Author: admin

  • patjarmerah Solo: Simpul Kolaborasi dan Gotong Royong Literasi

    patjarmerah Solo: Simpul Kolaborasi dan Gotong Royong Literasi

    Kabar bertumbangannya satu per satu toko buku besar di Indonesia memunculkan sejumlah asumsi terkait perkembangan literasi di Indonesia. Tuduhan bahwa minat literasi Indonesia rendah kembali dilontarkan, bersamaan dengan persaingan buku cetak dengan buku elektronik, dan juga pembajakan yang tak kunjung berhasil diatasi.

    Pada saat kabar itu terdengar dan menjadi pembahasan panas di media sosial, patjarmerah, Pasar Buku dan Festival Kecil Literasi Keliling Nusantara justru mengumumkan mereka akan bergerak menuju Solo. Toko buku mereka pun buka di Pos Bloc Jakarta dan Fabriek Bloc Padang. Mengapa pada saat toko buku-toko buku besar banyak yang gulung tikar, patjarmerah justru tetap bisa berkeliling dan berkembang?

    “Karena kami dirawat oleh semangat kolaborasi dan gotong royong literasi,” kata Windy Ariestanty, pendiri dan penggagas patjarmerah. Kesadaran bahwa buku harus dipercakapkan dan harus menciptakan ruang interaksi inklusif adalah salah satu alasan yang mendorong kelahiran patjarmerah. “Kami masih berpegang pada semangat itu. Itu juga masih  menjadi DNA kami.” Kolaborasi dan gotong royong membuat apa-apa yang terasa tidak mungkin menjadi mungkin untuk diwujudkan. Membuat pasar buku dan festival secara berkeliling untuk mendekatkan akses literasi membutuhkan banyak pertaruhan. Beruntungnya, di setiap tempat kami selalu mendapati kawan-kawan yang punya semangat sama, di Solo salah satunya.

    Solo adalah punya rekam jejak yang panjang, tidak hanya dalam dunia pergerakan, tetapi juga literasi. Di mata Akhmad Ramdhon, dosen Universitas Sebelas Maret dan juga pegiat literasi Solo, jejak panjang literasi yang membentuk Solo adalah hasil perpaduan keberadaan tradisi Kasunanan dan Mangkunegaran. Kesadaran akan pentingnya kekuatan literasi ini juga turut membingkai perubahan dan modernisasi kota, salah satunya lewat pers lokal. Patahan kondisi masa lalu dan masa depan ini jugalah yang menjadi kerja-kerja strategis warga kota: pemerintah, pendidikan, dan komunitas.

    “Rekam   jejak   patjarmerah   di   tiap   titiknya   menunjukkan   mereka   punya kemampuan merangkul para tiang sanggah dari ekosistem literasi, mempertemukan mereka   dalam   satu   arena   serta   berkolaborasi,”   kata   Ramdhon.   Keberadaan

    patjarmerah di Solo jadi terasa penting karena gerakan yang digawangi anak-anak muda ini bisa jadi pendorong, penggerak, juga pengingat bahwa sebuah tempat tanpa pondasi  literasi akan kehilangan identitasnya. Revitalisasi tradisi selalu dimulai dari literasi.

    Ini jugalah yang dilihat oleh Mufti Rahardjo, Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dispersipda) Solo. Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Solo, sehingga mendukung patjarmerah Solo. Sebagai salah satu kebutuhan dasar yang kodrati, kata Mufti, literasi membuat kita mendapatkan bagian dari pemenuhan jawaban kognitif   (cipta),   afektif   (rasa),   dan   psikomotoris   (karsa).   Bagi   Mufti   kehadiran patjarmerah dengan segala portofolio dan beragam aktivitasnya memberi ruang yang segar bagi masyarakat Solo dan sekitarnya.

    “Seharusnyalah literasi menjadi denyut dari setiap tempat,” katanya. “Dan itu harus diupayakan bersama-sama, beramai-ramai, bergotong royong.”

    Selain keterlibatan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dispersipda) Solo dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solo, sejumlah penulis, penerbit, pegiat literasi, pekerja kreatif berbagai bidang, dan komunitas-komunitas kreatif di Solo juga turut terlibat. Mereka berkolaborasi dengan penulis, pegiat literasi, pekerja kreatif berbagai bidang, dan komunitas dari luar Solo. Ada satu juta buku terbitan lebih dari 100 penerbit di Indonesia, juga lebih dari 100 pembicara pilihan mengisi festival literasi patjarmerah di Solo.

    “Selain ada Ratih Kumala, Joko Pinurbo, Reda Gaudiamo, Yusi Avianto Pareanom, Ivan Lanin, Martin Suryajaya, Felix K. Nessi, para penulis dan kawan-kawan Solo dari berbagai bidang kreatif pun hadir,” kata Ringgana Wandy Wiguna, salah satu relawan patjarmerah Solo yang bertugas di Divisi Komunikasi. Ia menyebut nama Indah Darmastuti, Yudhi Herwibowo, Panji Sukma, Jungkat-Jungkit, Fanny Chotimah, dan lain-lain. Informasi lengkap terkait acara festival ini bisa dilihat di patjarmerah.com/solo.

    patjarmerah Solo akan diadakan pada 1-9 Juli 2023 di Ndalem Djojokoesoeman, Gajahan,  Pasar  Kliwon,  Solo. Bangunan ini adalah salah satu cagar budaya yang penting   bagi  Solo  karena  merupakan  bagian  dari  sejarah  perkembangan  Kota Surakarta sebagai Kota Kerajaan Masa Mataram Islam.

  • Merabai Denyut Literasi Surakarta bersama patjarmerah

    Merabai Denyut Literasi Surakarta bersama patjarmerah

    Patjarmerah,  Pasar Buku dan Festival Kecil Literasi Keliling Nusantara yang dijuluki oleh para pencinta buku dan media sebagai sirkus literasi keliling memutuskan singgah di Solo. Gerbang Ndalem Djojokoesoeman di Gajahan, Pasar Kliwon, Solo yang menjadi arena pasar buku dan festival literasi ini akan dibuka pada 1-9 Juli 2023 mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.

    Kekayaan narasi dan sejarah panjang Surakarta jugalah yang membuat patjamerah  memilih  mengawali  denyutnya  pada  2023  di  kota  ini.  “Selain sebelum Pandemi kami memang sempat berencana membuat patjarmerah di Solo. Itu sekitar April 2020,” cerita Windy Ariestanty, pendiri dan penggagas patjarmerah. Solo adalah tempat yang sangat kental dengan budaya literasi dan sangat banyak merekam sejarah terkait jejak penulisan masa lampau. Karya-karya klasik lahir dari Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran. Di antaranya Yosodipuro yang menulis Serat Wulang Reh, Paku   Buwono   IV   dan   Serat   Wulang   Sunu,   Mangkunegara   IV   menulis   Serat Wedhatama,  Paku  Buwono  V  menulis  Serat  Centhini,  dan  ada  juga  pujangga legendaris  dari  Kota  Solo,  yaitu  Ki  Padmasusastra dan Ronggowarsito. Selain itu, majalah dan surat kabar pertama di Indonesia pun lahir di Solo.

