Tag: hasthalaku

  • SMAN 1 Surakarta Teguhkan Komitmen Sekolah Adipangastuti lewat “Smansa Berbhineka” bersama Solo Bersimfoni

    SMAN 1 Surakarta Teguhkan Komitmen Sekolah Adipangastuti lewat “Smansa Berbhineka” bersama Solo Bersimfoni

    Surakarta, 28 Agustus 2025 — SMAN 1 Surakarta kembali mengukuhkan komitmennya sebagai Sekolah Adipangastuti dalam kegiatan kokurikuler bertema “Smansa Berbhineka: Penguatan Konsep Keberagaman” yang digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025, bertempat di aula sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan menjadi bagian dari rangkaian program penguatan budaya sekolah yang ramah, inklusif, dan berkarakter. Kegiatan ini merupakan dukungan dari Australia Indonesia Partnership for Justice Phase 3 (AIPJ3) melalui program Bridging Fund.

    Dalam kegiatan ini, Solo Bersimfoni kembali dipercaya sebagai narasumber utama. Kolaborasi antara SMAN 1 Surakarta dan Solo Bersimfoni bukanlah hal baru. Lembaga ini telah rutin diundang dalam berbagai kegiatan sekolah, termasuk pada masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan pada awal tahun ajaran 2025/2026. Kehadiran mereka membawa perspektif yang kuat tentang keberagaman, toleransi, dan upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

    Sebagai salah satu sekolah pertama di Jawa Tengah yang menyandang predikat Sekolah Adipangastuti sejak tahun 2019, SMAN 1 Surakarta konsisten menanamkan nilai-nilai hasthalaku yaitu gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, pangerten, andhap asor, dan tepa selira. Tema “Smansa Berbhineka” kali ini menjadi penegas bahwa keberagaman bukan hanya dihargai, tetapi juga dirayakan sebagai kekuatan bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan kokurikuler untuk kelas X di SMAN 1 Surakarta.

    Kepala SMAN 1 Surakarta yang baru, Dra. Rosa Herawati, M.Pd., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Tegal yang juga sebagai Sekolah Adipangastuti sejak 2024, menyampaikan bahwa ia membawa semangat keberlanjutan dan inovasi dalam implementasi nilai-nilai Hasthalaku di lingkungan SMAN 1 Surakarta, terutama sebagai pembentukan karakter siswa.

    “Tujuan kegiatan ini sebagai upaya penguatan karakter anak-anak kita, yang sesuai dengan visi dan misi sekolah kami salah satunya adalah berbudi luhur. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak bisa memahami keberagaman, sehingga mereka bisa menempatkan diri dan bertoleransi di lingkungannya,” ungkap beliau.

    Penguatan Konsep dan Implementasi

    Materi IHT disampaikan dengan pendekatan partisipatif, mengajak siswa untuk berdiskusi, bermain peran, dan merefleksikan nilai-nilai kebhinekaan dalam kehidupan sehari-hari. Solo Bersimfoni membimbing siswa memahami bagaimana stereotip, prasangka, dan diskriminasi bisa muncul, serta bagaimana membangun budaya inklusif di ruang-ruang kelas dan pergaulan.

    Beberapa program Sekolah Adipangastuti yang sudah dilakukan sampai saat ini adalah:

    • Pendidikan Penguatan Karakter dan Gerakan Literasi Sekolah (PPKGLS). Kegiatan ini mengundang narasumber internal dan eksternal.
    • Sapa Anak Setiap Pagi. Bapak/Ibu guru diberi jadwal setiap pagi untuk menyapa anak-anak di gerbang sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
    • Kegiatan Keagamaan yang dilakukan berbarengan pada minggu pertama setiap bulan, dengan jadwal yang tidak selalu sama selama dua jam pelajaran.
    • Gerakan Digitalisasi Pembelajaran. Siswa dan Guru mendapatkan pembekalan terkait digitalisasi sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, juga diberikan pelatihan tentang pembuatan konten agar semakin banyak praktik baik yang tersebar melalui dunia digital.

    Keberlanjutan dan Harapan

    SMAN 1 Surakarta berkomitmen untuk terus menjadikan nilai-nilai Hasthalaku sebagai nafas dari seluruh aktivitas pendidikan. Dengan kepemimpinan baru dan jejaring kerja sama yang kuat, termasuk bersama Solo Bersimfoni, sekolah berharap bisa menjadi model dalam pengelolaan keberagaman dan pembentukan karakter siswa.

    “Harapan saya, pelaksanaan Sekolah Adipangastuti di SMAN 1 Surakarta sebagai upaya untuk mewujudkan misi sekolah yang tidak hanya menjadi jargon tetapi juga bisa tercapai dengan nyata. Pembentukan karakter menjadi penting sebagai bekal masa depan anak-anak,” ungkap Kepala Sekolah.

  • IHT Sekolah Adipangastuti SMAN 1 Randublatung: Wujud Nyata Komitmen Sekolah dalam Pembentukan Karakter Hasthalaku

    IHT Sekolah Adipangastuti SMAN 1 Randublatung: Wujud Nyata Komitmen Sekolah dalam Pembentukan Karakter Hasthalaku

    RandublatRandublatung, 26 Agustus 2025 — SMAN 1 Randublatung kembali menunjukkan komitmennya sebagai Sekolah Adipangastuti dengan menggelar In House Training (IHT) bertema “Penguatan Nilai-Nilai Hasthalaku dan Pengimbasan Pembelajaran Mendalam” yang dilaksanakan di lapangan dan aula sekolah. Kegiatan ini dilakukan dengan dukungan Australia Indonesia Partnership for Justice Phase 3 (AIPJ3) dalam periode Bridging Fund.

