiknya. Mereka seakan melupakan sopan santun. Saat berpapasan dengan guru yang tidak mengajar mereka, tak ada senyum, apalagi sapa. Keprihatinannya makin menjadi, ketika salah satu muridnya, perempuan, berencana tidak lagi meneruskan kuliah. “Saya kan perempuan, perempuan tidak perlu pendidikan tinggi,” begitu ia mengenang jawaban sang murid.

CEGAH INTOLERANSI, KEMBALI KE HASTHALAKU Read More »

MEMUPUK TOLERANSI MELALUI SEKOLAH ADIPANGASTUTI

Surakarta, Kamis 20 Juni 2019. Solo Bersimfoni mengadakan sosialisasi model sekolah Adipangastuti kepada 50 kepala sekolah dan 50 guru SMA/SMK se-Soloraya. Sekolah ini adalah sebuah model sekolah yang menerapkan sikap perilaku bijaksana, baik, lembut dan sabar dengan dengan menekankan nilai-nilai lokal budaya Jawa (Hasthalaku).

MEMUPUK TOLERANSI MELALUI SEKOLAH ADIPANGASTUTI Read More »

SOLO BERSIMFONI TURUT MENGINISIASI PERWALI PEMBANGUNAN KEPEMUDAAN KOTA SURAKARTA

Pada Selasa 11 Juni 2019, Solo Bersimfoni bersama dengan Bapppeda Kota Surakarta dan organisasi kepemudaan di Solo mengadakan kelanjutan dari diskusi kelompok terfokus yang diadakan pada 22 Mei 2019 lalu . Forum ini membahas Peraturan Walikota tentang Pembangunan Kepemudaan Kota Surakarta. “Ranah yang dilakukan oleh Solo Bersimfoni saat ini terkait dengan program yang telah diamanatkan dari Bappenas, yaitu pencegahan ekstremisme kekerasan”. (M. Farid Sunarto – Ketua Solo Bersimfoni).

SOLO BERSIMFONI TURUT MENGINISIASI PERWALI PEMBANGUNAN KEPEMUDAAN KOTA SURAKARTA Read More »

Gambar Yuk Kita Cegah Bullying disekitar kita

Yuk Kita Cegah Bullying disekitar kita

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 26 ribu kasus anak dalam kurun 2011 hingga September 2017. Laporan tertinggi yang diterima KPAI adalah anak yang berhadapan dengan hukum. “Anak berhadapan dengan hukum sebanyak 34 persen salah satu contohnya kasus kekerasan Thamrin City. Selanjutnya permasalahan keluarga dan pengasuhan 19 persen,” kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam diskusi ‘Stop Bullying di Sekolah’ di DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (4/10/2017). Kasus lain yang diterima oleh KPAI seperti masalah pendidikan serta pornografi dan cybercrime. Retno pun menyayangkan kasus bully di Thamrin City yang berujung pencabutan KJP anak pelaku bully. “Melihat kasus Thamrin di mana 9 anak melakukan kekerasan di mana para pelaku KJPnya dicabut kemudian dikeluarkan dari sekolah. Ini akan menjadi masalah baru karena sama saja pelaku dicabut hak anaknya untuk mendapat pendidikan,” lanjut Retno. “Memang ini kasus kekerasan tapi karena pelaku dan korban adalah anak-anak, penyelesaian masalah ini tidak harus masuk ranah hukum,” sambung Retno. Wakil Sekretaris Jenderal PSI Danik Eka Rahmaningtiyas mengakui sulitnya memutus mata rantai kasus bully anak menjadi permasalahan. Sebab, korban bisa menjadi pelaku dan pelaku dapat pula menjadi korban. “Ini memang lingkaran setan bagaimana putusnya tentu tergantung pula mindset masyarakat. Dihentikan lewat peraturan tentu tidak akan bisa kalau SDM tidak disiapkan karena itu tataran sosialisasi serta pendampingan dan pencegahan menjadi upaya preventif seperti rehabilitasi,”papar Danik. “Ini memerlukan andil bagian dari banyak orang untuk memutus bersama mata rantai yang sudah mengakat kuat,” imbuhnya. Hal senada juga disampaikan perwakilan komunitas SudahDong yang merupakan gerakan anti bullying, Ira Savitri. Menurutnya, peran serta keluarga dan lingkungan untuk memberikan edukasi. Dia meyakini baik korban maupun pelaku bully baik di sekolah maupun lingkungan tidak boleh ditinggalkan. “Tentunya untuk memutus mata rantai bully selain rehabilitasi dan trauma healing, pendekatan dengan informatif serta edukasi bisa memberikan pendidikan yang baik. Tentunya bagaimana menghentikan diri sendiri, karena indikasi sebagai pelaku bully juga harus di stop agar tidak menjurus hingga perbuatan bullying,” jelasnya. “Kita tidak bisa meninggalkan baik pelaku atau korban, karena bisa saja pelaku menjadi korban karena telah membully yang nantinya teman-teman sekitarnya kembali membully dia,” tuturnya.   Sumber: http://www.kpai.go.id/berita/kpai-terima-aduan-26-ribu-kasus-bully-selama-2011-2017