    “Solo  dengan  semua  ciri  khas  dan  kedenyutannya  menjadi  titik tepat untuk mengawali patjarmerah 2023. Dari titik yang menjadi arena pergerakan inilah, patjarmerah akan bergerak,” sambung Windy. Banyak tokoh penting yang menggencarkan pergerakan datang dari Surakarta. Sebutlah Tjokroaminoto, H. Samanhudi,    dan    Marco    Kartodikromo.    Mereka    mengandalkan    kemampuan tulis-menulisnya di surat kabar dan berbagai macam aksi protes yang digelar dalam

    rangka ”menuntut persamaan hak bumiputera”. Ada pula Tjipto Mangunkusumo yang mengkritisi sistem feodal. Sarekat Islam dan gerakan Bumi Putera.

    Denyut Literasi dan Identitas Tempat

    Denyut dipilih menjadi tema patjarmerah selama 2023. Kata ini menyimbolkan hidup dan upaya untuk terus hidup, termasuk di dunia literasi. Ini jugalah yang dilihat oleh Mufti Rahardjo, Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dispersipda) Solo. Sebagai salah satu kebutuhan dasar yang kodrati, literasi membuat kita mendapatkan bagian dari pemenuhan jawaban kognitif (cipta), afektif (rasa), dan psikomotoris (karsa). “Seharusnyalah literasi menjadi denyut dari setiap tempat.” Bagi Mufti kehadiran patjarmerah dengan segala portofolio dan beragam aktivitasnya memberi ruang yang segar bagi masyarakat Solo dan sekitarnya.

    Di mata Akhmad Ramdhon, dosen Universitas Sebelas Maret dan juga pegiat literasi Solo, jejak panjang literasi yang membentuk Solo adalah hasil perpaduan keberadaan tradisi Kasunanan dan Mangkunegaran. Kesadaran akan pentingnya kekuatan  literasi ini juga turut membingkai perubahan dan modernisasi kota, salah satunya lewat pers lokal. Patahan kondisi masa lalu dan masa depan ini jugalah yang menjadi kerja-kerja strategis warga kota: pemerintah, pendidikan, dan komunitas.

    “Rekam   jejak   patjarmerah   di   tiap   titiknya   menunjukkan   mereka   punya kemampuan merangkul para tiang sanggah dari ekosistem literasi, mempertemukan mereka   dalam   satu   arena   serta   berkolaborasi,”   kata   Ramdhon.   Keberadaan patjarmerah di Solo jadi terasa penting karena gerakan yang digawangi anak-anak muda ini bisa jadi pendorong, penggerak, juga pengingat bahwa sebuah tempat tanpa pondasi  literasi akan kehilangan identitasnya. Revitalisasi tradisi selalu dimulai dari literasi.

    patjarmerah Solo di Ndalem Djojokoesoeman

    Semangat kolaborasi dan gotong royong literasi pun masih diusung patjarmerah. Di Solo, selain menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta dan Dinas  Pariwisata  dan  Kebudayaan  Kota  Surakarta,  patjarmerah juga berkolaborasi dengan para pegiat literasi dan komunitas lintas bidang kreatif, di antaranya Difalitera, Sastra Pawon, Kamar Kata, Kembang Gula, Lokananta, termasuk Persis. Komunitas ini akan berkolaborasi dengan jenama-jenama internasional dan nasional, seperti Netflix, Tik Tok, Bioskop Online, Facebook, dan juga para penerbit. Para penulis dan seniman

    atau pekerja kreatif berbagai bidang juga turut diajak. Di antaranya Jungkat-Jungkit, Soloensis, Soerakarta Walking Tour, Solo Societeit, dan Titi Laras.

    Pada salah satu sesi, Ngudhar Rasa: Meracik Masa Depan Kuliner Indonesia Lewat Tradisi Pangan, Pura Mangkunegaran bersama Lakoat.Kujawas dari Nusa Tenggara Timur, Bhumi Bhuvana dari Jogja, dan Titi Laras dari Solo akan bertukar rasa dan berbagi cerita. Penulis-penulis Solo–Sanie Kuncoro, Indah Darmastuti, Panji Kusuma, Beri Hanna. Peri Sandi Huizche pun hadir mengisi sesi-sesi di festival, berkolaborasi dengan pembicara-pembicara pilihan lainnya, seperti Joko Pinurbo, Ratih Kumala, Felix, K. Nessi, Yusi Avianto Pareanom, Martin Suryajaya, Reda Gaudiamo, Alexander Thian, Adimas Immanuel, Syahid Muhammad, Andina Dwi Fatma, dan lainnya. Tak ketinggalan penampilan istimewa dari Papermoon Puppet Theatre.

    Akan ada 1 juta buku dan lebih dari 100 pembicara pilihan hadir di patjarmerah Solo. Ndalem Djojokoesoeman dipilih menjadi arena literasi karena sejarah panjangnya juga. Bangunan cagar budaya yang berdiri pada 1849 merupakan salah satu ndalem pangeran masih utuh di Solo. Bangunan ini dulunya menjadi kediaman raja pada masa Kesunanan Surakarta, khususnya keturunan Paku Buwono X dan Paku Buwono IX.

  • CITA RASA SOLO DALAM PEMBELAJARAN PRAKTIK PERHOTELAN

    CITA RASA SOLO DALAM PEMBELAJARAN PRAKTIK PERHOTELAN

    Seperti kita ketahui bersama bahwa Merdeka Belajar yang diimplementasikan di Indonesia saat ini merupakan konsep pembelajaran yang mengutamakan pengembangan kompetensi siswa. Hal ini diupayakan melalui pembelajaran yang berbasis keterampilan (skill-based learning) dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk dapat terhubung dengan dunia kerja dan masyarakat serta dapat mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja yang andal dan kompeten. Namun berjalannya sistem pendidikan yang dinamis dalam pengembangan dan implementasinya senantiasa tak luput dari permasalahan. Masalah yang dihadapi saat ini terkait generasi muda yang sangat adaptif dengan kemajuan teknologi akan tetapi kurang mengenal potensi lokal dan budaya bangsa sendiri.