    Kegiatan ini terbagi menjadi dua, yang pertama pemaparan materi hasthalaku kepada seluruh siswa di lapangan, dan yang kedua pemaparan tentang Sekolah Adipangastuti kepada seluruh guru SMAN 1 Randublatung. Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Solo Bersimfoni, M. Farid Sunarto, dan Kepala SMAN 1 Randublatung, Ibu Siti Hamamatul Mar’ati, S.Si. Kehadiran Solo Bersimfoni sebagai narasumber menjadi momen penting karena merupakan kali Solo Bersimfoni diundang secara resmi oleh sekolah sejak SMAN 1 Randublatung ditetapkan sebagai Sekolah Adipangastuti pada tahun 2024 di hadapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

    Kepala SMAN 1 Randublatung, menyampaikan bahwa IHT ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mengimplementasikan nilai-nilai hasthalaku dalam Sekolah Adipangastuti secara menyeluruh, tidak hanya dalam pembelajaran, namun juga dalam budaya dan keseharian warga sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengimplementasikan nilai hasthalaku sebagai penguatan karakter yang menjadi poin penting dalam pembelajaran mendalam.

    “Pembentukan karakter menjadi hal yang utama dalam pembelajaran mendalam, dengan penguatan nilai hasthalaku kepada bapak/ibu guru dan juga siswa, harapannya karakter hasthalaku itu terbentuk dan bisa diimbaskan ke ruang kelas saat pembelajaran mendalam,” ujar beliau.

    Rencana dan Implementasi

    Sebagai bagian dari tindak lanjut program Adipangastuti, SMAN 1 Randublatung telah menyusun berbagai rencana aksi, di antaranya:

    • Pembentukan Tim Penanganan Kekerasan di Sekolah untuk mencegah baik sebelum terjadi atau pengulangan kekerasan di kalangan siswa.
    • Pemberian pemahaman mengenai Sekolah Adipangastuti serta nilai hasthalaku ke sekolah sekitar SMAN 1 Randublatung.
    • Pembentukan Tim Sekolah Adipangastuti yang melibatkan siswa, dan guru.
    • Pembuatan Tulisan dan Puisi bertema Hasthalaku

    Kegiatan IHT kali ini menjadi awal dari rangkaian pelatihan dan pendampingan yang akan dilakukan sepanjang tahun ajaran 2025/2026.

    Keberlanjutan dan Harapan

    SMAN 1 Randublatung berkomitmen menjaga keberlanjutan program Adipangastuti dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sekolah sekitar, serta memperkuat peran serta siswa dalam menciptakan iklim sekolah yang sehat dan bebas kekerasan.

    “Harapan kami, SMAN 1 Randublatung menjadi sekolah yang berkarakter, dalam hal ini adalah karakter hasthalaku,” imbuh Kepala Sekolah.

    Dengan semangat kolaborasi dan pembentukan karakter hasthalaku, SMAN 1 Randublatung terus melangkah sebagai pelopor pendidikan yang mengutamakan perdamaian untuk melindungi setiap siswanya.

     

  • SMAN 1 Cepu Resmi Menjadi Sekolah Adipangastuti:  Gelar In House Trainning Perdana untuk Penguatan Nilai Hasthalaku

    SMAN 1 Cepu Resmi Menjadi Sekolah Adipangastuti: Gelar In House Trainning Perdana untuk Penguatan Nilai Hasthalaku

    Cepu, 14 Agustus 2025 – SMAN 1 Cepu menggelar In House Training (IHT) Sekolah Adipangastuti pada Kamis (14/8) sebagai langkah awal dalam mengimplementasikan nilai-nilai Hasthalaku ke dalam model pembelajaran sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari kick off program Sekolah Adipangastuti, sekaligus menandai peresmian SMAN 1 Cepu sebagai salah satu sekolah Adipangastuti baru di Kabupaten Blora. Kegiatan ini dilakukan dengan dukungan Australia Indonesia Partnership for Justice Phase 3 (AIPJ3) dalam periode Bridging Fund.

    IHT yang bertempat di aula utama SMAN 1 Cepu ini dihadiri oleh jajaran guru dan tenaga kependidikan. Acara ini menghadirkan narasumber M Farid Sunarto dan Didik Prasetyanto, Ketua dan Direktur Operasional Solo Bersimfoni. Mereka menjelaskan tentang pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya hasthalaku. Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya menggunakan metode ‘brokoli dalam pasta’ untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya pelestarian identitas budaya, dalam hal ini hasthalaku, untuk pembentukan karakter siswa.

    “Hasthalaku bukan sekadar delapan nilai moral, tapi fondasi hidup bersama yang relevan pada anak Generasi Z. Sekolah harus menjadi tempat terbaik untuk menanamkan nilai-nilai itu sejak dini,” tegas Pak Farid dalam sesi diskusi interaktif.

    Kepala SMAN 1 Cepu, Ibu Bekti Ratna Timur Astuti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bergabungnya SMAN 1 Cepu sebagai Sekolah Adipangastuti adalah wujud komitmen untuk memajukan pendidikan yang berkarakter dan berakar kuat pada budaya lokal.

    “Kami percaya pendidikan tidak cukup hanya membekali siswa dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian yang luhur, toleran, dan bangga terhadap budaya sendiri. Hasthalaku akan membentuk siswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter yang baik,” ujar beliau.

    Sebagai bagian dari peresmian program, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SMAN 1 Cepu dengan Solo Bersimfoni yang diwakilkan oleh Ketua Solo Bersimfoni dan Kepala SMAN 1 Cepu. Program ini diketahui oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen jangka panjang selama empat tahun untuk menerapkan nilai-nilai Hasthalaku dalam aktivitas sekolah.