Yuk Kita Cegah Bullying disekitar kita Read More »

Ketoprak 1

Menyebar Pesan Damai Lewat Seni Tradisional

Yuk, Ramaikan Pentas Ketoprak Kolosal Solo Bersimfoni! Surakarta, Solobersimfoni.org – Berkolaborasi dengan Ketoprak Kampung Balekambang Surakarta dan Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta, Solo Bersimfoni akan menyelenggarakan pergelaran Ketoprak Kolosal dengan lakon “Cempoko Mulyo” pada Sabtu, 24 November 2018 mulai pukul 18.00 di halaman RRI Surakarta. Sebagian pemain dalam pementasan ketoprak ini adalah para Sahabat Simfoni dan didedikasikan untuk merawat budaya damai dan toleran pada generasi muda di Solo. Menggenapkan niat itu, Solo Bersimfoni mengundang 165 siswa-siswi sekolah menengah di Solo untuk turut hadir. Memeriahkan pementasan ketoprak, turut digelar Festival Wedangan yang diikuti oleh delapan warung wedangan, masing-masing mengusung tema Hastha Laku. Mereka akan menyajikan wedang dan jajanan khas Solo secara cuma-cuma bagi seluruh tamu yang hadir. Solo Bersimfoni berharap kegiatan ini dapat menginspirasi remaja untuk memahami budaya damai dan toleran di lingkungan mereka, sehingga timbul kesadaran untuk menjaga dan turut menyebarkan perilaku positif, terutama perilaku berbasis budaya Jawa yang tersebut dalam Hastha Laku: Tepa Slira (tenggang rasa), Lembah Manah (rendah hati), Andhap Ashor (berbudi luhur), Grapyak Semanak (ramah tamah), Gotong Royong (saling membantu), Guyub Rukun (kerukunan), Ewuh pekewuh (saling menghormati), dan Pangerten (saling menghargai). Acara yang bisa dinikmati masyarakat umum ini menyediakan 1000 TIKET GRATIS yang bisa didapatkan di tautan loket.com/event/ketoprak-kolosal-dan-festival-wedangan-gratis-bys dan diambil langsung di Kantor Solo Bersimfoni, Kantor Kadin Surakarta, dan Kantor RRI Surakarta. Bagi yang tidak bisa hadir, pementasan ketoprak bisa didengarkan langsung dari RRI Pro 1 (101 MHz FM)/ Pro 2 (972 KHz AM). Solo Bersimfoni merupakan perkumpulan sosial kemanusiaan yang didirikan oleh para tokoh muda Solo dengan tujuan merawat budaya damai dan mendorong perilaku toleransi di kalangan remaja. Dalam hal ini Solo Bersimfoni menggunakan pendekatan budaya dengan mengedepankan nilai-nilai luhur dalam budaya masyarakat Jawa. Solo Bersimfoni tidak berafiliasi kepada partai politik atau kelompok tertentu. Ayo segera daftarkan diri Anda atau datang ke tempat-tempat yang disebutkan di atas untuk pengambilan tiket.   Untuk informasi lebih lanjut mohon menghubungi 0857-2865-5245 (Insani).

Menyebar Pesan Damai Lewat Seni Tradisional Read More »

Gambar UN Jujur

Launching kegiatan UN jujur

SOLO, solotrust.com – Menjelang Ujian Nasional (UN) tahun 2018 ini, sejumlah komunitas, seperti Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), dan Solo Bersimfoni, mengadakan deklarasi UN Jujur, di kawasan CFD Solo atau tepatnya di depan Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung, Minggu (1/4/2018). ”Tahap pertama kami adakan di sini (kawasan CFD). Namun kedepan akan kami lakukan di lokasi lainnya, itu sudah menjadi komitmen kami,”. ujar salah seorang panitia kegiatan M. Farid Sunarto kepada Solotrust.com di sela kegiatan. Farid yang juga ketua Solo Bersimfoni ini menambahkan, dengan mengajak UN jujur ini mampu membentuk karkater seorang anak sejak dini. Dimana akan meciptakan seorang generasi penerus yang jujur dan nantinya tidak melakukan tindakan yang tak sepantasnya, salah satunya korupsi. “Kami mengajak mereka saat UN jujur, tidak mencontek dan lainnya. Karena ini juga demi perkembangan karakter seorang anak tersebut,” terang dia. Tak lupa ia menyampaikan jika perilaku jujur itu identik dengan orang Jawa. Dimana orang Jawa identik dengan perilaku lembah manah, andap asor dan lain sebagainya. Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Walikota Surakarta Achmad Purnomo. Orang nomer dua di Pemerintahan Kota (Pemkot) Surakarta tersebut menilai dengan sebuah kejujuran yang dimiliki, akan menciptakan seorang karakter generasi penerus bangsa yang diharapkan. (dit)   Berita Terkait: Komunitas di Kota Solo Deklarasi Ujian Nasional Jujur Iriana Joko Widodo Dukung Gerakan #UNJujur di Solo

Launching kegiatan UN jujur Read More »