    Para remaja dari kalangan generasi Z merupakan digital natives yang sangat akrab dengan teknologi. Mereka memiliki akses pengetahuan dan kecenderungan meniru budaya dari luar negeri lebih cepat dibanding budayanya sendiri. Penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 60% siswa SMA di Indonesia tidak mengenal tarian daerah atau kesenian tradisional dari daerah mereka. Beberapa penyebabnya antara lain minimnya kurikulum pendidikan yang menekankan pada pengenalan dan pengembangan budaya lokal di sekolah. Sebagai hasilnya, siswa tidak mendapatkan pemahaman yang memadai tentang budaya lokal mereka. Pengaruh globalisasi yang semakin kuat, termasuk media sosial juga memengaruhi minat dan gaya hidup siswa, serta membuat mereka lebih tertarik pada budaya populer luar negeri.

    Distorsi persepsi terhadap budaya bangsa berpotensi membahayakan karena memunculkan  stereotipe dan prasangka yang tidak akurat terhadap budaya sendiri. Selain itu para remaja tersebut akan kehilangan rasa bangga terhadap budayanya dan berakibat hilangnya identitas diri sebagai bangsa Indonesia. Kesenjangan budaya antara generasi muda dan generasi tua dapat berdampak negatif pada harmoni dalam hubungan sosial di masyarakat.  Lebih jauh lagi dampak dari itu adalah generasi akan kehilangan warisan budaya sehingga tidak bisa meninggalkan warisan tersebut untuk anak cucu mereka kelak. Dari segi ekonomi hal ini bahkan memberi dampak buruk yaitu hilangnya peluang untuk mengembangkan industri pariwisata budaya sehingga berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi lokal. Kurangnya pemahaman tentang nilai dan norma budaya lokal juga dapat memengaruhi perilaku siswa terhadap orang lain dan sekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadinya  penurunan karakter bahkan degradasi moral. Masalah tersebut tentu perlu mendapat perhatian serius terutama dari para pendidik untuk lebih sadar akan pentingnya mengenalkan kearifan lokal kepada siswanya. Upaya ini dapat dilakukan melalui proses internalisasi budaya dalam pembelajaran sehingga akan lebih mudah diiterima oleh siswa.

    SMKN 7 Surakarta merupakan salah satu sekolah pusat keunggulan (center of excellence) yang memiliki visi terwujudnya siswa yang beriman dan bertaqwa, cerdas, kreatif, berjiwa literat, peduli dan berbudaya lingkungan. Salah satu kompetensi keahlian yang dimiliki oleh SMKN 7 Surakarta adalah Perhotelan. Mata pelajaran konsentrasi di fase F dalam kurikulum merdeka yang dipelajari para siswa pada kompetensi keahlian ini diantaranya adalah Food and Beverages Service (F and B Service). Siswa yang ingin mengembangkan karier di bidang perhotelan, khususnya di bagian makanan dan minuman tentunya sangat membutuhkan skill di bidang ini. Para siswa dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam hal penyajian beserta pelayanan makanan dan minuman di hotel, restoran, kafe, dan tempat makan lainnya. Mata pelajaran ini juga mencakup keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen waktu yang merupakan bagian penting dari pengembangan kecakapan interpersonal siswa. Praktik pembelajaran F and B Service memberikan kesempatan yang luas kepada para siswa untuk menggali potensi dan kreativitas mereka secara merdeka. Tujuan yang diharapkan adalah tewujudnya visi dan misi Merdeka Belajar.

    Salah satu karakteristik dari konsep Merdeka Belajar tersebut adalah pembelajaran kontekstual (contextual Learning). Dalam konteks kearifan lokal pada pembelajaran kontekstual siswa berlatih membangun pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berhubungan dengan kearifan lokal di daerahnya. Pengenalan kearifan lokal dapat diintegrasikan dalam pengembangan kompetensi siswa di berbagai bidang, salah satunya bidang perhotelan. Di bidang tersebut kearifan lokal dapat diaplikasikan dalam pengembangan teknologi dan bisnis, seperti pengembangan produk yang mengangkat kearifan lokal. SMKN 7 Surakarta telah melakukan praktik baik pembelajaran F and B Service yang diampu oleh guru mapel, Eka Sugiyanti, S.Pd. Pembelajaran kontekstual berbasis proyek dalam mata pelajaran F and B Service dilakukan untuk  meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam penyajian dan pelayanan makanan di hotel. Integrasi pembelajaran ini dilakukan dengan mengandalkan unsur kearifan lokal kota Solo sebagai materi proyek. Siswa secara berkelompok membuat proyek penyajian makanan yang kental dengan nuansa budaya Solo. Ciri khas Solo yang ditonjolkan seperti menu yang disajikan, desain interior ruangan, iringan musik, alat penyajian maupun tampilan busana dan asesoris yang dikenakan siswa yang mengandung unsur budaya Solo. Begitu juga dengan tata krama saat menyajikan makanan kepada tamu terinspirasi dari budaya perilaku masyarakat Solo yang penuh kesopanan. Aneka menu mulai dari appetizer, main course hingga dessert disajikan dengan menampilkan kuliner khas kota Solo. Makanan seperti selat solo, pecel atau gudeg dan klepon disajikan dengan tetap menggunakan Standar Operating Procedure (SOP) yang berlaku di hotel khususnya pada departemen F and B Service. Siswa menampilkan karya proyeknya dengan mengundang para guru sebagai tamu sekaligus penilai hasil proyek mereka.

    Pelaksanaan pembelajaran proyek ini diharapkan dapat memperkuat pengalaman belajar siswa, memberikan kesempatan luas kepada mereka untuk mengembangkan berbagai keterampilan. Keterampilan tersebut antara lain kecakapan dalam mencari informasi, mengembangkan kreativitas, bekerja dalam kelompok, mengomunikasikan ide-ide, dan menyelesaikan tugas dalam batas waktu yang ditentukan. Selain itu, proyek ini menuntut siswa untuk menggali unsur kearifan lokal kota Solo sehingga dapat memperkuat rasa kecintaan mereka terhadap warisan budaya lokal. Hal tersebut tentunya akan menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya melestarikan dan mempromosikan kearifan lokal sebagai bagian dari industri perhotelan.

     

    Penulis: Asri Pujihastuti-Guru SMKN 7 Surakarta

    artikel ini sudah tayang di Solopos tanggal 10 April 2023

  • KEPALA PUSPEKA APRESIASI KERJA SOLO BERSIMFONI DAN MODEL SEKOLAH ADIPANGASTUTI

    KEPALA PUSPEKA APRESIASI KERJA SOLO BERSIMFONI DAN MODEL SEKOLAH ADIPANGASTUTI

    Jakarta 5/4/2023. Dalam rangka penyusunan modul P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka yang tengah disusun, Solo Bersimfoni melakukan audiensi kepada Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Ibu Rusprita Putri Utami, di Kantor Puspeka Kemendikbud Ristek, Gedung C Lantai 18, Kemendikbud Ristek, Senayan, Jakarta.