    Dengan IHT ini, SMAN 1 Cepu menegaskan arah barunya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi pelopor dalam membangun pendidikan berbasis nilai dan budaya, sesuai semangat Sekolah Adipangastuti.

     

    Tia Brizantiana

    Program Officer Solo Bersimfoni

  • Tunas Harmoni Solo Sukses Selenggarakan Zero Waste Journey di Loji Gandrung

    Tunas Harmoni Solo Sukses Selenggarakan Zero Waste Journey di Loji Gandrung

    Pada Sabtu 15 Maret 2025, Tunas Harmoni Solo sukses menyelenggarakan sebuah acara bertajuk Zero Waste Journey dengan tema “EcoVisit dan Workshop Pengelolaan Sampah di Solo” yang berlangsung di Loji Gandrung, Solo. Acara ini diikuti oleh 31 peserta dari berbagai organisasi lintas agama dan komunitas yang sangat antusias untuk belajar lebih dalam tentang pengelolaan sampah dan pentingnya menerapkan konsep zero waste dalam kehidupan sehari-hari.

    Acara dimulai dengan doa bersama lintas agama serta pengenalan antara panitia dan peserta yang disambut hangat di Loji Gandrung. Kemudian pemberian materi FEEL oleh Sapto Purnama, Kepala Subbag TU UPTD Pengelolaan TPA Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta. Sapto menjelaskan bahwa setiap harinya ada sekitar 390 ton sampah yang dikirim ke TPA Putri Cempo.

    Setelah itu dilanjutkan dengan IMAGINE EcoVisit ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, yang terletak di Mojosongo, Jebres, Solo. Para peserta diangkut menggunakan Batik Solo Trans (BST) yang disediakan oleh panitia, memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan pengalaman bertransportasi umum sembari menuju Lokasi yang menjadi bagian penting dari kegiatan ini.

    Di TPA Putri Cempo, para peserta diajak untuk melihat langsung bagaimana pengelolaan sampah dilakukan di sana. Kemudian sampah ini dipilah dan diolah pada Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang sudah beroperasi sejak tahun 2023.

     

    Setelah kunjungan ke TPA, kegiatan berlanjut dengan pemberian materi DO mengenai solusi semu pengelolaan sampah oleh Marbani dari Ecobhinneka Solo. Marbani mengajak peserta membongkar mitos dan mendorong perubahan nyata dalam pengelolaan sampah, terutama sampah plastik. Dampak negatif plastik juga terjadi sebelum plastik dikonsumsi, karena produksi plastik juga mencemari lingkungan. Narasi semu tentang pengelolaan sampah plastik yang baik bukanlah sebuah solusi. Edukasi pentingnya mengurangi penggunaan plastik alih-alih mengelolanya adalah hal penting agar ada solusi nyata dan tidak menimbulkan masalah yang lain.

    Tak hanya teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk belajar membuat pupuk kompos menggunakan compost bag dengan arahan Prasetianingsih Soewarno, Penyuluh Lingkungan Ahli Muda DLH Kota Surakarta, dan Marantika Soloningtyas, TKPK DLH Kota Surakarta. Sesi ini diharapkan agar peserta memahami cara mengelola sampah organik di rumah dan atau organisasi mereka. Melalui proses composting yang tepat, sampah organik dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung penghijauan di rumah sehingga mendukung konsep zero waste yang berkelanjutan.

    Setelah selesai materi dan praktek, dilakukan sesi SHARE dimana panitia mengajak peserta untuk berbagi pengetahuan dan rencana aksi bersama masing-masing komunitas. Beberapa peserta membagikan kebiasaan zero waste yang sudah dilakukan seperti selalu membawa tumbler dan kantong belanja. Peserta lain juga berencana melakukan composting di rumah dan komunitasnya.

    Acara ditutup dengan sesi buka puasa bersama setelah serangkaian kegiatan, tak lupa foto bersama untuk mengabadikan kegiatan antara peserta, panitia dan pemateri. Sesi buka puasa bersama dilakukan dengan konsep zero waste, yaitu setiap peserta membawa tumbler masing-masing serta tidak menggunakan alat makan sekali pakai. Di akhir acara, setiap peserta diberikan bibit tanaman sebagai bentuk komitmen untuk bersama-sama merawat lingkungan dan dibuktikan dengan tumbuhnya bibit tanaman tersebut.

    Acara ini merupakan kelanjutan dari kegiatan National Training/Capacity Building: Religious and Interfaith Engagement to Manage Enviromental Risks pada bulan Februari lalu di Bandung oleh Peace Generation Bandung. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas bersama the Foreign, Commonwealth, and Development Office of the UK Government (FCDO) dalam pelaksanaan program pembangunan rendah karbon (Low Carbon Development Initiative/LCDI) Fase 2 Tak hanya di Solo, Tunas Harmoni juga dilaksanakan di Bandung, Pekanbaru, Mataram, dan Medan. Selain peserta dari organisasi keagamaan dan organisasi pemuda, kegiatan ini juga melibatkan pemangku kebijakan seperti DLH. Untuk kegiatan Tunas Harmoni Solo, tim panita berasal dari Solo Bersimfoni, Ecobhinneka, DLH Kota Surakarta dan Pelita.

    Acara Zero Waste Journey ini menandakan langkah positif dalam mengedukasi masyarakat Solo mengenai pentingnya mengurangi dan mengelola sampah sebagai bagian dari penerapan gaya hidup zero waste. Melalui inisiatif seperti ini, Tunas Harmoni Solo telah membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam mengurangi dampak sampah terhadap bumi. Ketua Koordinator Tunas Harmoni Solo, Risca Dj, mengingatkan bahwa bumi itu hanya satu sehingga setiap individu berperan penting untuk melestarikannya. “Kita hanya punya satu bumi, jadi mulai sekarang, yuk kita berkomitmen menjaga lingkungan dengan sepenuh hati agar tetap lestari dan pulih dari kerusakan yang telah terjadi agar bisa memberikan kehidupan bagi semua makhluk”, tambah Risca.

    Penulis: Tia Brizantiana – Program Officer

  • KEPALA PUSPEKA APRESIASI KERJA SOLO BERSIMFONI DAN MODEL SEKOLAH ADIPANGASTUTI

    KEPALA PUSPEKA APRESIASI KERJA SOLO BERSIMFONI DAN MODEL SEKOLAH ADIPANGASTUTI

    Jakarta 5/4/2023. Dalam rangka penyusunan modul P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka yang tengah disusun, Solo Bersimfoni melakukan audiensi kepada Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Ibu Rusprita Putri Utami, di Kantor Puspeka Kemendikbud Ristek, Gedung C Lantai 18, Kemendikbud Ristek, Senayan, Jakarta.

    Selaku Kepala Puspeka, Ibu Rusprita sangat mengapresiasi langkah Solo Bersimfoni dalam upaya implementasi kurikulum berbasis projek, khususnya tematik Bhineka Tunggal Ika melalui program Sekolah Adipangastuti. Sekolah Adipangastuti melakukan pendekatan yang sangat khas yaitu nilai budaya lokal yang dinamakan hasthalaku atau delapan perilaku yaitu gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, pangerten, andhap asor dan tepa selira.

     

    Lebih lanjut, Ibu Rusprita menjelaskan bahwa Kemendikbud Ristek RI, khususnya Puspeka, mendapatkan mandat terkait penguatan Profil Pelajar Pancasila dan juga pencegahan kekerasan pada satuan pendidikan, meliputi perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi atau yang kerap disebut Tiga Dosa Pendidikan.

    Puspeka sendiri berkomitmen melakukan penguatan karakter peserta didik yang beracuan pada enam Profil Pelajar Pancasila yang saat ini terus digalakkan. Begitu juga dengan Solo Bersimfoni terus mempromosikan pesan perdamaian dan toleransi melalui model sekolah Adipangastuti dan juga modul P5 khususnya berbasis projek tema Bhinneka Tunggal Ika yang diintegrasikan dengan Perpres No 7/2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).

     

    Sebagai bentuk dukungan dan kerja,sama, Solo Bersimfoni diberikan kesempatan turut membantu Kemendikbud Ristek RI dalam penyusunan Buku Saku Profil Pelajar Pancasila. Buku saku ini nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu sumber bacaaan untuk meningkatkan pemahaman terkait Profil Pelajar Pancasila kepada guru, tenaga kependidikan, orang tua, siswa, dan masyarakat umum.

     

  • Dukungan Pemprov Jateng dalam Implementasi Sekolah Adipangastuti

    Dukungan Pemprov Jateng dalam Implementasi Sekolah Adipangastuti

    Rabu, 4 Januari 2023 telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangkaian penyusunan Modul Panduan Kurikulum P5 Berbasis Projek Sekolah Adipangastuti di Olifant Resto, Semarang. Dalam kegiatan ini hadir Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Provinsi Jateng, Bapak Syamsudin Isnaini, S.STP., SH., Tim Pengembang Kurikulum Disdik Jateng yang juga Kepala SMAN 1 Semarang, Dr Kusno, M.Pd., Analis Ahli Madya Biro Kesra Provinsi Jateng, Ibu Woro Boedi Sayekti, SH, MM., serta Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jateng.

    Dalam kegiatan FGD ini Bapak Arief Rahmawan, M.Pd., Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Gemolong, yang merupakan salah satu tim penyusun modul panduan menjadi narasumber dalam menjelaskan draf modul panduan yang telah disusun. Beliau menerangkan bahwa modul yang disusun ada dua, yaitu modul bagi guru dan siswa. Dalam modul dimasukkan dimensi Pancasila dengan menggunakan topik yang disesuaikan dengan dimensi kearifan lokal dan Bhineka Tunggal Ika yang sesuai dengan hasil Rancangan Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme (RAN PE). “Modul berisikan narasi-narasi kontra yang menyenangan kemudian di akhir akan ada projek kolaborasi oleh siswa dengan tujuan menyesuaikan tujuan RAN PE di pendidikan”, jelas Pak Arief.

    Pak Syamsudin dalam tanggapannya menyatakan bahwa Dinas Pendidikan secara penuh mendukung program yang akan dilakukan oleh Solo Bersimfoni. “Tim Pengembangan Kurikulum dari dinas akan ikut mendampingi dalam penyusunan modul ini agar modul yang dihasilkan lebih mudah diterapkan di sekolah”, lanjutnya. Selain itu akan dilakukan sinergi antara Dinas Pendidikan, Bappeda dan Kesbangpol serta memungkinkan dilaksanakannya kolaborasi dengan Biro Kesra dalam implementasi Sekolah Adipangastuti tahun 2023 di Provinsi Jawa Tengah setelah modul panduan pengembangan P5 kurikulum berbasis projek ini selesai disusun. Harapannya dengan adanya dukungan dari dinas, maka guru-guru SMA di Jawa Tengah akan mendapatkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan.