    Selaku Kepala Puspeka, Ibu Rusprita sangat mengapresiasi langkah Solo Bersimfoni dalam upaya implementasi kurikulum berbasis projek, khususnya tematik Bhineka Tunggal Ika melalui program Sekolah Adipangastuti. Sekolah Adipangastuti melakukan pendekatan yang sangat khas yaitu nilai budaya lokal yang dinamakan hasthalaku atau delapan perilaku yaitu gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, pangerten, andhap asor dan tepa selira.

     

    Lebih lanjut, Ibu Rusprita menjelaskan bahwa Kemendikbud Ristek RI, khususnya Puspeka, mendapatkan mandat terkait penguatan Profil Pelajar Pancasila dan juga pencegahan kekerasan pada satuan pendidikan, meliputi perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi atau yang kerap disebut Tiga Dosa Pendidikan.

    Puspeka sendiri berkomitmen melakukan penguatan karakter peserta didik yang beracuan pada enam Profil Pelajar Pancasila yang saat ini terus digalakkan. Begitu juga dengan Solo Bersimfoni terus mempromosikan pesan perdamaian dan toleransi melalui model sekolah Adipangastuti dan juga modul P5 khususnya berbasis projek tema Bhinneka Tunggal Ika yang diintegrasikan dengan Perpres No 7/2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).

     

    Sebagai bentuk dukungan dan kerja,sama, Solo Bersimfoni diberikan kesempatan turut membantu Kemendikbud Ristek RI dalam penyusunan Buku Saku Profil Pelajar Pancasila. Buku saku ini nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu sumber bacaaan untuk meningkatkan pemahaman terkait Profil Pelajar Pancasila kepada guru, tenaga kependidikan, orang tua, siswa, dan masyarakat umum.

     

  • Dukungan Pemprov Jateng dalam Implementasi Sekolah Adipangastuti

    Dukungan Pemprov Jateng dalam Implementasi Sekolah Adipangastuti

    Rabu, 4 Januari 2023 telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangkaian penyusunan Modul Panduan Kurikulum P5 Berbasis Projek Sekolah Adipangastuti di Olifant Resto, Semarang. Dalam kegiatan ini hadir Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Provinsi Jateng, Bapak Syamsudin Isnaini, S.STP., SH., Tim Pengembang Kurikulum Disdik Jateng yang juga Kepala SMAN 1 Semarang, Dr Kusno, M.Pd., Analis Ahli Madya Biro Kesra Provinsi Jateng, Ibu Woro Boedi Sayekti, SH, MM., serta Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jateng.

    Dalam kegiatan FGD ini Bapak Arief Rahmawan, M.Pd., Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Gemolong, yang merupakan salah satu tim penyusun modul panduan menjadi narasumber dalam menjelaskan draf modul panduan yang telah disusun. Beliau menerangkan bahwa modul yang disusun ada dua, yaitu modul bagi guru dan siswa. Dalam modul dimasukkan dimensi Pancasila dengan menggunakan topik yang disesuaikan dengan dimensi kearifan lokal dan Bhineka Tunggal Ika yang sesuai dengan hasil Rancangan Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme (RAN PE). “Modul berisikan narasi-narasi kontra yang menyenangan kemudian di akhir akan ada projek kolaborasi oleh siswa dengan tujuan menyesuaikan tujuan RAN PE di pendidikan”, jelas Pak Arief.

    Pak Syamsudin dalam tanggapannya menyatakan bahwa Dinas Pendidikan secara penuh mendukung program yang akan dilakukan oleh Solo Bersimfoni. “Tim Pengembangan Kurikulum dari dinas akan ikut mendampingi dalam penyusunan modul ini agar modul yang dihasilkan lebih mudah diterapkan di sekolah”, lanjutnya. Selain itu akan dilakukan sinergi antara Dinas Pendidikan, Bappeda dan Kesbangpol serta memungkinkan dilaksanakannya kolaborasi dengan Biro Kesra dalam implementasi Sekolah Adipangastuti tahun 2023 di Provinsi Jawa Tengah setelah modul panduan pengembangan P5 kurikulum berbasis projek ini selesai disusun. Harapannya dengan adanya dukungan dari dinas, maka guru-guru SMA di Jawa Tengah akan mendapatkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan.

    Tim pengembang kurikulum Disdik Provinsi Jateng, Bapak Kusno, selain memastikan modul panduan kurikulum dapat diterapkan dengan baik juga siap membantu dalam mensosialisasikan penerapam Sekolah Adipangastuti. Tinjauan dari modul tersebut dinilai menjadi pemantik di tingkat sekolah untuk melaksanakan program secara soft tapi berhasil sesuai sasaran. “Usia remaja kini perlu membicarakan tentang toleransi yang tidak perlu dibenturkan dengan substansi agama, sehingga agar menarik perlu menggunakan nilai-nilai kearifan lokal”, ungkapnya. Masukan dari Bapak Kusno, dalam pengenalan awal modul diperlukan narasi tentang hasthalaku. Seperti mengambil dalam P5 yaitu tema Bangunlah Jiwa dan Raga dengan mengemukakan aspek intoleransi, radikalisme, NAPZA, Kekerasan Seksual, dan lainnya dengan penggunaan narasi yang diperhalus. Selain itu, moderasi beragama diterjemahkan menjadi sebuah aktivitas kegiatan.

    Biro Kesra Provinsi Jateng juga mendukung penyusunan modul panduan ini. Masukan dari Ibu Woro bahwa diperlukan penambahan dimensi dalam ranah kepemudaan dan kebudayaan. “Pendekatan yang kami lakukan melalui unsur kebudayaan”, lanjutnya. Pak Budi Martono, SH, MM, Analis Ahli Muda Biro Kesra provinsi Jateng, mengatakan bahwa isu radikalisme dan nasionalisme juga dapat dilakukan secara online melalui kampanye di media sosial agar sesuai dengan sasaran yaitu anak muda.

    Bapak Ardian dari Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB Provinsi Jateng mengatakan dukungannya, “Saya senang dengan adanya modul panduan ini, karena sasaran dalam pencegahan terorisme selama ini adalah orang dewasa, sedangkan modul ini sasarannya adalah anak-anak hingga remaja”. Selain pencegahan, stigmatisasi untuk anak-anak dari keluarga teorisme juga perlu menjadi salah satu poin untuk menghindari tindakan bullying. Perlu dilakukan elaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan sekolah yang aman dan damai. “Bisa dilakukan pemilihan agen perubahan dari siswa, karena mereka adalah influencer yang masif terutama di media sosial”, ungkapnya. Ibu Nichola Ester dari Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Provinsi Jateng mengatakan bahwa untuk modul panduan yang disusun dibuat interaktif seperti menggunakan permainan online yang berisi pengetahuan serta dibuat aktivitas dengan tujuan agar anak tertarik. “Penjelasan mengenai mengenal kesetaraan gender dan adanya kepercayaan seperti penghayat perlu dimasukkan untuk meminimalisir perilaku bullying”, lanjutnya.

    Dalam kegiatan ini kemudian dirumuskan bahwa dimensi yang akan dimasukkan yang semula ada dua menjadi tiga, yaitu Kearifan Lokal, Bhineka Tunggal Ika dan Bangunlah Jiwa dan Raga. Harapannya dengan menambahkan satu dimensi yaitu Bangunlah Jiwa dan Raganya dapat meningkatkan rasa nasionalisme siswa yang kemudian mencegah terjadinya tindakan radikalisme.

     

    Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer

  • Hadiah Akhir Tahun; Solo Bersimfoni mendapatkan Anugerah Revolusi Mental (ARM) Tahun 2022

    Hadiah Akhir Tahun; Solo Bersimfoni mendapatkan Anugerah Revolusi Mental (ARM) Tahun 2022

    Rabu, 21 Desember 2022, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) menggelar Anugerah Revolusi Mental (ARM) Tahun 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Penyerahan ARM dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, serta Menko PMK Muhadjir Effendy dan para Koordinator Program Gerakan (KPG), dari Kementerian PAN RB, Kemenko Marves, Kemenko Polhukam, Kemenko Perekonomian, dan Kemendagri. Dalam pagelaran ini, Solo Bersimfoni memperoleh ARM kategori Tokoh Masyarakat dan Lembaga dalam bidang Pendidikan Karakter dan Literasi.

    Anugerah Revolusi Mental 2022 merupakan konfirmasi terhadap usaha dan upaya yang  telah dilakukan oleh Lembaga Pemerintah, Swasta dan Masyarakat atau gerakan komunitas yang melakukan perubahan secara nyata, terukur, inspiratif dan berkelanjutan. Anugerah Revolusi Mental 2022 diberikan kepada semua pihak yang telah berinisiatif dan telah menjadi pelopor perubahan untuk berbagai simpul dan ranah perubahan yang telah dan sedang berlangsung dalam masyarakat, mulai dari birokrasi yang melayani secara prima, sistem pendidikan yang mencetak sumber daya unggul dan berkarakter, sistem ekonomi berkeadilan, serta berbagai inisiatif yang melibatkan para pemangku kepentingan secara bergotong royong untuk mewujudkan perilaku kolektif yang berintegritas dan beretos kerja.

    Pagelaran ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap semua pelaku atau agen perubahan yang mencerminkan Gerakan Nasional Revolusi Mental di seluruh pelosok Nusantara. Sebanyak 40 piala diberikan kepada penerima anugerah yang terbagi menjadi lima kategori. Pertama adalah Kategori Pemerintah Provinsi, kategori kedua adalah Pemerintah Kabupaten/Kota, ketiga adalah Lembaga Mitra GNRM. Keempat adalah kategori Tokoh dan Lembaga dan kelima Kategori Kedermawanan Sosial.

    Wakil Presiden, Ma’ruf Amin berpesan agar gerakan nasional revolusi mental perlu terus dibumikan dalam berbagai kegiatan. “Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan generasi emas yang unggul, berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan kebangsaan. Oleh sebab itu, saya berpesan kepada seluruh pihak, Gerakan Nasional Revolusi Mental mesti terus dibumikan secara inovatif dalam berbagai kegiatan yang menjangkau generasi muda kita. Jangan lupa terus manfaatkan media sosial dan kanal-kanal digital lainnya agar upaya ini semakin efektif,” kata Ma’ruf.

    Menko PMK, Muhadjir Effendy dalam sambutannya menjelaskan, Revolusi Mental merupakan gerakan seluruh unsur masyarakat Indonesia dengan mengangkat nilai-nilai strategis, yakni nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong. Dia menerangkan, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) mendorong internalisasi nilai-nilai strategis instrumental revolusi mental pada individu, keluarga, insititusi sosial, masyarakat sampai dengan lembaga-lembaga negara. Hal ini diharapkan dapat mendorong perubahan cara pandang, sikap, perilaku yang berkarakter dan berorientasi pada kemajuan.

    “Revolusi mental harus dimulai dari diri sendiri dan kemudian meluas di lingkungan keluarga, komunitas, masyarakat luas, dan selanjutnya mencakup seluruh komponen bangsa,” ujar Muhadjir dalam acara penghargaan ARM 2022.

    Menko PMK memaparkan, selama 7 tahun terakhir, GNRM telah berkolaborasi dengan aktor pentahelix untuk merubah mental masyarakat menjadi lebih baik. Menurutnya, GNRM telah memberikan berbagai perubahan yang dirasakan oleh masyarakat. Hal ini tercermin dari index capaian revolusi mental (ICRM) tahun 2021 yang menunjukkan peningkatan sebesar 4,46 poin jika dibandingkan ICRM tahun 2018 (ICRM 2018 sebesar 67,01 dan pada 2021 mencapai 70,47).

    “Peningkatan ICRM ini tidak terlepas dari upaya kolaborasi para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan gerakan revolusi mental untuk memajukan Indonesia dari tingkat pemerintah pusat sampai di tingkat daerah,” ujarnya.

     

    Pemberian Anugerah Revolusi Mental 2022 kepada Perkumpulan Solo Bersimfoni dari Kriteria Nominasi Lembaga yang berbadan hukum di Indonesia dengan mempertimbangkan berbagai unsur antara lain, Solo Bersimfoni merupakan Non Government Organization (NGO) yang melakukan tindakan yang bersifat fundamental, yaitu upaya Pencegahan radikalisasi yang meliputi membangun kesiapsiagaan, melakukan kontra radikalisasi dan deradikalisasi di kalangan pelajar / remaja; Solo Bersimfoni memberikan perubahan dan dampak positif  terhadap masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam membangun toleransi dan perdamaian untuk mencegah tindakan kekerasan yang mengarah pada terorisme berbasis kekerasan; serta Solo Bersimfoni menghadirkan ruang-ruang keadilan sosial bagi remaja/pelajar generasi Z dalam bentuk ruang kanal digital, membangun kecakapan digital  dan menyediakan ruang komunal solo bersimfoni.