    Tim pengembang kurikulum Disdik Provinsi Jateng, Bapak Kusno, selain memastikan modul panduan kurikulum dapat diterapkan dengan baik juga siap membantu dalam mensosialisasikan penerapam Sekolah Adipangastuti. Tinjauan dari modul tersebut dinilai menjadi pemantik di tingkat sekolah untuk melaksanakan program secara soft tapi berhasil sesuai sasaran. “Usia remaja kini perlu membicarakan tentang toleransi yang tidak perlu dibenturkan dengan substansi agama, sehingga agar menarik perlu menggunakan nilai-nilai kearifan lokal”, ungkapnya. Masukan dari Bapak Kusno, dalam pengenalan awal modul diperlukan narasi tentang hasthalaku. Seperti mengambil dalam P5 yaitu tema Bangunlah Jiwa dan Raga dengan mengemukakan aspek intoleransi, radikalisme, NAPZA, Kekerasan Seksual, dan lainnya dengan penggunaan narasi yang diperhalus. Selain itu, moderasi beragama diterjemahkan menjadi sebuah aktivitas kegiatan.

    Biro Kesra Provinsi Jateng juga mendukung penyusunan modul panduan ini. Masukan dari Ibu Woro bahwa diperlukan penambahan dimensi dalam ranah kepemudaan dan kebudayaan. “Pendekatan yang kami lakukan melalui unsur kebudayaan”, lanjutnya. Pak Budi Martono, SH, MM, Analis Ahli Muda Biro Kesra provinsi Jateng, mengatakan bahwa isu radikalisme dan nasionalisme juga dapat dilakukan secara online melalui kampanye di media sosial agar sesuai dengan sasaran yaitu anak muda.

    Bapak Ardian dari Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB Provinsi Jateng mengatakan dukungannya, “Saya senang dengan adanya modul panduan ini, karena sasaran dalam pencegahan terorisme selama ini adalah orang dewasa, sedangkan modul ini sasarannya adalah anak-anak hingga remaja”. Selain pencegahan, stigmatisasi untuk anak-anak dari keluarga teorisme juga perlu menjadi salah satu poin untuk menghindari tindakan bullying. Perlu dilakukan elaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan sekolah yang aman dan damai. “Bisa dilakukan pemilihan agen perubahan dari siswa, karena mereka adalah influencer yang masif terutama di media sosial”, ungkapnya. Ibu Nichola Ester dari Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Provinsi Jateng mengatakan bahwa untuk modul panduan yang disusun dibuat interaktif seperti menggunakan permainan online yang berisi pengetahuan serta dibuat aktivitas dengan tujuan agar anak tertarik. “Penjelasan mengenai mengenal kesetaraan gender dan adanya kepercayaan seperti penghayat perlu dimasukkan untuk meminimalisir perilaku bullying”, lanjutnya.

    Dalam kegiatan ini kemudian dirumuskan bahwa dimensi yang akan dimasukkan yang semula ada dua menjadi tiga, yaitu Kearifan Lokal, Bhineka Tunggal Ika dan Bangunlah Jiwa dan Raga. Harapannya dengan menambahkan satu dimensi yaitu Bangunlah Jiwa dan Raganya dapat meningkatkan rasa nasionalisme siswa yang kemudian mencegah terjadinya tindakan radikalisme.

     

    Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer

  • Hadiah Akhir Tahun; Solo Bersimfoni mendapatkan Anugerah Revolusi Mental (ARM) Tahun 2022

    Hadiah Akhir Tahun; Solo Bersimfoni mendapatkan Anugerah Revolusi Mental (ARM) Tahun 2022

    Rabu, 21 Desember 2022, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) menggelar Anugerah Revolusi Mental (ARM) Tahun 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Penyerahan ARM dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, serta Menko PMK Muhadjir Effendy dan para Koordinator Program Gerakan (KPG), dari Kementerian PAN RB, Kemenko Marves, Kemenko Polhukam, Kemenko Perekonomian, dan Kemendagri. Dalam pagelaran ini, Solo Bersimfoni memperoleh ARM kategori Tokoh Masyarakat dan Lembaga dalam bidang Pendidikan Karakter dan Literasi.

    Anugerah Revolusi Mental 2022 merupakan konfirmasi terhadap usaha dan upaya yang  telah dilakukan oleh Lembaga Pemerintah, Swasta dan Masyarakat atau gerakan komunitas yang melakukan perubahan secara nyata, terukur, inspiratif dan berkelanjutan. Anugerah Revolusi Mental 2022 diberikan kepada semua pihak yang telah berinisiatif dan telah menjadi pelopor perubahan untuk berbagai simpul dan ranah perubahan yang telah dan sedang berlangsung dalam masyarakat, mulai dari birokrasi yang melayani secara prima, sistem pendidikan yang mencetak sumber daya unggul dan berkarakter, sistem ekonomi berkeadilan, serta berbagai inisiatif yang melibatkan para pemangku kepentingan secara bergotong royong untuk mewujudkan perilaku kolektif yang berintegritas dan beretos kerja.

    Pagelaran ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap semua pelaku atau agen perubahan yang mencerminkan Gerakan Nasional Revolusi Mental di seluruh pelosok Nusantara. Sebanyak 40 piala diberikan kepada penerima anugerah yang terbagi menjadi lima kategori. Pertama adalah Kategori Pemerintah Provinsi, kategori kedua adalah Pemerintah Kabupaten/Kota, ketiga adalah Lembaga Mitra GNRM. Keempat adalah kategori Tokoh dan Lembaga dan kelima Kategori Kedermawanan Sosial.

    Wakil Presiden, Ma’ruf Amin berpesan agar gerakan nasional revolusi mental perlu terus dibumikan dalam berbagai kegiatan. “Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan generasi emas yang unggul, berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan kebangsaan. Oleh sebab itu, saya berpesan kepada seluruh pihak, Gerakan Nasional Revolusi Mental mesti terus dibumikan secara inovatif dalam berbagai kegiatan yang menjangkau generasi muda kita. Jangan lupa terus manfaatkan media sosial dan kanal-kanal digital lainnya agar upaya ini semakin efektif,” kata Ma’ruf.