    Inisiatif Solo Bersimfoni yang bersifat fundamental antara lain bekerja sama dengan UNS melakukan riset untuk menemukan nilai budaya lokal “hasthalaku” (delapan perilaku) yang terdiri dari: gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, andhap ashor dan tepa selira. Hasthalaku telah dimasukkan sebagai  menjadi nilai luhur budaya daerah dan tertuang dalam Perwali Kota Surakarta No. 49 Tahun 2019 tentang Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda. Solo Bersimfoni juga menginisiasi regulasi Perda Prov. Jateng No. 4 Tahun 2021 Tentang Pembangunan dan Pengembangan Kepemudaan. Dan saat ini sedang menginisiasi beberapa amanat Perda tersebut dalam bentuk Peraturan Gubernur Provinsi Jateng, khususnya amanat perlindungan dan pemberdayaan pemuda. Selain itu, Solo Bersimfoni menginisiasi Model Sekolah Adipangastuti yang merupakan sebuah program selama 6 (enam) bulan yang dimasukkan ke sekolah formal. Tujuan implementasi model Sekolah Adipangastuti adalah untuk membuat program pencegahan intoleransi dan kekerasan di sekolah dengan pendekatan milenial dan digital. Saat ini Solo Bersimfoni telah mengerjakan kerjasama dengan 7 (tujuh) sekolah formal SMA yang melaksanakan program Sekolah Adipangastuti, dan pada tahun 2023 akan melaksanakan program Sekolah Adipangastuti di 14 (empat belas) sekolah di provinsi jawa tengah.

     

    Penulis: Tia Brizantiana – Program Officer

  • Prof Mahfud MD: Siapa pun Jangan Terbujuk Gerakan Radikal

    Prof Mahfud MD: Siapa pun Jangan Terbujuk Gerakan Radikal

    Solo 9 Desember 2022 telah dilaksanakan Silaturahmi dan Dialog Kebhinekaan bersama Prof. Dr. H. M. Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., Menkopolhukam RI di Java Terracee Solo. Dalam pembukaan disampaikan oleh Ketua dan Koordinator penyelenggara M Farid Sunarto yang juga Ketua Solo Bersimfoni bahwa Menkopolhukam ingin belanja berbagai masalah dari wilayah Soloraya sehingga mengundang para seniman, budayawan dan akademisi.

    Dalam acara tersebut, hadir para tokoh Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran, serta para seniman seniwati yang biasa memeriahkan agenda MICE kota Solo. Sempat dalang muda Ki Amar Pradopo dikerjai Moderator untuk menyuarakan ‘suluk” wayang dan ‘suluk gagrak anyar’ yang membuat tertawa Prof Mahfud MD dan para peserta dialog.

    Prof Mahfud MD dalam awal dialog menguraikan keberagaman bangsa dan negara harus dirawat dan dijaga dalam tubuh NKRI. Demikian juga mengutuk adanya pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung, menunjukkan adanya kelompok-kelompok radikal dan intoleran yang ingin mengoyak kebhinekaan yang sudah terjalin sejak berabad lalu.

    Faizul Sofyan, perwakilan dari Jaringan Lintas Kultural Solo, memberikan keprihatinannya tentang aksi bom tersebut. Prof Mahfud MD menjelaskan bahwa pemerintah sudah melakukan tindakan pencegahan terhadap terorisme seperti kontra radikalisasi dan deradikalisasi. Dan tindakan pencegahan ini dilakukan secara bekerja sama oleh 12 Kementrian.

    Dalam kegiatan ini, Prof Mahfud MD menjawab pertanyaan H. Ahmad Sungkar, seorang pemerhati cagar budaya, mengenai Kepres No. 17/Tahun 2022. Beliau menjelaskan bahwa Kepres ini dibuat untuk korban pelanggaran HAM masa lalu yang tidak atau belum diselesaikan di pengadilan, tidak mengarah kepada salah satu pihak saja. Aturan ini dibuat sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mementingkan kemanusiaan. “Masalah kemanusiaan yang akan kita rukunkan kembali.”, imbuhnya.

    Gusti Benowo, Dalang Kraton Kasunanan Surakarta, bertanya mengenai bagaimana cara mengatasi mafia hukum di Indonesia. Prof Mahfud MD mengatakan bahwa Presiden Jokowi sudah memerintahkan Menkopolhukam untuk melakukan reformasi hukum. Meski demikian, menteri tidak boleh untuk terlibat dalam yudikatif maupun legislatif seperti mengusulkan undang-undang.

    Terakhir, Prof Mahfud MD menghimbau kepada siapa pun agar jangan terbujuk gerakan-gerakan radikal. “Gerakan radikal tidak usah diperdebatkan, dia anti pemerintah yang sah, anti ideologi negara dan anti konstitusi.”, lanjutnya.

     

    Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer

  • Penyusunan Regulasi Kepemudaan untuk Pembangunan dan Pengembangan Pemuda

    Penyusunan Regulasi Kepemudaan untuk Pembangunan dan Pengembangan Pemuda

    Dalam rangka penyusunan Rancangan Aksi Daerah (RAD) Kepemudaan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng dengan dukungan Solo Bersimfoni melakukan rangkaian Focos Group Discussion (FGD). FGD ini dilakukan untuk mendapatkan masukan dan data yang dibutuhkan dalam penyusunan RAD. Tim penyusun yang juga terdiri dari Tim Ahli Komisi E DPRD Provinsi Jateng menjadi fasilitator dalam rangkaian kegiatan ini.

    FGD dilaksanakan sebanyak tiga kali dengan peserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang mengurusi bidang kepemudaan. FGD pertama dilaksanakan pada Senin, 10 Oktober 2022 di Hotel Grand Edge Semarang dengan peserta dari karesidenan Pati dan Semarang raya. FGD kedua dilaksanakan pada Selasa, 2 November 2022 di Hotel Atria Magelang dengan peserta dari Karesidenan Kedu dan Soloraya. FGD terakhir dilaksanakan pada Rabu, 30 November 2022 di Hotel Khas Tegal dengan peserta dari Karesidenan Pekalongan dan Karesidenan Banyumas.

     

    OPD yang hadir adalah Biro Kesra SETDA Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang, Disporapar Kabupaten Kendal, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Demak, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Salatiga, Disporabudpar Kabupaten Grobogan, Disporabudpar Kabupaten Blora, Disdikpora Kabupaten Rembang, Disdikpora Kabupaten Kudus, Disparbudpora Kabupaten Klaten, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sukoharjo, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonogiri, Disdikpora Kabupaten Temanggung, Disporapar Kota Magelang, Disdikpora Kabupaten kebumen, Disporapar Kabupaten Purworejo, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga kabupaten Tegal, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Tegal, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Dinas Pariwisata Budaya dan Olahraga Kota Pekalongan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara, Dinas Kepemudaan Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo. Sedangkan OKP yang terlibat adalah KNPI Jawa Tengah dan Pepelingasih Jawa Tengah.

    Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Ibu Siti Mulyatmi Bernandetta, mengatakan bahwa Perda No. 4 tahun 2021 tentang Kepemudaan menjadi pijakan dalam menyusun sebelas Peraturan Gubernur (Pergub) turunan. Beliau juga menginfokan bahwa salah satu Pergub turunan tentang Kewirausahaan sudah dibuat dan proses penandatanganan. “Kita masih punya 10 PR lagi, tetapi karena RAD ini termasuk capaian di Kemenpora beberapa provinsi maka penyusunannya harus disegerakan.” Oleh karena itu, kegiatan penyusunan ini diharapkan dapat menjadi buah pemikiran OPD dan OKP di Jateng.

    Dalam diskusi diketahui bahwa Kabupaten Kendal telah memiliki peraturan mengenai kepemudaan untuk mengatur kegiatan OPD, sedangkan kota/kabupaten yang lain belum memilikinya. Kerja sama dalam bidang kepemudaan dapat dilakukan dengan pihak lain selain dinas, seperti Perguruan Tinggi, NGO bidang kepemudaan, OKP, BNN Daerah, lembaga keagamaan (terkait dengan moral) dan lembaga profesi.

    Pada FGD pertama peserta berharap Jambore dan Pekan Apresiasi Pemuda dapat terlaksana pada tahun 2023 dan 2024 dengan dasar dari peraturan kepemudaan. Selain itu, adanya bentuk apresiasi/penghargaand dalam kepemudaan baik untuk individu maupun organisasi, berjalannya berbagai kegiatan kepemudaan di Jawa Tengah serta adanya koordinasi yang strategis lintas sektor seperti yang tertuang dalam Perpres No. 43 Tahun 2022 menjadi harapan selanjutnya dalam penyusunan regulasi kepemudaan ini.

    Dalam penyusunan peraturan tergantung kesiapan dari setiap kota/kabupaten. Peraturan Daerah (Perda) bisa disusun terlebih dahulu jika ingin aturannya lebih substansif, tetapi jika ingin fokus pada implementasinya maka dahulukan penyusunan RAD. Sehingga penyusunan regulasi pemuda ini diharapkan dapat menaikkan indeks pembangunan pemuda di Jawa Tengah.

    Dalam FGD kedua ditemukan fakta bahwa IPP Sukoharjo berjalan dengan baik, hal ini karena faktor pimpinan yang visioner dan adanya linier antara provinsi dan kabupaten/kota dalam menyusun RAD pusat dan daerah, dalam bentuk gerakan masif. Sehingga terjadi kenaikan anggaran yang signifikan yaitu kurang dari 100 juta pada tahun 2018, kemudian naik menjadi 350 juta di tahun 2019 dan tahun 2020 naik menjadi 5,5 M.

    Hal yang berbeda ditemukan di Wonogiri, masukannya adalah adanya kegiatan dengan skala prioritas yang mudah untuk dilakukan. Untuk saat ini fokus pada pemberian kepada pemuda berprestasi dengan dasar PERDA No 9 Tahun 2018 Tentang Kepemudaan, yang menyebutkan pemuda yang berprestasi dapat diberi penghargaan.

    Dalam FGD terakhir ditemukan poin bahwa Perda kabupaten Purbalinggu PERDA sudah jadi, sedangkan di Kota Tegal masih sedang dalam tahap pembahasan di tahun 2021 dan Batang sudah masuk ke anggaran mulai tahun depan. Dalam diskusi juga ditemukan bahwa belum ada wilayah yang memiliki SK tim koordinasi strategis lintas sektor penyelenggaraan pelayanan kepemudaan dalam penyusunan, penetapan dan pengimplementasiannya.

    Harapannya dengan rangkaian FGD penyusunan regulasi kepemudaan ini, berbagai tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan program untuk pembangunan dan pengembangan kepemudaan mendapatkan solusi yang menjadi kerja bersama antara OPD dan OKP terkait, terutama bagi kepemudaan di provinsi Jawa Tengah.

     

    Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer Solo Bersimfoni

  • Wakil Duta Besar Australia Berkunjung ke Sekolah Adipangastuti

    Wakil Duta Besar Australia Berkunjung ke Sekolah Adipangastuti

    Pada hari Senin, 24 Oktober 2022 SMAN 1 Surakarta mendapatkan kunjungan dari Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bapak Steve Scott. Kunjungan ini dalam rangka melihat keberhasilan implementasi Sekolah Adipangastuti di SMAN 1 Surakarta. Dalam kegiatan ini hadir juga kepala sekolah dari model Sekolah Adipangastuti tahun 2019, 2020 dan 2021 yaitu SMAN 6 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, SMAN 3 Sragen, SMAN 1 Gemolong, SMAN 2 Boyolali dan SMAN 1 Karanganyar.

    Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Surakarta Bapak Yusmar Setyobudi mengatakan bahwa program Sekolah Adipangastuti telah mendukung pengembangan karakter siswa SMAN 1 Surakarta melalui hasthalaku. “Kami sangat berterima kasih kepada Solo Bersimfoni atas kerja samanya dalam pembentukan karakter siswa di sini.”, lanjutnya.

    Sekolah Adipangastuti

    Sekolah Adipangastuti

    Cerita implementasi Sekolah Adipangastuti di sekolah lain pun dibagikan oleh para kepala sekolah, guru serta siswa. Kepala SMAN 6 Surakarta, Bapak Munarso dan Kepala SMAN 2 Boyolali, Bapak Teguh Rahayu Slamet, menyampaikan apresiasi atas acara yang menjadikannya makin bersemangat dan terinspirasi untuk melaksanakan program Sekolah Adipangastuti selanjutnya. “Hasthalaku membentuk generasi muda untuk memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap keberagaman, mampu hidup bersama dengan damai bersama seluruh umat manusia”, kata Bapak Munarso. Sementara SMAN 2 Boyolali berencana menerapkan lanjutan program Sekolah Adipangastuti yang salah satunya mengusung topik anti radikalisme, dengan penyesuaian kegiatan OSIS dan anggaran sekolah.

    Sekolah Adipangastuti

    Kepala SMAN 1 Karanganyar, Ibu Suliyastuti merasakan manfaat yang besar dari program Sekolah Adipangastuti dalam hal penerapan nilai-nilai hasthalaku di kalangan warga sekolah sehingga berharap agar silaturahmi semakin erat dan kerja sama yang terjalin semakin kuat. Hal ini juga dikatakan oleh Kepala SMAN 1 Kartasura, Ibu Hastuti, “Sangat bagus Wakil Duta Besar Australia mengapresiasi pelaksanaan hasthalaku untuk pembentukan karakter peserta didik.”