    Menko PMK, Muhadjir Effendy dalam sambutannya menjelaskan, Revolusi Mental merupakan gerakan seluruh unsur masyarakat Indonesia dengan mengangkat nilai-nilai strategis, yakni nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong. Dia menerangkan, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) mendorong internalisasi nilai-nilai strategis instrumental revolusi mental pada individu, keluarga, insititusi sosial, masyarakat sampai dengan lembaga-lembaga negara. Hal ini diharapkan dapat mendorong perubahan cara pandang, sikap, perilaku yang berkarakter dan berorientasi pada kemajuan.

    “Revolusi mental harus dimulai dari diri sendiri dan kemudian meluas di lingkungan keluarga, komunitas, masyarakat luas, dan selanjutnya mencakup seluruh komponen bangsa,” ujar Muhadjir dalam acara penghargaan ARM 2022.

    Menko PMK memaparkan, selama 7 tahun terakhir, GNRM telah berkolaborasi dengan aktor pentahelix untuk merubah mental masyarakat menjadi lebih baik. Menurutnya, GNRM telah memberikan berbagai perubahan yang dirasakan oleh masyarakat. Hal ini tercermin dari index capaian revolusi mental (ICRM) tahun 2021 yang menunjukkan peningkatan sebesar 4,46 poin jika dibandingkan ICRM tahun 2018 (ICRM 2018 sebesar 67,01 dan pada 2021 mencapai 70,47).

    “Peningkatan ICRM ini tidak terlepas dari upaya kolaborasi para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan gerakan revolusi mental untuk memajukan Indonesia dari tingkat pemerintah pusat sampai di tingkat daerah,” ujarnya.

     

    Pemberian Anugerah Revolusi Mental 2022 kepada Perkumpulan Solo Bersimfoni dari Kriteria Nominasi Lembaga yang berbadan hukum di Indonesia dengan mempertimbangkan berbagai unsur antara lain, Solo Bersimfoni merupakan Non Government Organization (NGO) yang melakukan tindakan yang bersifat fundamental, yaitu upaya Pencegahan radikalisasi yang meliputi membangun kesiapsiagaan, melakukan kontra radikalisasi dan deradikalisasi di kalangan pelajar / remaja; Solo Bersimfoni memberikan perubahan dan dampak positif  terhadap masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam membangun toleransi dan perdamaian untuk mencegah tindakan kekerasan yang mengarah pada terorisme berbasis kekerasan; serta Solo Bersimfoni menghadirkan ruang-ruang keadilan sosial bagi remaja/pelajar generasi Z dalam bentuk ruang kanal digital, membangun kecakapan digital  dan menyediakan ruang komunal solo bersimfoni.

    Inisiatif Solo Bersimfoni yang bersifat fundamental antara lain bekerja sama dengan UNS melakukan riset untuk menemukan nilai budaya lokal “hasthalaku” (delapan perilaku) yang terdiri dari: gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, andhap ashor dan tepa selira. Hasthalaku telah dimasukkan sebagai  menjadi nilai luhur budaya daerah dan tertuang dalam Perwali Kota Surakarta No. 49 Tahun 2019 tentang Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda. Solo Bersimfoni juga menginisiasi regulasi Perda Prov. Jateng No. 4 Tahun 2021 Tentang Pembangunan dan Pengembangan Kepemudaan. Dan saat ini sedang menginisiasi beberapa amanat Perda tersebut dalam bentuk Peraturan Gubernur Provinsi Jateng, khususnya amanat perlindungan dan pemberdayaan pemuda. Selain itu, Solo Bersimfoni menginisiasi Model Sekolah Adipangastuti yang merupakan sebuah program selama 6 (enam) bulan yang dimasukkan ke sekolah formal. Tujuan implementasi model Sekolah Adipangastuti adalah untuk membuat program pencegahan intoleransi dan kekerasan di sekolah dengan pendekatan milenial dan digital. Saat ini Solo Bersimfoni telah mengerjakan kerjasama dengan 7 (tujuh) sekolah formal SMA yang melaksanakan program Sekolah Adipangastuti, dan pada tahun 2023 akan melaksanakan program Sekolah Adipangastuti di 14 (empat belas) sekolah di provinsi jawa tengah.

     

    Penulis: Tia Brizantiana – Program Officer

  • Prof Mahfud MD: Siapa pun Jangan Terbujuk Gerakan Radikal

    Prof Mahfud MD: Siapa pun Jangan Terbujuk Gerakan Radikal

    Solo 9 Desember 2022 telah dilaksanakan Silaturahmi dan Dialog Kebhinekaan bersama Prof. Dr. H. M. Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., Menkopolhukam RI di Java Terracee Solo. Dalam pembukaan disampaikan oleh Ketua dan Koordinator penyelenggara M Farid Sunarto yang juga Ketua Solo Bersimfoni bahwa Menkopolhukam ingin belanja berbagai masalah dari wilayah Soloraya sehingga mengundang para seniman, budayawan dan akademisi.

    Dalam acara tersebut, hadir para tokoh Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran, serta para seniman seniwati yang biasa memeriahkan agenda MICE kota Solo. Sempat dalang muda Ki Amar Pradopo dikerjai Moderator untuk menyuarakan ‘suluk” wayang dan ‘suluk gagrak anyar’ yang membuat tertawa Prof Mahfud MD dan para peserta dialog.

    Prof Mahfud MD dalam awal dialog menguraikan keberagaman bangsa dan negara harus dirawat dan dijaga dalam tubuh NKRI. Demikian juga mengutuk adanya pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung, menunjukkan adanya kelompok-kelompok radikal dan intoleran yang ingin mengoyak kebhinekaan yang sudah terjalin sejak berabad lalu.