    Kepala SMAN 3 Sragen, Bapak Sukarno, juga mengatakan bahwa beliau sangat berharap dapat selalu bekerja sama dengan Solo Bersimfoni dalam pengembangan karakter siswa. “Sekolah Adipangastuti sesuai dengan kurikulum merdeka P5 yang sedang dilakukan oleh SMAN 3 Sragen, oleh karena itu kami akan selalu menerapkan program Sekolah Adipangastuti di sekolah kami.” Sementara itu Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 1 Gemolong, Bapak Arief Rahmawan menceritakan tentang rasa bangga dan senangnya bisa berjumpa dengan Wakil Duta Besar Australia. “Senang sekali bahwa cerita kami dapat didengar oleh Wakil Duta Besar Australia. Saya dapat menangkap pesan dan perhatian yang teramat besar tentang pendidikan dan kebudayaan, dari keseriusannya menyimak paparan dari teman-teman Solo Bersimfoni dan anak-anak SMAN 1 Surakarta,” paparnya.

    Olyvia Natasya Suryaningtyas, murid kelas XII MIPA 5, yang berkesempatan berbagi cerita mengatakan bahwa dia merasa bangga karena hasthalaku semakin dikenal apalagi melihat antusiasnya tim dari Kedutaan Australia tentang hasil langsung implementasi Sekolah Adipangastuti. Begitu pula dengan Noorman Adi, murid kelas X MIPA 3. “Saya senang berkesempatan bertemu dengan wakil duta besar Australia dan mengenalkan Sekolah Adipangastuti kepada beliau,” ujarnya.

    Sekolah Adipangastuti

    Sekolah Adipangastuti

    Dukungan dari Wakil Duta Besar Australia, Stephen Scott, terhadap pelaksanaan Sekolah Adipangastuti ini nampak dari kesan yang disampaikan, “Saya pikir itu fantastis. Kami sangat senang bermitra dengan Solo Bersimfoni untuk mempromosikan pesan perdamaian dan toleransi. Ini adalah pesan-pesan yang penting bagi semua siswa, baik mereka di Indonesia maupun di Australia.”

    Di akhir acara, Wakil Duta Besar Australia berkesempatan berkeliling lingkungan sekolah untuk melihat hasil langsung implementasi model Sekolah Adipangastuti. “Kami melihat mereka merangkul delapan nilai inti Adipangastuti yaitu hasthalaku, hal ini yang saya pikir akan membuat Indonesia tetap baik di masa depan. Nilai-nilai itulah yang akan membuat masyarakat ini menjadi masyarakat yang kuat dan inklusif, yang merangkul orang-orang dari semua lapisan masyarakat. Itulah yang akan membuat bangsa ini kuat dan maju seperti yang kita lihat Indonesia lakukan hari ini dan kami benar-benar senang memainkan peran yang sangat kecil di dalamnya.”

    Menariknya, semua Sekolah Adipangastuti mendapatkan satu tanda mata dari Wakil Duta Besar Australia, yaitu sebuah bola. Arief Rahmawan mengatakan “Saya bangga dan berterima kasih atas pemberian bola sebagai wujud tali asih kepada kami.”

     

    Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer

  • Gubernur Jateng: Mengukuhan Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri “Wanita Indonesia Wanita Tangguh”

    Gubernur Jateng: Mengukuhan Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri “Wanita Indonesia Wanita Tangguh”

    Pengukuhan Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri

    “Wanita Indonesia Wanita Tangguh”

    Kerjasama:

    Yayasan Gema Salam dan Solo Bersimfoni

     

    Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P telah mengukuhkan Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri pada hari Jumat tanggal 16 September 2022 di Hotel Grand Sae Surakarta. Pengukuhan ini juga dihadiri oleh Walikota Surakarta, Komandan Densus 88 AT Polri, Komandan Kodim 0735, Kapolres Kota Surakarta, Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Kesbangpol Kota Surakarta, BAPAS Kota Surakarta, Dinas Sosial Kota Surakarta, Kapolsek Kecamatan Banjarsari, Ketua Kadin Solo dan Perkumpulan Solo Bersimfoni.

    Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Jawa Tengah mengatakan akan dukungannya terhadap terbentuknya koperasi ini, sebagai wujud pesan perdamaian dan gotong royong. Beliau juga mengatakan ucapan terima kasihnya kepada Ketua Solo bersimfoni atas bantuannya dalam pembentukan koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri.

    Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri merupakan koperasi yang dibentuk atas kerja sama antara Yayasan Gema Salam dan Perkumpulan Solo Bersimfoni. Koperasi ini beranggotakan istri-istri eks narapidana teroris (napiter) yang merupakan istri dari mitra Yayasan Gema Salam. Sesuai dengan taglinenya yaitu “Wanita Indonesia Wanita Tangguh”, pembentukan koperasi ini sebagai pemberdayaan perempuan bagi para istri dalam penguatan ekonomi khususnya kelembagaan usaha yaitu pembentukan koperasi bagi istri eks napiter di Provinsi Jawa Tengah. Kadensus 88 AT Polri, Irjen. Pol. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., berkata, “Perempuan adalah dasar dari pendidikan anak, sehingga seorang ibu harus bisa berkembang.”

    Kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi pendekatan reintegrasi eks napiter khususnya dari kalangan perempuan agar memiliki akses yang lebih luas terkait dengan pemasaran produk barang dan jasa yang dihasilkan dari keluarga eks napiter. Di samping itu, adanya kelembagaan koperasi menjadi wadah dan pintu masuk bagi berbagai peluang dan bantuan pihak-pihak terkait, baik Non-Goverment Organization (NGO) maupun pemerintah untuk membantu dan mempercepat pemulihan ekonomi dalam proses reintegrasi eks napiter di tengah-tengah masyarakat.

     

    Peserta Diklatkop berfoto bersama dengan pemateri 

    Sebelum pengukuhan, telah dilaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian (DIKLATKOP) bagi para pengurus dan anggota koperasi. Maksud dari kegiatan ini adalah meningkatkan wawasan dan keahlian tentang manajemen perkoperasian dan membentuk wadah kelembagaan koperasi bagi istri eks napiter di Provinsi Jawa Tengah serta memberikan akses pembiayaan dan pasar untuk produk barang/jasa yang dihasilkan keluarga eks napiter tersebut.

    Program ini merupakan implementasi dari kebijakan Pemerintah Republik Indonesia tentang Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada terorisme (Perpres Nomor 7 Tahun 2021) khususnya Pilar 1 yang terdiri dari pencegahan (Kesiap-siagaan, kontra radikalisasi dan deradikalisasi).

     

     

     

     

     

    Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer Solo Bersimfoni