    Faizul Sofyan, perwakilan dari Jaringan Lintas Kultural Solo, memberikan keprihatinannya tentang aksi bom tersebut. Prof Mahfud MD menjelaskan bahwa pemerintah sudah melakukan tindakan pencegahan terhadap terorisme seperti kontra radikalisasi dan deradikalisasi. Dan tindakan pencegahan ini dilakukan secara bekerja sama oleh 12 Kementrian.

    Dalam kegiatan ini, Prof Mahfud MD menjawab pertanyaan H. Ahmad Sungkar, seorang pemerhati cagar budaya, mengenai Kepres No. 17/Tahun 2022. Beliau menjelaskan bahwa Kepres ini dibuat untuk korban pelanggaran HAM masa lalu yang tidak atau belum diselesaikan di pengadilan, tidak mengarah kepada salah satu pihak saja. Aturan ini dibuat sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mementingkan kemanusiaan. “Masalah kemanusiaan yang akan kita rukunkan kembali.”, imbuhnya.

    Gusti Benowo, Dalang Kraton Kasunanan Surakarta, bertanya mengenai bagaimana cara mengatasi mafia hukum di Indonesia. Prof Mahfud MD mengatakan bahwa Presiden Jokowi sudah memerintahkan Menkopolhukam untuk melakukan reformasi hukum. Meski demikian, menteri tidak boleh untuk terlibat dalam yudikatif maupun legislatif seperti mengusulkan undang-undang.

    Terakhir, Prof Mahfud MD menghimbau kepada siapa pun agar jangan terbujuk gerakan-gerakan radikal. “Gerakan radikal tidak usah diperdebatkan, dia anti pemerintah yang sah, anti ideologi negara dan anti konstitusi.”, lanjutnya.

     

    Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer

  • Wakil Duta Besar Australia Berkunjung ke Sekolah Adipangastuti

    Wakil Duta Besar Australia Berkunjung ke Sekolah Adipangastuti

    Pada hari Senin, 24 Oktober 2022 SMAN 1 Surakarta mendapatkan kunjungan dari Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bapak Steve Scott. Kunjungan ini dalam rangka melihat keberhasilan implementasi Sekolah Adipangastuti di SMAN 1 Surakarta. Dalam kegiatan ini hadir juga kepala sekolah dari model Sekolah Adipangastuti tahun 2019, 2020 dan 2021 yaitu SMAN 6 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, SMAN 3 Sragen, SMAN 1 Gemolong, SMAN 2 Boyolali dan SMAN 1 Karanganyar.

    Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Surakarta Bapak Yusmar Setyobudi mengatakan bahwa program Sekolah Adipangastuti telah mendukung pengembangan karakter siswa SMAN 1 Surakarta melalui hasthalaku. “Kami sangat berterima kasih kepada Solo Bersimfoni atas kerja samanya dalam pembentukan karakter siswa di sini.”, lanjutnya.

    Sekolah Adipangastuti

    Sekolah Adipangastuti

    Cerita implementasi Sekolah Adipangastuti di sekolah lain pun dibagikan oleh para kepala sekolah, guru serta siswa. Kepala SMAN 6 Surakarta, Bapak Munarso dan Kepala SMAN 2 Boyolali, Bapak Teguh Rahayu Slamet, menyampaikan apresiasi atas acara yang menjadikannya makin bersemangat dan terinspirasi untuk melaksanakan program Sekolah Adipangastuti selanjutnya. “Hasthalaku membentuk generasi muda untuk memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap keberagaman, mampu hidup bersama dengan damai bersama seluruh umat manusia”, kata Bapak Munarso. Sementara SMAN 2 Boyolali berencana menerapkan lanjutan program Sekolah Adipangastuti yang salah satunya mengusung topik anti radikalisme, dengan penyesuaian kegiatan OSIS dan anggaran sekolah.

    Sekolah Adipangastuti

    Kepala SMAN 1 Karanganyar, Ibu Suliyastuti merasakan manfaat yang besar dari program Sekolah Adipangastuti dalam hal penerapan nilai-nilai hasthalaku di kalangan warga sekolah sehingga berharap agar silaturahmi semakin erat dan kerja sama yang terjalin semakin kuat. Hal ini juga dikatakan oleh Kepala SMAN 1 Kartasura, Ibu Hastuti, “Sangat bagus Wakil Duta Besar Australia mengapresiasi pelaksanaan hasthalaku untuk pembentukan karakter peserta didik.”

    Kepala SMAN 3 Sragen, Bapak Sukarno, juga mengatakan bahwa beliau sangat berharap dapat selalu bekerja sama dengan Solo Bersimfoni dalam pengembangan karakter siswa. “Sekolah Adipangastuti sesuai dengan kurikulum merdeka P5 yang sedang dilakukan oleh SMAN 3 Sragen, oleh karena itu kami akan selalu menerapkan program Sekolah Adipangastuti di sekolah kami.” Sementara itu Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 1 Gemolong, Bapak Arief Rahmawan menceritakan tentang rasa bangga dan senangnya bisa berjumpa dengan Wakil Duta Besar Australia. “Senang sekali bahwa cerita kami dapat didengar oleh Wakil Duta Besar Australia. Saya dapat menangkap pesan dan perhatian yang teramat besar tentang pendidikan dan kebudayaan, dari keseriusannya menyimak paparan dari teman-teman Solo Bersimfoni dan anak-anak SMAN 1 Surakarta,” paparnya.

    Olyvia Natasya Suryaningtyas, murid kelas XII MIPA 5, yang berkesempatan berbagi cerita mengatakan bahwa dia merasa bangga karena hasthalaku semakin dikenal apalagi melihat antusiasnya tim dari Kedutaan Australia tentang hasil langsung implementasi Sekolah Adipangastuti. Begitu pula dengan Noorman Adi, murid kelas X MIPA 3. “Saya senang berkesempatan bertemu dengan wakil duta besar Australia dan mengenalkan Sekolah Adipangastuti kepada beliau,” ujarnya.

    Sekolah Adipangastuti

    Sekolah Adipangastuti

    Dukungan dari Wakil Duta Besar Australia, Stephen Scott, terhadap pelaksanaan Sekolah Adipangastuti ini nampak dari kesan yang disampaikan, “Saya pikir itu fantastis. Kami sangat senang bermitra dengan Solo Bersimfoni untuk mempromosikan pesan perdamaian dan toleransi. Ini adalah pesan-pesan yang penting bagi semua siswa, baik mereka di Indonesia maupun di Australia.”

    Di akhir acara, Wakil Duta Besar Australia berkesempatan berkeliling lingkungan sekolah untuk melihat hasil langsung implementasi model Sekolah Adipangastuti. “Kami melihat mereka merangkul delapan nilai inti Adipangastuti yaitu hasthalaku, hal ini yang saya pikir akan membuat Indonesia tetap baik di masa depan. Nilai-nilai itulah yang akan membuat masyarakat ini menjadi masyarakat yang kuat dan inklusif, yang merangkul orang-orang dari semua lapisan masyarakat. Itulah yang akan membuat bangsa ini kuat dan maju seperti yang kita lihat Indonesia lakukan hari ini dan kami benar-benar senang memainkan peran yang sangat kecil di dalamnya.”

    Menariknya, semua Sekolah Adipangastuti mendapatkan satu tanda mata dari Wakil Duta Besar Australia, yaitu sebuah bola. Arief Rahmawan mengatakan “Saya bangga dan berterima kasih atas pemberian bola sebagai wujud tali asih kepada kami.”

     

    Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer

  • Gubernur Jateng: Mengukuhan Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri “Wanita Indonesia Wanita Tangguh”

    Gubernur Jateng: Mengukuhan Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri “Wanita Indonesia Wanita Tangguh”

    Pengukuhan Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri

    “Wanita Indonesia Wanita Tangguh”

    Kerjasama:

    Yayasan Gema Salam dan Solo Bersimfoni

     

    Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P telah mengukuhkan Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri pada hari Jumat tanggal 16 September 2022 di Hotel Grand Sae Surakarta. Pengukuhan ini juga dihadiri oleh Walikota Surakarta, Komandan Densus 88 AT Polri, Komandan Kodim 0735, Kapolres Kota Surakarta, Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Kesbangpol Kota Surakarta, BAPAS Kota Surakarta, Dinas Sosial Kota Surakarta, Kapolsek Kecamatan Banjarsari, Ketua Kadin Solo dan Perkumpulan Solo Bersimfoni.

    Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Jawa Tengah mengatakan akan dukungannya terhadap terbentuknya koperasi ini, sebagai wujud pesan perdamaian dan gotong royong. Beliau juga mengatakan ucapan terima kasihnya kepada Ketua Solo bersimfoni atas bantuannya dalam pembentukan koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri.

    Koperasi Srikandi Gema Salam Mandiri merupakan koperasi yang dibentuk atas kerja sama antara Yayasan Gema Salam dan Perkumpulan Solo Bersimfoni. Koperasi ini beranggotakan istri-istri eks narapidana teroris (napiter) yang merupakan istri dari mitra Yayasan Gema Salam. Sesuai dengan taglinenya yaitu “Wanita Indonesia Wanita Tangguh”, pembentukan koperasi ini sebagai pemberdayaan perempuan bagi para istri dalam penguatan ekonomi khususnya kelembagaan usaha yaitu pembentukan koperasi bagi istri eks napiter di Provinsi Jawa Tengah. Kadensus 88 AT Polri, Irjen. Pol. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., berkata, “Perempuan adalah dasar dari pendidikan anak, sehingga seorang ibu harus bisa berkembang.”

    Kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi pendekatan reintegrasi eks napiter khususnya dari kalangan perempuan agar memiliki akses yang lebih luas terkait dengan pemasaran produk barang dan jasa yang dihasilkan dari keluarga eks napiter. Di samping itu, adanya kelembagaan koperasi menjadi wadah dan pintu masuk bagi berbagai peluang dan bantuan pihak-pihak terkait, baik Non-Goverment Organization (NGO) maupun pemerintah untuk membantu dan mempercepat pemulihan ekonomi dalam proses reintegrasi eks napiter di tengah-tengah masyarakat.

     

    Peserta Diklatkop berfoto bersama dengan pemateri 

    Sebelum pengukuhan, telah dilaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian (DIKLATKOP) bagi para pengurus dan anggota koperasi. Maksud dari kegiatan ini adalah meningkatkan wawasan dan keahlian tentang manajemen perkoperasian dan membentuk wadah kelembagaan koperasi bagi istri eks napiter di Provinsi Jawa Tengah serta memberikan akses pembiayaan dan pasar untuk produk barang/jasa yang dihasilkan keluarga eks napiter tersebut.

    Program ini merupakan implementasi dari kebijakan Pemerintah Republik Indonesia tentang Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada terorisme (Perpres Nomor 7 Tahun 2021) khususnya Pilar 1 yang terdiri dari pencegahan (Kesiap-siagaan, kontra radikalisasi dan deradikalisasi).

     

     

     

     

     

    Penulis: Tia Brizantiana-Program Officer Solo Bersimfoni